Published On: Wed, Jun 14th, 2017

Abdullah Vanath Cs Diperiksa Tim Kejagung

Share This
Tags

Kejaksaan Agung tidak tinggal diam merespon adanya dugaan jaksa “nakal” di Kejaksaan Tinggi Maluku yang kerap bermain kasus. Tim Jamwas bentukan Kejagung beraksi di Ambon. Abdullah Vanath Cs, diperiksa hari ini. Benarkah?

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), membentuk Tim dalam mengusut dugaan permainan kasus yang dilakoni jaksa-jaksa “nakal” di Kejaksaan Tinggi Maluku. Tim yang terdiri dari enam jaksa, Selasa, kemarin telah tiba di Ambon dan bergerak melakukan pemeriksaan internal.

Tim Jamwas bentukan Gedung Bundar itu, dipimpin Inspektur Muda Jamwas, Helmi DM da Silva. Kabarnya tim dibentuk setelah desakan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi antirasuah ini meminta Kejagung mengusut kasus ini setelah menerima laporan tertulis dari salah satu LSM di Maluku.

Kedatangan tim untuk menyelidiki perkara dugaan gratifikasi dan “sepak terjang” oknum jaksa di Kejati Maluku. Siapa oknum dimaksud? Disebut-sebut Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Maluku Ledrik M.V Takandengan masuk dalam “radar” Kejagung terkait kasus dimaksud.

Itu dibuktikan dengan pemeriksaan Ledrik oleh tim gedung bundar. “Diperiksa di ruang kerja yang bersangkutan (Lederik Takandengan),” ungkap sumber kepada Kabar Timur di kantor Kejati Maluku, Selasa (13/6).

Sumber menyebutkan pemeriksaan Ledrik menyangkut kasus terkait uang tunai senilai Rp 2 miliar di Bandara Pattimura Ambon, Desember 2016 lalu. Uang yang konon pecahan Rp50.000 dan Rp 100.000 itu diangkut dalam sebuah koper yang dibawa oleh oknum jaksa Kejati Maluku ke Jakarta menggunakan penebangan komersil.

Berikut terkait sepak terjangnya dalam menyelidiki dan menyidik sejumlah kasus yang disebut-sebut diduga dijadikan yang bersangkutan untuk “mengeruk” rupiah dalam jumlah fantastis.

Sumber mengungkapkan, Ledrik diperiksa oleh Inspektur Muda Jamwas, Tatang. “Tim berjumlah enam orang menuju ruang Kasidik setelah mendarat pukul 11.00 WIT di Bandara Pattimura menggunakan Batik Air,” terang sumber.

Soal jaksa Tatang itu, sumber menyebutkan, yang bersangkutan adalah jaksa yang pernah diperiksa oleh KPK. Tatang diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan barang bukti dalam perkara Tipikor yang pernah terjadi pada BRI Pusat. “Mungkin karena rekam jejak jaksa Tatang, punya pengalaman sehingga masuk tim Jamwas. Tapi yang diperiksa terkait kasus apa di Kejati, kita tidak tahu,” kata sumber lainnya.

Terpisah Kepala Penerangan Hukum Kejati Maluku Samy Sapulette tak menepis informasi soal kedatangan tim Jamwas Kejagung. “Benar ada kunjungan dari Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI. Tujuannya adalah melakukan pemeriksaan internal,” terang Samy melalui pesan singkat kepada Kabar Timur.

Informasi lainnya yang diterima Kabar Timur menyebutkan,  Abdullah Vanath mantan Bupati Seram Bagian Timur, yang kasusnya dikeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2), dalam perkara deposito Pemkab SBT, ikut dipanggil untuk dimintai keterangan.

Hanya saja, apakah terkait ada benang merahnya dengan dana Rp 2 miliar yang dibawa terbang ke Jakarta dengan perkara itu, masih belum diketahui. Selain itu, ada juga sejumlah kontraktor yang ikut dipanggil untuk diperiksa. Pasalnya, dana Rp 2 miliar yang dibawa terbang ke Jakarta itu, disebut-sebut milik kontraktor. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>