Published On: Thu, Aug 11th, 2016

Ada Upaya Perbaiki Kualitas Air di Desa Tone Tanah

Share This
Tags

sumber-air-tanah-air-sumurPekerjaan proyek air bersih yang ditangani oleh Dinas PUPR Provinsi Maluku tahun anggaran 2014 lalu sudah selesai 100 persen, namun kualitas air tersebut oleh masyarakat setempat dianggap tidak layak untuk di minum karena mengandung unsur besi (Fe).

Ada sebagian warga desa yang bisa minum air tersebut dengan melakukan penyaringan manual sendiri, namun ada yang tidak karena takut akan mengganggu kesehatan mereka dikemudian hari.

Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Provinsi Maluku, Lis Labobar, ST. M.Si membenarkan hal ini. Kepada wartwan di Ambon Kamis (11/8) Labobar katakan, di Desa Tone Tanah sulit ditemukan sumber air permukaan sehingga pihaknya mengambil air dari sumur warga yang debit airnya dianggap baik.

Air tersebut dimasukkan ke dalam reservoar kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui titik-titik kran umum yang ditentukkan oleh Kepala Desa setempat.

“Tim yang sudah diturunkan ke Desa Tone Tanah untuk melakukan survey guna mengetahui apakah ada kemungkinan ditemukan sumber air permukaan atau tidak,”katanya.

Ada teknologi pengolahan air bersih dengan proses Saringan Pasir Lambat dan Aerasi. Dijelaskan, Teknologi pengolahan air bersih dengan proses Saringan Pasir Lambat “Up Flow” adalah; teknologi pengolahan air untuk daerah pedesaan yang sederhana, mudah dan murah.

Teknologi saringan pasir lambat yang banyak diterapkan di Indonesia biasanya adalah saringan pasir lambat konvesional dengan arah aliran dari atas ke bawah (down flow), sehingga jika kekeruhan air baku naik, terutama pada waktu hujan, maka sering terjadi penyumbatan pada saringan pasir, sehingga perlu dilakukan pencucian secara manual dengan cara mengeruk media pasirnya dan dicuci, setelah bersih dipasang lagi seperti semula, sehingga memerlukan tenaga yang cucup banyak. Hal inilah yang sering menyebabkan saringan pasir lambat yang telah dibangun kurang berfungsi dengan baik, terutama pada musim hujan.

Untuk mengatasi problem sering terjadinya kebuntuan saringan pasir lambat akibat kekeruhan air baku yang tinggi, dapat ditanggulangi dengan cara modifikasi disain saringan pasir lambat yakni dengan menggunakan proses saringan pasir lambat “UP Flow (penyaringan dengan aliran dari bawah ke atas). Dengan sistem penyaringan dengan aliran dari bawah ke atas maka waktu operasi menjadi lebih panjang, dan cara pencucian media penyaringnya lebih mudah.

Sedangkan pengolahan air bersih dengan Aerasi adalah suatu proses penambahan udara/oksigen dalam air dengan membawa air dan udara ke dalam kontak yang dekat, dengan cara menyemprotkan air ke udara (air ke dalam udara) atau dengan memberikan gelembung-gelembung halus udara dan membiarkannya naik melalui air (udara ke dalam air).

Dikatakan, teknologi ini sangat baik namun karena terbatasnya anggaran sehingga cara menyaring air di Desa Tone Tanah dengan menggunakan gamutu yang diletakkan di dalam sumur.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>