10 DPAC Desak Demokrat Malteng Dukung Puttileihalat
Kendati sampai saat ini, belum ada kepastian waktu dan tempat pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Demokrat Provinsi Maluku, namun dukungan kepada Ketua Majelis Pertimbangan Daerah, Jacobus Puttileihalat semakin menguat.
Bob, begitu nama akrabnya, dinilai layak untuk memimpin partai berlambang bintang mercy ini untuk lima tahun mendatang, menggantikan Abdullah Vanath yang dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, karena membangkang terhadap keputusan Majelis Tinggi Partai.
Buktinya, kendati tidak memiliki hak suara saat pelaksanaan Musdalub nanti, namun 10 pengurus DPAC Kabupaten Maluku Tengah telah menyatakan sikap untuk memberikan dukungan kepada Bupati SBB ini untuk memimpin Partai Demokrat Maluku.
10 DPAC tersebut yaitu DPAC Kota Masohi, TNS, Saparua, Pulau Haruku, Seram Utara, Banda, Tehoru, Elpaputih, Salahutu, serta Leihitu Barat.
Salah satu pengurus DPAC Leihitu Barat, Jondry Huwae mengaku, saat pelaksanaan Musdalub nantinya, DPAC tidak memiliki hak suara namun hanya DPC tetapi sebelum Ketua-Ketua DPC memberikan hak suaranya, pihak DPC harus mendengar aspirasi dari DPAC-DPAC dan bukan sebaliknya, dukungan atau hak suara yang diberikan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok-kelompok tertentu.
“Selama proses Musda yang berlangsung selama ini, Ketua DPC tidak pernah mengumpulkan DPAC-DPAC untuk mempertanyakan sikap kami seperti apa. Justru yang terjadi Ketua DPC menentukan hak suaranya sesuai dengan nilai tawar menawar yang mereka lakukan,” tandas Huwae kepada Siwalima, di Ambon, Sabtu (6/4).
Dikatakan, saat ini dirinya bersama dengan sembilan DPAC lainnya telah membuat pernyataan sikap yang akan diserahkan langsung kepada Ketua DPC Maluku Tengah, Chris Papilaja agar memilih Puttileihalat saat pelaksanaan Musdalub nantinya.
“Surat pernyataan ini, sudah kami siapkan dan akan segera diserahkan kepada ketua DPC Kabupaten Malteng,” ujarnya.
Senada dengan Huwae, Wakil Sekretaris DPAC Saparua, Johanes Matakena, mengatakan, Puttileihalat merupakan figur yang layak untuk memimpin Partai Demokrat Maluku kedepan.
“Pak Bob adalah kader partai yang mengerti betul kondisi partai yang terjadi saat ini, bahkan tidak ragu lagi kredibilitasnya untuk memimpin partai ini lima tahun kedepan,” katanya.
Menurutnya, jika pernyataan sikap ini tidak dihiraukan maka 10 DPAC akan melakukan mosi tidak percaya kepada Ketua DPC dan akan meminta agar Muscalub segera dilakukan.
Sementara itu, Ketua DPC Kabupaten Maluku Tengah, Chris Papilaja, yang dikonfirmasi Siwalima, melalui telepon selulernya, Minggu (7/3), namun tidak berhasil tersambungkan. Short Message Service (SMS), yang dikirimkan berulang-ulang kali tidak dibalas.
Sebelumnya diberitakan, walau jadwal pelaksanaan Musdalub Partai Demokrat Maluku, belum pasti, Jacobus Puttileihalat aktif menggalang dukungan dari pemilik suara.
Salah satu orang dekat Bob, sapaan akrab Puttileihalat, kepada Siwalima mengaku, pihaknya sudah mendapat dukungan mayoritas pemilik suara.
“Kami terus membangun komunikasi dengan semua pimpinan di tingkat kabupaten dan kota. Dan sambutannya sangat positif,” ujarnya kemarin (5/4), sembari meminta namanya tidak dikorankan.
Bob, tambahnya, sangat memahami keinginan dari pimpinan Demokrat di kabupaten dan kota yang menginginkan Demokrat segera mempunyai pemimpin definitif.
“Umumnya teman-teman pemilik suara berharap agar pak Bob mau mengambil alih Demokrat, pasca dilengserkannya Abdullah Vanath karena membangkan perintah partai di tingkat pusat.
Dengan dukungan kuat dari pe-milik suara, sumber ini berharap Musdalub Demokrat dapat ber-langsung cepat dan tidak banyak menguras tenaga.
Bob yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat, memang disebut-sebut calon kuat pengganti Vanath. Selain Bob, ada juga nama mantan Ketua Demokrat Roy Elwen Pattiasina.
Sementara itu, Puttileihalat kepada Siwalima mengaku banyak kader yang datang memintanya untuk mengendalikan Partai Demokrat, pasca ditingal Vanath. Kendati begitu, Bob tetap merendah dengan mengatakan, semua kader mempunyai peluang yang sama besar untuk menduduki posisi ketua Demokrat Maluku.
“Betul banyak yang meminta (saya). Tapi di Demokrat banyak kader dan semua kader mempunyai peluang yang sama,” ujar Bob melalui telepon selularnya, Selasa (2/4) siang.
Demokrat Maluku memang harus melaksanakan Musdalub untuk memilih Ketua DPD pasca dinonaktifkannya Abdullah Vanath dari jabatan itu sejak 24 Februari lalu. Nantinya ketua terpilih bersama formatur akan memilih Sekretaris DPD, karena Melkyas Frans yang semula menempati jabatan tersebut juga dinonaktifkan bersama Vanath.
Keduanya diberhentikan karena membangkang terhadap keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat yang merekomendasikan pasangan Jacobus F Puttileihalat-Arifin Tapi Oyihoe (BOB-ARIF) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Pasca penonaktifan tersebut, DPP Partai Demokrat menugaskan Max Sopacua sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Rezky Aipassa sebagai Plt Sekretaris.
Selain itu pemilihan ketua dan sekteraris juga menyesuaikan dengan amanat Undang Undang, yang mengisyaratkan setiap partai politik harus dipimpin ketua dan sekretaris yang defenitif agar dapat menandatangani berkas pendaftaran calon anggota legislatif DPRD Maluku ke KPU Provinsi. (Siwalima)










