Fish & Product Expo and Maluku Expo 31 Juli - 5 Agustus 2010

Skenario Pencopotan Huliselan dari Sekot
Gesekan kepentingan politik di birokrasi Kota Ambon jelang Pemilihan Walikota mulai nampak. Ini terjadi setelah Walikota Ambon Markus Jopi Papilaja diisukan telah menyiapkan penggantinya kelak disatu sisi, dan keinginan Sekretaris Kota Hesina Johana Huliselan untuk maju dalam bursa pilwakot nanti. Beda kepentingan ini kemudian menjadikan Huliselan sebagai tumbal.
Kepala Dinas Tata Kota Ambon Sam Latuconsina disebut-sebut sebagai figur yang disiapkan Papilaja menjadi Wakil Walikota. Sam Kemudian digadang berpasangan dengan Richard Louhenapessy yang siap menjadi merebut kursi Walikota Ambon setelah dikalahkan juga oleh Papilaja hanya dalam satu putaran. Keduanya sudah beberapa kali melakukan pertemuan, bahkan informasi terakhir keduanya telah mendapat restu dari Abdullah Tuasikal.
Sebelumnya Sam disiapkan Papilaja untuk berpasangan dengan Huliselan. Namun entah kenapa keduanya kini pecah kongsi. Informasi tidak resmi yang diperoleh Ambon Ekspres menyebutkan, penyebab keduanya tidak sejalan karena dugaan keterlibatan Huliselan dalam skandal korupsi NJOP PT PLN dalam pembebasan lahan Air Besar.
Setelah tidak diinginkan lagi bersama Sam, Huliselan ngotot untuk tetap maju dalam bursa perebutan kursi Walikota Ambon nanti. Bahkan sudah ada beberapa partai politik ingin mengusung Huliselan dalam pilwakot nanti. Tim pemenangan Huliselan juga akan segera dibentuk untuk persiapan pertarungan pada 2011 nanti.
Kengototan ini kemudian berbuntut panjang. Huliselan yang jabatannya sebagai Sekretaris Kota Ambon sudah diperpanjang hingga Feburari 2011 nanti, “dipaksa” mundur oleh Papilaja.
Tak hanya wacana pergantian, Papilaja justeru telah membuka pendaftaraan secara terbuka untuk posisi sekot menggantikan Huliselan. “Huliselan itu berdasarkan SK Gubernur Maluku sudah diperpanjang masa jabatannya hingga Februari 2011, namun entah kenapa walikota ingin cepat-cepat menggantikannya,” tandas sumber koran ini, yang enggan namanya disebutkan.
Informasi lain yang diperoleh koran ini, Huliselan pernah dipaksa diam-diam untuk tidak lagi maju dalam bursa pilwakot dengan jaminan tidak akan diganti sebagai sekot hingga 2011. Sayangnya, usulan ini, dimentahkan oleh Huliselan. Dia tetap berkeinginan untuk maju merebut kursi Walikota Ambon yang saat ini dipegang Papilaja.
Keputusan Papilaja mengundang kritik dari gedung wakil rakyar di Belakang Soya. Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Dominggus Muriany mengungkapkan kekecewaanya terhadap kebijakan walikota membuka pendaftaran sekot.’’ Pendaftaran itu seakan-akan tidak menghargai bawahan Walikota yang pantas menduduki posisi Sekot. Tentu pendaftaran itu, tidak tertutup kemungkinan birokrat di luar pemkot yang merebut posisi itu,’’kesal Muriany kepada Ambon Ekspres, kemarin.
Padahal, terang dia, pemerintah kota melalui walikota telah menyiapkan birokrat-birokrat handal untuk membantunya membangun dan melayani warga kota.’’Kan banyak uang rakyat dikeluarkan begitu banyak untuk menyekolahkan dan meningkatkan sumber daya birokrat di lingkungan pemkot. Ada beberapa pejabat di pemkot yang memenuhi syarat. Tapi kenapa buka pendaftaran,’’tegasnya.
Dia mencontohkan, Asisten II Pemerintah Kota, Jhon Soplanit sangat memenuhi syarat sebagai Sekot.’’Kami jadi bingung Walikota punya kebijakan seperti apa, sehingga membuka pendaftaran. Jabatan Sekot kan tergantung pimpinan,’’terangnya.
Dia mengaku, atas masalah itu, pihaknya akan berencana memanggil Walikota untuk menanyakan alsan pembukaan pendaftaran Sekot.’’Kita terus mengawal proses pendaftaran. Nah, jika pendaftaran itu tidak sesuai aturan main kita akan memanggil Walikota untuk meminta penjelasanya,’’pungkasnya. (YOS)Ambon ekspress





