Fish & Product Expo and Maluku Expo 31 Juli - 5 Agustus 2010

Siap Menembus Perfilman Hollywood
SIAPA bilang perfilman Hollywood itu sulit ditembus bagi sineas Indonesia.Saat ini hal itu bukan sekadar mimpi.Apalagi perfilman Indonesia tengah bangkit dan mulai menunjukkan prestasi dunia.
Banyak sineas muda Indonesia tengah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bukan saja para pemainnya yang menunjukkan kualitas akting yang mumpuni, tapi orang-orang di belakang panggung pun tak kalah hebat. Buktinya, tak sedikit film Indonesia yang sudah banyak bicara di kancah perfilman internasional.
Bahkan, tak jarang malah mendapatkan penghargaan, baik filmnya maupun aktris atau aktornya. Dengan bekal seperti itu, bukan hal mustahil perfilman Indonesia bisa menembus Hollywood. Optimisme ini diungkapkan Raam Punjabi. Maestro perfilman Indonesia ini juga yakin para insan film Indonesia bisa menembus Amerika.Tidak hanya perorangan, namun juga industri filmnya.
Seperti film Jamila dan Sang Presiden. Film ini disebut- sebut Raam Punjabi akan diikutsertakan dalam ajang penghargaan Piala Oscar.Artinya,sudah ada sebuah langkah positif untuk berkembang. Film garapan Ratna Sarumpaet ini juga berhasil mendapatkan berbagai penghargaan di Asia. Selain film tersebut, masih ada beberapa film Indonesia yang mendapat penghargaan, misalnya Laskar Pelangi.
Sementara untuk sineas Indonesia yang sudah berhasil menembus Hollywood adalah Jane Lawalata. Wanita berdarah Ambon Manado ini merupakan sosok sutradara yang karyanya diakui sineas Amerika ketika ia membuat film Chatterbox. Perjalanannya menembus Hollywood ini terjadi ketika ia menimba ilmu di New York Film Academy (NYFA) Los Angeles.Tugas tesisnya menarik banyak minat production company. Adalah CF2 (John dan Lisa Choman) yang berhasil menarik Jane untuk memproduksi featurefilm. Hasilnya, banyak orang yang puas.
Hal itu memacu Jane untuk mengajak para sineas film Indonesia untuk menembus Hollywood. Kebetulan Jane sudah memiliki jaringan yang bagus. Dia pun mengajak masyarakat untuk mengikuti workshop. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan pengalamannya di dunia film, terutama cara membuat film standar Hollywood. Jane tidak sendirian, dia akan mengajak Happy Salma dan produser Shanker untuk bekerja sama dan menjelaskan tentang perfilman yang sedang berkembang.
Dalam workshop yang akan digelar di planet Hollywood Jakarta, 20-21 Februari nanti,Jane tidak akan terlalu banyak menjelaskan tentang perfilman Indonesia yang sedang berkembang,lantaran Jane melihat film Indonesia sudah mulai bangkit dan orang yang terlibat di dalamnya memiliki skill yang mumpuni. “Sineas Indonesia itu sudah maju.
Kita punya banyak ide, tapi yang kurang digali itu story atau pesan yang ingin disampaikan.Saya akan menceritakan proses sebelum skenario itu jadi,” ungkap Jane dalam jumpa pers kemarin di Jakarta. Menurut Jane, secara skill orang Indonesia itu tidak kalah hebat dengan orang asing. Buktinya, banyak orang Asia yang menguasai Hollywood.
Untuk itu, dia akan mengajak sineas Indonesia untuk lebih maju lagi. “Saya akan perkenalkan jaringan-jaringan saya yang sudah ada di Los Angeles.Banyak teman-teman saya di sana yang siap berbagi pengalaman dan bukan tidak mungkin akan banyak sineas yang dirangkul pihak Hollywood,”aku Jane. Sementara Shanker sendiri menyambut gembira ada orang Indonesia yang mau kembali dan mengajak sineas Indonesia untuk berkembang di tingkat yang lebih tinggi.
Namun, pimpinan Sister- Bros Entertainment ini melihat masih banyak kekurangan dari perfilman Indonesia. “Secaraskillbanyak yang bagus dan bersaing dengan film asing, tapi dukungan teknis masih kurang. Pasarannya masih terbatas, marketingnya belum luas dan itu harus diperhatikan,”kata Shanker.
Dengan kehadiran Jane, Shanker yakin akan semakin banyak sineas Indonesia yang terus berkembang. “Film Indonesia akan tambah maju jika orang-orangnya terus bekerja keras membuat yang terbaik,”sebutnya.(tedy achmad)





