Fish & Product Expo and Maluku Expo 31 Juli - 5 Agustus 2010

Soal Dominasi Dukungan Parpol - Vanath Dinilai Monopolistik
Upaya Abdullah Vanath (incumbent) merangkul hampir semua partai politik (parpol) peraih kursi di DPRD SBT, untuk menjadi peserta pemilukada SBT, Juli 2010 nanti, dinilai sebagai entitas, monopolistik, dan ada upaya menutup kesempatan kepada figur lain yang ingin memimpin daerah itu. Sikap seperti itu tidak pendidikan politik yang baik.
Penilaian ini, disampaikan salah satu pengamat politik lokal Jen Latuconsina ketika dihubungi Ambon Ekspres, kemarin. Pernyataan Latuconsina sekaligus menyikapi rekomendasi puluhan parpol kepada Vanath.’’Perilaku politik merangkul hampir semua parpol merupakan bentuk ketakutan kepada figur lain, yang ingin memimpin SBT. Ini namanya monopolistik, egemonik (gunakan sistim kuasai sistim lain, red) yang tidak mendidik,’’papar Latuconsina yang juga staf pengajar FISIP Unpatti.
Padahal sebagai incumbent (penguasa, red), Vanath semestinya membuka kran demokrasi yang seluas-luasnya kepada figur lain.’’Memang selain menutup kran demokrasi bagi figur lain, ada upaya untuk menghalangi kandidat lainya. Mestinya, sebagai calon incumbent, Vanath harus membuka ruang seluas-luasnya kepada kandidat lain,’’tandasnya.
Kendati di berbagai kesempatan, Vanath menepis sinyalamen kalau ada upaya menghambat calon lain untuk merebut kursi yang di genggamnya, namun Latuconsina menilai upaya ini masih tetap terlihat.’’Ini namanya sistim politik tidak sehat,’’tudingnya.
Semestinya, harap latuconsina, jika elektabilitas Vanath sangat tinggi, dia bisa memberikan kesempatan seluasnya kepada figur lain. Dia mencontohkan, Pemilukada Maluku Tengah 2006 lalu. Saat itu, kata dia, Abdullah Tuasikal (incumbent) memberikan kesempatan seluasnya kepada figur lain.’’Saat itu, tidak ada upaya merangkul parpol sebanyaknya oleh Tuasikal, ’’kesalnya.
Hingga kini, PDIP dan Golkar sebagai peraih kursi di SBT belum menentukan sikap politik untuk mengusung kader terbaiknya. Namun, meski Vanath telah merangkul kurang lebih 16 parpol, namun ada harapan Vanath untuk mendapat rekomendasi kedua parpol besar itu.’’Jika Mukti Keliobas yang juga Ketua DPD Golkar SBT tidak mendapat rekomendasi beringin, maka harus membeli parpol lain. Padahal, Mukti keliobas-Jusuf Paitaha digadang-gadang bakal menghadang dominasi Vanath dengan pasanganya,’’jelasnya.
Lebih jauh dikatakan, jika Keliobas yang merupakan rival terberat vanath tidak mendapat perahu, maka harus ada pasangan calon lain untuk mendampingi vanath dan pasanganya.’’Sesuai ketentuan yang berlaku harus ada dua pasangan calon. Nah, jika Keliobas tidak maju, harus ada pasangan lain untuk meloloskan Vanath. Apalagi, Vanath ingin menang secara aklamasi di SBT,’’katanya.
Ditempat terpisah, kepada Ambon Ekpres, pekan kemarin, Vanath membantah kalau dirinya meminang sejumlah parpol untuk menutup kesempatan kepada figur lain.’’ Tidak ada niat apapun menghalangi sejumlah figur yang ingin maju mencalonkan diri di SBT. Parpol yang mengusung saya, karena kami mengajukan proposal penawaran,’’ terangnya.
Apalagi, kata dia, berdasarkan hasil survey Lembaga Survey Indonesia (:LSI), dirinya banyak diinginkan masyarakat untuk kembali memimpin SBT. ’’Mungkin hasil survey itu, lalu sejumlah parpol mulai mengusung saya. Mungkin mereka melihat peluang menang lalu mereka mengusung saya,’’ katanya.
Tak hanya itu, meski puluhan parpol mulai merapat mengusungnya, dia mengaku, tidak tertutup kemungkinan sejumlah parpol yang belum menyatakan sikap akan mendukungnya. ’’Ada beberapa parpol yang belum menyatakan sikap. Tapi kemungkinan saya diusung terbuka lebar,’’ kata vanath. (YOS) Ambon Ekspress





