Published On: Wed, Jun 14th, 2017

42 WNA Ilegal Menetap di Passo

Share This
Tags

Keberadaan puluhan warga negara asing (WNA) ilegal yang telah lama menetap di Kota Ambon, terungkap.Tercatat 42 WNA ilegal berasal dari negara Filipina. Tanpa dokumen imigrasi, 42 WNA Filipina itu ternyata telah cukup lama menetap di Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Enam di antaranya diketahui telah menikah dengan wanita asal Ambon. Keberadaan puluhan WNA tercium setelah aparat Satuan Intel Lantamal IX Ambon melakukan penyelidikan sejak sebulan terkahir.

Tim gabungan dari Satintel Lantamal IX dan Imigrasi Kelas I Ambon kemudian melakukan pendataan, Senin (12/6). Tim gabungan terbentuk setelah kantor Imigrasi Ambon menerima surat resmi dari Lantamal IX tentang keberadaan WNA ilegal.

Usut punya usut, ternyata benar, puluhan WNA Filipina tersebut bermukim di RT 19 Negeri Passo. Empat WNA yang telah berumah tangga berdomisili di Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan. Mereka diduga mengikuti istrinya yang merupakan anak negeri tersebut.

Puluhan WNA itu merupakan nelayan tradisional. Mereka tiba di Ambon setelah melakukan pencarian ikan hingga masuk perairan Indonesia. Mirisnya, mereka lolos masuk ke Indonesia tanpa memiliki dokumen penting seperti paspor.

Mereka menetap di Passo setelah tim gabungan menuju kantor Desa Passo menemui L. Mailuhu, Kaur Pemerintahan. Mailuhu membenarkan keberadaan WNA yang menetap di kawasan RT 19 dan sudah menjadi bagian dari warga Passo.

Mendapat info tersebut, tim gabungan menuju rumah Willem Tumaluwene, ketua RT 19 dan menemui Marten Sarimanella, mantan raja Passo.

Didampingi anggota Bhabinkamtibmas Brigpol Ather. M, puluhan WNA tersebut dikumpulkan tepat di pelabuhan Baguala untuk pendataan. Dari hasil koordinasi tim gabungan dengan Bhabinkamtibmas, terungkap puluhan WNA ilegal itu sering berulah. Mereka kerap mabuk usai mengkonsumsi minuman keras dan membawa perempuan ke rumah. Kebiasaan buruk WNA itu meresahkan warga setempat. Warga berharap aparat terkait mengambil tindakan tegas.

“Jadi itu masih dugaan warga negara Filipina walaupun sudah ada penjelasan secara lisan. Tapi kita perlu verifikasi dulu ke kedutaan Filipina di Manado. Kalau memang benar mereka adalah warga negara Filipina,  kita akan ambil langkah selanjutnya,” kata Hendra petugas Imigrasi Ambon yang dihubungi Kabar Timur, Selasa (13/6).

Dari hasil pemeriksaan, puluhan WNA tersebut tidak memiliki dokumen yang bisa membenarkan mereka adalah WNA Filipina. “Mereka mengakunya adalah nelayan. Tapi tidak punya dokumen sama sekali. Paspornya juga tidak ada,” ungkapnya.

Keberadaan mereka di Passo awalnya diduga sebagai anak buah kapal (ABK) setelah kapal nelayan mereka diamankan oleh Lantamal IX Ambon, ternyata tidak benar. “Kapal-kapal mereka tidak ditangkap, tapi mereka nelayan tradisional yang menangkap ikan dan sampai di sini,” terangnya.

Dia mengakui, puluhan WNA itu diketahui  setelah pihaknya disurati Lantamal IX. “Kita dapat datanya dari TNI Angkatan Laut sebulan terakhir ini, makanya kita datang untuk melakukan pendataan. Kalau benar mereka warga Filipina baru kita tahan dan diambil proses selanjutnya,” tutupnya.

Tindakan selanjutnya akan diambil Imigrasi Ambon setelah menunggu hasil verifikasi dengan Kedutaan Besar Filipina di Manado, Sulawesi Utara. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>