
Football
Milan Daratkan Robinho
Pembelian besar kembali dilakukan AC Milan jelang beberapa jam ditutupnya bursa transfer paruh pertama. Robinho adalah pemain terakhir yang didatangkan Rossonerri ke San Siro.
Seperti dilansir dari situs resmi Manchester City Robinho telah sukses melewati tes medis yang dilakukan hari ini, Selasa (31/8/2010) sore WIB dan itu berarti lengkap sudah segala persyaratan yang dibutuhkan Robinho untuk jadi pemain Milan. Nilai transfer eks Santos sendiri itu tidak diketahui berapa besar.
Robinho berbaju merah hitam dengan status kontrak permanen dan bukan pinjaman selama semusim seperti yang diprediksi sebelumnya. Pemain internasional Brasil itu akan diberi kontrak dengan durasi selama empat tahun.
Dengan begini Robinho akan bergabung dengan kompatriotnya asal Brasil di Milan seperti Alexander Pato, Ronaldinho, Thiago Silva, dan Dida.
Robinho yang bergabung di City dua tahun lalu dengan rekor transfer termahal di Inggris yaitu 32,5 juta poundsterling gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya seperti saat membela Real Madrid. Ditambah dengan hubungannya yang tak harmonis dengan Roberto Mancini, makin tak betahlah si pesepakbola 26 tahun itu di bermukim di Premiership.
“Aku harap bisa bertemu dengan rekan-rekan baru dan menjadi juara bersama mereka. Aku sangat gembira dan Milan adalah klub yang hebat,” tutur Robinho di Football Italia.
Korban kedatangan Robinho kabarnya adalah Marco Boriello yang kini tengah bernegosiasi dengan AS Roma guna melengkapi kepindahannya senilai 13 juta euro.
Juventus Datangkan Bek Baru
Kegiatan belanja Juventus belum berakhir. Menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas ini, Bianconeri mendatangkan bek baru dari Arsenal, yaitu Armand Traore.
Traore adalah pemain berposisi full-back yang juga bisa beroperasi sebagai sayap kiri. Ia didatangkan dari Arsenal dengan status pinjaman. Seperti diberitakan Football-Italia, untuk meminjam pemain berusia 20 tahun itu La Vecchia Signora harus membayar 500 ribu euro kepada The Gunners.
Tidak ada penjelasan apakah Juve memiliki opsi kepemilikan permanen atau tidak untuk pemain asal Prancis tersebut.
“Memiliki kebugaran atletik, kekuatan fisik, dan juga teknik mumpuni. Sisi kiri Juventus kini bertambah dengan kehadiran pemain berkualitas menyusul kedatangan Armand Traore dari Arsenal,” demikian keterangan yang disampaikan La Vecchia Signora di situs resminya, Selasa (31/8/2010) malam WIB.
Traore diproyeksikan mengisi posisi bek kiri yang kemungkinan besar ditinggalkan Fabio Grosso. Pemain nasional Italia ini bakal dilepas karena tak termasuk dalam rencana dari pelatih Luigi Del Neri.
Di hari yang sama, Juve telah mengakhiri kontraknya dengan Mauro Camoranesi dan Jonathan Zebina. Camoranesi kini bergabung dengan Stuttgart, sementara Zebina melanjutkan karir di Brescia
Morientes Gantung Sepatu
Fernando Morientes telah tiba di penghujung karirnya. Mantan striker Real Madrid dan juga Spanyol ini telah memutuskan pensiun dari karirnya sebagai pesepakbola profesional.
Morientes mengumumkan mengakhiri karirnya di lapangan hijau di usia 34 tahun. “Setelah 17 tahun di antara elit sepakbola, itu adalah saat yang sulit saya perlu sedikit demi sedikit menyesuaikannya,” ungkapnya seperrti dilansir Reuters.
Morientes mulai berkibar namanya saat delapan musim merumput di Real Madrid namun dia sempat dipinjamkan ke Monaco. Setelah itu dia sempat memperkuat Liverpool, Valencia dan akhirnya terakhir di Olympique Marseille.
Selama karirnya, Morientes telah dua kali merasakan gelar Liga Spanyol dan empat Piala Eropa (Tiga dengan Madrid dan satu dengan Liverpool di 2005). Ia juga sempat memperkuat timnas Spanyol antara 1998-2007.
Morientes telah menyumbangkan 27 gol dari 74 capsnya. Namun kini Morientes telah menolak beberapa tawaran yang datang dan setelah gantung sepatu dia memilih untuk menjadi komentator.
Hleb Kembali ke Premier League
Setelah sempat meninggalkan Liga Inggris selama dua tahun, Aleksandr Hleb kembali ke Premier League. Gelandang Belarusia ini akan memperkuat Birmingham City.
“Blues (julukan Birmingham) telah melakukan transfer besar dengan mendatangkan Aleksandr Hleb dari Barcelona dengan status pinjaman selama semusim,” demikian keterangan yang diberikan Birmingham melalui situs resminya, Selasa (31/8/2010) malam WIB.
“Pesepakbola Belarusia berusia 29 tahun itu bergabung dengan tim asuhan Alex McLeish hingga akhir musim 2010/11.”
Birmingham merupakan klub kedua asal Inggris yang dibela oleh Hleb. Sebelumnya ia pernah berseragam Arsenal tahun 2005 hingga 2008.
Selanjutnya Hleb hijrah ke La Liga untuk membela Barcelona. Di musim 2009/2010, Barca meminjamkan pemain yang bisa berposisi sebagai gelandang serang atau gelandang sayap ini ke klub Jerman VfB Stuttgart.
“Ini merupakan perekrutan besar bagi kami dan kami sangat gembira bisa mendatangkan Hleb. Dia merupakan pemain yang sangat kreatif dan penuh skill, memiliki dribble yang luar biasa dan memiliki sentuhan serta kecepatan yang sempurna,” ujar McLeish.
Sebelumnya tim yang bermarkas di St Andrews itu sudah mendatangkan Ben Foster, Nikola Zigic, Matt Derbyshire, Enric Valles dan Martin Jiranek.
Konchesky Resmi Milik Liverpool
Liverpool menambah personel untuk lini belakang. ‘Si Merah’ resmi mendatangkan Paul Konchesky. Berapa lama eks pemain Fulham itu dikontrak?
Kabar kepindahan Konchesky ke Liverpool sudah beredar sejak akhir pekan kemarin. Kini pemain berkebangsaan Inggris tersebut sudah resmi menjadi pemain The Reds.
“Liverpool hari ini sudah melengkapi proses transfer Paul Konchesky. Ia dikontrak selama empat tahun,” demikian pengumuman yang disampaikan Liverpool melalui situs resminya, Selasa (31/8/2010) malam WIB.
“Full-back berusia 29 tahun itu bergabung ke Anfield dari Fulham usai mencapai kesepakatan dengan The Reds dan melalui tes medis.”
Sebagai bagian dari kesepakatan, Liverpool mengirimkan Lauri Dalla Valle dan Alex Kacaniklic ke Craven Cottage.
Di Liverpool, Konchesky akan menggunakan nomor punggung 3.
‘Si Merah’ merupakan klub kelima asal Inggris yang dibela oleh Konchesky. Sebelumnya pemain kelahiran 15 Mei 1981 itu pernah memperkuat Charlton Athletic, Tottenham Hotspur, West Ham, dan Fulham. ( nar / nar )
Ibra Tinggalkan Barca karena Guardiola
Zlatan Ibrahimovic memberi indikasi kalau Josep Guardiola adalah alasan utamanya hijrah dari Barcelona. Ibra menyebut Guardiola-lah yang sudah membuyarkan mimpi-mimpinya di Barca.
Ibra akan kembali berlaga di Seri A Italia setelah direkrut AC Milan dari Barca. Kepindahan itu pun menyudahi episode panjang yang melibatkan si penyerang asal Swedia pada musim panas ini.
Masa depan Ibra belakangan memang terus-terusan dispekulasikan, terlebih lagi setelah hubungannya dengan Guardiola dikabarkan tak harmonis lagi. Pada nyatanya, memang itulah faktor utama yang bikin Ibra hengkang dari Barca.
“Saat aku memasuki sebuah ruangan, Guardiola akan keluar. Aku tak tahu apa dia takut kepadaku, atau kenapa. Tapi sang ‘filsuf’ itu sudah menghancurkan mimpiku bermain untuk Barcelona,” cetus Ibra di Football Italia.
Sampai sekarang, penyerang berusia 28 tahun itu pun masih tak habis pikir dengan perlakuan yang dia terima dari sang pelatih Barca. Maka transfer ke Milan pun disambut baik oleh Ibra yang hanya setahun jadi warga Camp Nou.
“Aku akan pergi, tapi sampai hari ini aku tak tahu masalahnya apa. Mempertimbangkan jalannya situasiku, kini aku senang (karena sudah dipinang Milan).”
“Pelatih (Barca) tak menginginkanku di sana dan aku juga tak mau lagi membuang waktuku,” tegas Ibra.
‘Meireles Bukan Mascherano’
Raul Meireles direkrut Liverpool demi mengisi lubang yang ditinggalkan Javier Mascherano. Namun, Meireles menegaskan sedari awal kalau dia tak mau ada di bawah bayang-bayang Mascherano.
Kepergian Mascherano ke Barcelona membuat Liverpool bergegas mencari pengganti untuk menambal lini tengah. Adalah Meireles yang kemudian dibidik.
Pemain Portugal berusia 27 tahun tersebut pun akhirnya sudah resmi direkrut Liveropol dari Porto. Tapi dia langsung minta para fans ‘Si Merah’ tak usah membanding-bandingkannya dengan Mascherano.
“Saya adalah Meireles dan bukan Mascherano, dan fans harus jelas dengan hal itu. Saya harap suatu hari fans Liverpool akan mengingat saya karena sukses di sini,” tutur Meireles kepada Daily Express.
Bicara soal sukses, Meireles sebelumnya telah memenangi empat gelar bersama Porto dan tampil 38 kali bersama timnas Portugal, termasuk di empat partai Piala Dunia 2010.
Meireles pun tentu berharap capaian positif dalam karirnya di dunia sepakbola tak berhenti sampai situ. Sukses lain sudah tentu ingin dia bidik bersama Liverpool dan Manajer Roy Hodgson yang sudah memboyongnya ke Anfield.
“Roy Hodgson adalah sosok kunci buat saya datang ke sini karena dia sudah bekerja keras untuk merekrut saya,” ungkap Meireles.
Ranieri: Roma Tampil Serampangan
Claudio Ranieri kecewa benar dengan penampilan AS Roma ketika hanya main imbang 0-0 kontra Cesena. Allenatore Roma itu bahkan lebih suka melihat performa pemainnya saat kalah dari Inter Milan pekan lalu.
Menghadapi Cesena yang merupakan tim promosi, Roma tak kuasa menunjukkan jati diri mereka sebagai runner-up Seri A musim lalu setelah hanya bisa main imbang tanpa gol.
Hasil tersebut dicapai setelah ‘Serigala’ tampil mendominasi sepanjang pertandingan. Saking dominannya, Roma mampu mencatat penguasaan bola 61%, menyisakan 39% untuk Cesena.
Maka dari itu ketika semua peluang terbuang dan dominasi di atas lapangan tak bisa berbuah gol, Ranieri pun mencak-mencak. Penampilan Roma saat ditekuk Inter 1-3 di Piala Super Italia pekan lalu pun dia nilai lebih bagus.
“Kami terlalu serampangan karena kami tak bisa mengulangi penampilan bagus di Piala Super Italia dengan pergerakan dan pengaturan waktu yang tepat,” ulas Ranieri di Football Italia.
“Karena itulah kami terus menerus memberikan peluang Cesena untuk bangkit dan memadati lini tengah, jadi kian sulit buat kami untuk menemukan ruang,” lanjut dia.
Ranieri memang tak puas dengan penampilan Roma itu pada laga perdananya di Seri A musim ini. Namun, setidaknya mereka punya satu poin untuk memulai musim.
“Ini memang bukan debut yang kami idamkan karena kami ingin menang dan mengawali dengan bagus. Dalam sejumlah hal kami harusnya senang dengan poin ini karena Cesena punya peluang-peluang berbahaya dan cukup terorganisir,” simpul Ranieri.
De Jong: Fokus, City!
Pekan lalu Manchester City sukses melibas Liverpool. Tapi akibat kemenangan itu pula City kini diwanti-wanti untuk ekstra hati-hati lawan Sunderland.
Pada partai pertamanya di Liga Primer musim ini, City tampil cukup menjanjikan setelah menahan Tottenham Hotspur 0-0 di White Hart Lane. Kedua tim itu bersaing ketat berebut tiket Liga Champions musim lalu, di mana Spurs lantas jadi pemenangnya.
Meski demikian, hasil tersebut belum ada apa-apanya dibandingkan hasil yang dituai The Citizens pada pekan kedua ketika mereka kedatangan Liverpool, yang meski musim lalu tampil buruk tetaplah tim raksasa Inggris.
Lewat sebuah penampilan luar biasa, City mereguk sebuah kemenangan dahsyat setelah melumat Liverpool dengan tiga gol tanpa balas. Setelah April 2005, baru kali ini lagi City bisa menang dari Liverpool.
Hasil tersebut jelas membanggakan untuk City. Tapi imbasnya adalah, saat bertemu City tim-tim tangguh Liga Primer kini akan tampil ekstra hati-hati. Sementara tim-tim yang kurang diunggulkan jelas bakal melawan City dengan lebih bernafsu lagi.
Itu mengapa Nigel de Jong minta agar rekan-rekannya harus fokus benar saat melawat ke markas Sunderland di Stadium of Light, Minggu (29/8/2010). Apalagi musim lalu Sunderland sukses main 1-1 di tempat yang sama.
“Kami harus fokus 100% melawan Sunderland karena setelah menang dari Liverpool semua tim akan semakin bersemangat mengalahkan kami,” pintanya di situs City.
“Kami tahu Sunderland akan menyulitkan kami, kami sudah mengetahui itu dari dua pertemuan sengit musim lalu tapi saya pikir mental kami juga sudah lebih baik,” lugas De Jong.
Musim lalu James Milner jadi salah satu bintang kemenangan City atas Liverpool. De Jong pun yakin kalau rekan barunya itu akan jadi andalan saat lawan Sunderland dan tim-tim lain.
“Liverpool adalah pertama kalinya kami memainkan James Miner dan dia membuktikan bisa beradaptasi dengan sangat cepat. Dia akan jadi sosok penting untuk kami musim ini,” pungkas De Jong.
Optimisme Milan Bersama Ibra
Kedatangan Zlatan Ibrahimovic menjadi momen penting untuk AC Milan. Dengan penyerang Swedia itu Rossoneri kini merasa siap melibas tim mana saja, di Seri A atau bahkan Eropa.
Setelah proses panjang di bursa transfer, Ibra dipastikan bergabung dengan Milan yang memboyongnya dari Barcelona. Milan adalah klub Italia ketiga Ibra setelah sebelumnya sempat membela Juventus dan Inter Milan.
Kedatangan Ibra sendiri membangkitkan optimisme di kubu Milan yang musim lalu finis di posisi tiga klasemen di bawah AS Roma dan sang jawara Inter.
“Saya sangat senang. Dengan Ibra, (Alexander) Pato dan Ronaldinho, kami punya daya serang yang tanpa tandingan di Eropa,” seru Wakil Presiden Milan Adriano Galliani di Football Italia.
“Kami tak lagi punya rintangan struktural dibandingkan dengan siapa pun di Eropa atau Italia. Ini adalah tim Milan yang bisa bersaing dengan siapa saja,” lugas Galliani.
Di Seri A, Ibra pernah menorehkan sejumlah prestasi individu semacam predikat topskorer 2009, titel Pemain Asing Terbaik Seri A (2005, 2008, 2009) dan gelar Pemain Terbaik (2008, 2009).
Penantian Empat Tahun Milan Berakhir
AC Milan sebenarnya sudah siap merekrut Zlatan Ibrahimovic pada tahun 2006. Namun kenyataan berkata lain. Setelah menanti selama empat tahun, akhirnya keinginan itu bisa terwujud menjadi nyata.
Ibra resmi berseragam Milan pada Minggu (29/8/2010) dinihari WIB. Rossonerri mendapatkan striker Swedia itu dengan status pinjaman dari Barcelona.
“Setelah Ajax, di mana dia menjadi pemain penting, setelah Juventus, klub pertamanya di Italia, setelah Inter dan Barcelona, kini dia bergabung bersama Milan. Kami begitu dekat untuk mendatangkannya dalam lebih dari satu kesempatan….dan hari ini semua itu menjadi kenyataan,” demikian tulis Milan melalui situs resminya.
“Kami sangat bergembira dengan akhir indah dari negosiasi yang begitu dinamis yang dipimpin oleh Adriano Galliani dan didukung presiden Berlusconi. Tidak ada bola yang digunakan dan gol yang tercipta di antara Galliani dan presiden (Barcelona) Rosell, namun CEO Milan tampak seperti memainkan sepakbola kelas Eropa yang luar biasa dalam beberapa hari terakhir.”
Ibra adalah keinginan Milan yang terpendam. Bahkan di tahun 2006 Milan siap untuk memboyong pemain kelahiran 3 Oktober 1981 itu.
“Peristiwanya terjadi pada musim panas 2006. Tanpa bermaksud mengenang terhadap ketidakadilan serta rasa pahit yang luar biasa waktu itu (skandal calciopoli–Red), malam 9 Agustus 2006 memberikan perbedaan tersebut,” demikian Milan.
“Malam setelah kemenangan 1-0 atas Red Star Belgrade di babak kualifikasi Liga Champions, Milan siap untuk melancarkan usaha pamungkas untuk mendatangkan Ibra.”
“Namun Gabriele Oriali (ketika itu direktur Inter Milan untuk urusan transfer) bertindak dengan sangat baik untuk mendapatkannya sebelum yang lain mendekati. Kini kami mendapatkan Ibra. Selamat datang, striker kelas dunia. Kami telah menantimu untuk waktu yang lama.”
Di Natale Menolak Juventus
Penyerang Udinese Antonio di Natale memutuskan menolak tawaran bermain di klub top Italia, Juventus. Top skorer Seri A musim lalu itu merasa lebih baik menetap dengan timnya saat ini.
“Si pemain … telah menegaskan keinginannya bertahan di Udine. Udinese sangat puas dengan keputusan yang diambil oleh kapten kami, dan menyatakan masalah ini selesai,” demikian pernyataan pihak Udinese dalam situs resminya, Kamis (26/8/2010).
Juve memang sedang gencar memburu pemain top menjelang dimulainya kompetisi Liga Italia musim ini. Buruknya pencapaian di musim lalu membuat Bianconeri begitu serius melakukan pembenahan.
Di Natale dibidik Juve antara lain karena pelatih Luigi del Neri mengungkapkan pihaknya sedang mempertimbangkan kemungkinan menjual gelandang serang Diego dan striker David Trezeguet.
Jika kedua pemain itu lepas, maka “Si Zebra” hanya punya si gaek berusia 35 tahun Alessandro del Piero, Amauri dan Vincenzo Iaquinta sebagai punggawa lini depan.
Di Natale, 32 juga menampik pinangan Parma di musim lalu, sebelum ia mengemas 29 gol di liga, menjadi top skorer, dan terpilih masuk skuad Italia untuk tampil di Piala Dunia lalu.
Persib Bebas APBD, Langkah Lebih Enteng
Persib Bandung adalah satu dari tiga klub di Liga Super Indonesia yang bebas dari bantuan APBD. Ini membuktikan bahwa klub Indonesia sebenarnya bisa berdikari. Langkah mereka bahkan bisa lebih enteng.
Sejak awal musim lalu Persib memang tidak lagi mendapat kucuran dana APBD. Tim kebanggaan warga Jawa Barat itu bergabung dengan dua tim swasta, Arema Indonesia dan Pelita Jaya, sebagai tiga klub mandiri di ISL.
“Dalam merancang APBD sekarang tidak bisa jor-joran. APBD yang untuk olahraga kita prioritaskan untuk infrastruktur dan pembinaan,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf di sela acara strategic policy discussion “meningkatkan potensi daerah melalui identitas lokal dalam olahraga sepakbola” di kantor Wantimpres, Lalan Veteran, jakarta, kamis (26/08/2010).
“Infrastruktur tidak hanya untuk sepakbola, tapi dalam skup yang lebih luas. Pikiran kita adalah bagaimana menumbuhkan kemandirian klub sepakbola,” imbuh Dede.
Untuk menghidupi Persib yang membutuhkan dana sekitar Rp 30 miliar per musim, pengelola menggandeng sponsor. Dengan nama besar yang dimiliki ‘Maung Bandung’, tidak sulit menggaet pihak swasta untuk jadi penyokong.
“APBD puluhan miliar, pasti masyarakat akan bertanya, ke mana itu uang? Masak buat 11 pemain yang bertanding di lapangan saja?” ur dede setengah bertanya.
“Kita harus mengubah rencana strategis agar sepakbola bisa mandiri dan self sustain. Saya yakin, setiap Persib bermain, pasti ada uang yang mengalir di sana,” sambung politisi yang mantan artis itu.
Pencapaian Persib menjadi bukti bahwa pengelolaan klub sepakbola tanpa menyusu pada APBD sangat dimungkinkan. Yang dibutuhkan hanyalah kerja keras dan kreativitas dalam mencari sumber pendanaan untuk mengarungi kompetisi.
“Alhamdulillah, Persib sekarang sudah 100 persen bebas dari dana APBD. Dengan bebas dari APBD itu Persib bisa melangkah lebih enteng,” tandas Dede.
Kali Ini Berapa Gol, Chelsea?
Pesta gol Chelsea di awal musim bisa jadi belum akan berakhir. Setelah menggunduli West Bromwich Albion dan Wigan Athletic masing-masing 6-0, akhir pekan ini Stoke City jadi sasaran empuk The Blues.
Chelsea mengawali musim 2010/2011 dengan hasil terbaik yang bisa mereka raih. Tak cuma menjadi satu-satunya tim yang meraih hasil 100% di dua laga pertama, anak didik Carlo Ancelotti menunjukkan produktivitas yang sungguh luar biasa.
Di pekan pertama, dalam laga di Stamford Bridge, Westbrom langsung digasak tanpa ampun dengan skor 6-0. Hebatnya, kemenangan setengah lusin tersebut ternyata terulang sepekan berselang di DW Stadium, saat melawat ke Wigan.
Jadilah Chelsea penguasa Premier League sementara. Dengan poin enam, John Terry cs unggul atas Manchester United, Arsenal dan Manchester City, yang masing-masing cuma meraih satu kemenanan dan satu hasil imbang.
Akhir pekan ini, fans Chelsea boleh menyiapkan pesta kemenangan besar lainnya. Di depan pendukungnya sendiri mereka akan menjamu tim papan bawah Stoke City.
Tanpa merendahkan Stoke, faktanya klub tersebut memang bukan lawan sepadan buat The Blues. Saat musim lalu Chelsea menggondol status juara, The Potters sudah sangat puas dengan urutan 11.
Kans ‘Si Biru’ untuk mengelar pesta dengan banyak gol juga terbuka sangat lebar. Sekadar mengingatkan, pertemuan kedua tim di tempat yang sama musim lalu berakhir dengan kemenangan telak tuan rumah. Skornya? 7-0 (!)
“Saya bilang musim lalu kalau saya ingin mencetak banyak gol dan mencetak sejarah. Saya tak mau berhenti di sini. Saya mau meneruskannya dan membawa nama saya lebih tinggi lagi,” seru Drogba yang mencetak hat-trick gol di pertandingan pertama plus hat-trick assist di pertandingan kedua.
Pada pertandingan lainnya, Manchester United akan berusaha untuk tidak lagi kehilangan poin saat menjamu West Ham United. Hasil imbang atas Fulham pekan lalu harusnya sudah jadi pukulan telak buat The Red Devils dalam upaya menjaga persaingan dengan Chelsea.
Peluang MU meraih poin penuh dari laga ini seharusnya besar mengingat rekor pertemuan keduanya musim lalu berakhir dengan dua kemenangan MU plus agregat gol yang mencapai 7-0. Kali terakhir ‘Setan Merah’ kalah atas The Hammers adalah pada 29 Desember 2007 dalam laga di Upton Park.
Setelah diimbangi Liverpool di pekan pertama, Arsenal terlihat sudah menemukan kembali performa terbaiknya dengan membenamkan Blackpool 6-0. Hasil tersebut menjadi bekal yang cukup buat The Gunners saat melawat ke Blackburn Rovers.
Dari Anfield, Liverpool akan punya kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan di dua laga pertama. Setelah diimbangi Arsenal dan menelan kekalahan 0-3 atas Manchester City, Westbromwich yang akan dijamu weekend ini harusnya bisa dikalahkan dengan meyakinkan. Tak ada alasan lagi buat The Reds untuk tidak meraih hasil maksimal dalam laga itu.
Sementara penantang The Big Four, Manchester City, akan bertandang ke Sunderland. Melihat performa menawan Gareth Barry cs atas Liverpool pekan kemarin, tiga poin
mutlak dibawa anak didik Roberto Mancini. Kemenangan tersebut juga akan semakin membuktikan keseriusan The Citizens untuk menjadi penantang sejati perebutan gelar juara.
Siapa Pengganggu Barca-Madrid?
Liga Spanyol masih identik dengan rivalitas Barcelona dan Rea Madrid saja. Beberapa klub lain semestinya punya potensi untuk mengganggu dominasi kedua tim raksasa tersebut. Sebisa apa?
Dalam enam musim terakhir misalnya, lima kali Barca dan Madrid menjadi dua tim teratas di klasemen akhir. Pengecualian terjadi di musim 2007/2008, ketika Villarreal menjadi runner up, Madrid juara, dan Barca hanya urutan tiga.
Dirunut lebih jauh, dalam satu dekade terakhir, hanya dua kali gelar juara tidak jatuh ke tangan dua musuh bebuyutan tersebut. Adalah Valencia yang merusak dominasi tersebut saat memenangi La Liga tahun 2002 dan 2004.
Musim 2001/2002 adalah kali terakhir tidak ada Barca dan Madrid di posisi dua besar. Kala itu Barca hanya menempati peringkat ketiga, Madrid keempat, sedangkan titel juara dimenangi Valencia dan runner up Deportivo La Coruna.
Valencia tentu saja tim yang selama ini paling konsisten untuk merecoki Barca-Madrid. Akan tetapi, mereka musim ini malah kehilangan dua pilar utamanya yang di musim lalu mengantarkan El Che finis di posisi tiga besar.
Kondisi keuangan yang terbatas membuat Valencia tak kuasa juga menahan gempuran penawaran terhadap David Villa dan David Silva. Jika Silva hijrah ke Inggris bersama Manchester City, Villa justru memperkuat Barca.
Tim asuhan Unai Emery ini berusaha mendapatkan pengganti yang berkualitas. Aris Aduritz didatangkan dari Mallorca, Roberto Soldado digaet dari Getafe. Kedua pemain ini semestinya cukup mumpuni untuk melengkapi alur serangan yang akan dimotori Juan Mata dan playmaker Ever Banega.
“Kami akan mengejarnya dari pertandingan pertama karena kami punya kepercayaan diri, antusiasme, dan kami telah berlatih dengan baik,” demikian salah satu pemain senior Valencia, Vicente Rodriguez, kepada Super Deporte.
“Selalu ada tim-tim yang bisa merepotkan. Mudah-mudahan tahun ini bisa jadi tahunnya Valencia. Kami benar-benar ingin mendapatkannya tahun ini. Kami harus memberi perlawanan sengit pada Real Madrid dan Barca,” sambung pemain berusia 29 tahun itu.
Sevilla juga adalah kuda hitam yang dalam lima tahun terakhir cukup konsisten berada di jajaran papan atas. Kekuatan mereka masih bertumpu pada duet striker hebat, Frederic Kanoute dan Luis Fabiano. Namun, bek kiri Adriano sudah pindah ke Nou Camp, begitu juga Sebastien Squillaci yang hengkang ke Arsenal.
Atletico Madrid selayaknya memberi perlawanan lebih baik lagi di musim ini, setelah musim lalu tidak konsisten dan hanya menduduki peringkat kesembilan. Dengan nama-nama top seperti Diego Forlan, Sergio Aguero, Simao Sabrosa, Tomas Ujfalusi, Raul Garcia dan Tiago Mendes, mereka semestinya bisa kompetitif.
Tim-tim lain yang “lumayan” adalah Villarreal, Mallorca dan Getafe. Akan tetapi, tim-tim ini paling banter akan memperebutkan tangga keempat, atau bergelut di papan tengah di zona Europa League.
Pemerintah Tak Beri Tenggat Kapan APBD Klub Distop
Pemerintah tidak menetapkan tenggat waktu tertentu untuk klub sepakbola Indonesia berhenti mendapatkan dana dari APBD. Pertimbangannya, saat ini masih merupakan masa transisi.
Hal tersebut disampaikan oleh asisten khusus presiden RI Bidang pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, dalam acara strategic policy discussion bertopik ‘Meningkatkan Potensi Daerah Melalui Identitas Lokal dalam Olahraga Sepakbola’.
“Sekarang ‘kan masa transisi ya. Kami menyadari masih ada kesulitan. Kami terus berusaha agar klub menaati PP,” kata Velix di Gedung Wantimpres, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Seperti diketahui, pemerintah lewat beberapa peraturan tertulis melarang klub-klub sepakbola menerima suntikan dana dari APBD. Aturan-aturan tersebut adalah Pasal 155 PP nomor 58 Tahun 2005; Peraturan Mendagri no 58 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; dan Permendagri no. 13 Tahun 2006 tentang pedoman Pengelolaan keuangan Daerah; serta Surat Mendagri no .903/187/SJ yang berisi pelarangan penggunaan dana APBD secara rutin bagi klub sepakbola.
“Tidak ada target (kapan klub bebas dari APBD–Red). Tapi teman-teman dari Kementerian Dalam Negeri terus melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan klub-klub di daerah,” imbuh Velix.
Saat ini, dari 18 klub di Liga Super Indonesia, cuma tiga klub yang bisa membiayai diri sendiri tanpa tergantung kepada APBD. Mereka adalah Arema Indonesia, Pelita Jaya dan Persib Bandung.
Velix juga menyampaikan arahan dari Presiden SBY yang meminta agar bantuan APBD untuk pembinaan olahraga tidak hanya disalurkan untuk klub sepakbola saja.
“Sepakbola ‘kan cuma salah satu jenis olahraga yang pembiayaannya dibantu pemerintah. APBD tidak hanya untuk sepakbola, tapi juga buat olahraga lainnya,” tandas Velix.
Fergie Salahkan Penalti Gagal
Peluang membawa pulang poin penuh dari lawatan ke Fulham terbuang setelah Manchester United cuma bisa bermain imbang 2-2. Kecewa dengan hasil tersebut, Sir Alex Ferguson menyalahkan penalti yang gagal.
Lewat gol Paul Scholes dan bunuh diri yang dibuat Brede Hangeland, Manchester United sempat mengungguli Fulham dengan skor 2-1 saat laga masuk menit 84. The Red Devils bahkan terlihat akan memenangi laga saat wasit menunjuk titik putih di kotak penalti tuan rumah menyusul handball Damien Duff.
Tapi harapan melebarkan keunggulan menjadi 3-1 batal terwujud. Nani yang maju sebagai eksekutor gagal melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Sepakannya ke arah kanan gawang berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Stockdale.
Dari situlah bencana buat “Setan Merah” berawal. Soalnya hanya tiga menit setelah kegagalan Nani, tuan rumah malah mampu mencetak gol keduanya yang sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui Hangeland.
“Saat Anda punya peluang untuk mengamankan kemenangan dengan sebuah penalti, maka Anda harus memaksimalkannya. Itu sebuah peluang yang terbuang dan itu membangkitkan mereka, menyemangati penonton dan mereka mencetak gol penyama di akhir laga. Saat kami mencetak gol kedua, saya berpikir ‘kami selamat dari sini’,” sahut Fergie di Eurosport.
Kegagalan meraih poin penuh di Craven Cottage membuat MU sementara tertinggal dua poin dari Chelsea yang sebelumnya tampil meyakinkan dengan meraih kemenangan 6-0. Meski kompetisi baru dimulai, Fergie menyayangkan ketidakmampuan timnya meraup poin maksimal.
“Tapi Anda gagal melakukan penalti yang membuatnya menjadi 3-1, Anda membuang dua poin begitu saja dan itu yang saya takutkan. Anda tak ingin membuang poin dengan cara yang konyol dan kami melakukannya hari ini. Kami tak bisa menghindari itu. Ada peluang unggul 3-1 dengan hanya tiga menit pertandingan tersisa dan kami tak bisa meraihnya,” tuntas Fergie.
Mau Perjuangkan Tempatnya, Adebayor Tolak Madrid
Emmanuel Adebayor tidak tergoda tawaran Real Madrid karena masih ingin merebut posisi reguler di Manchester City. Tetapi striker Togo itu tidak menyangkal posisinya di tim belum lah aman.
Adebayor dibangkucadangkan Roberto Mancini di laga perdana versus Tottenham Hotpsur pekan silam. Keputusan ini menimbulkan spekulasi bahwa eks pemain Arsenal ini mulai kurang dipercaya untuk menjadi ujung tombak The Citizens.
Setelah laga, Adebayor menemui Mancini secara khusus untuk membicarakan soal posisinya. Kabarnya pembicaraan berlangsung baik kendati sang pemain tidak memungkiri bahwa dirinya bisa saja hengkang.
Beberapa waktu lalu Madrid dikabarkan tertarik untuk merekrut seorang striker. Setelah gagal merayu Didier Drogba, Adebayor lantas dibidik sebagai penggantinya. Dana sebanyak 20 juta poundsterling akan disiapkan klub Spanyol itu untuk mendaratkan Adebayor.
“Saya bicara kepada manaher setelah laga Spurs dan itu bagus. Tapi manajer bisa saja berubah pikiran. Hari ini dia menyukai Anda,” ungkap Adebayor di ESPN.
“Kemudian dia bisa saja mengeluarkan Anda. Saya tidak ingin berpikir terlalu jauh soal masa depan. Siapa tahu? pada Januari (bursa musim dingin) mungkin manajer ingin saya pergi – atau saya yang meminta pergi.”
Penyerang berusia 26 tahun tampaknya belum berminat untuk meninggalkan Eastlands. Adebayor masih berhasrat merebut tempat di skuadnya.
“Anda harus memperjuangkan tempat Anda. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari klub ini dan saya mencintai tantangan disini. Sekarang saya ingin menunggu kesempatan saya. Saya bermain untuk sebuah klub terbesar di Ingris dan saya perlukan sekarang adalah bermain dan mencetak gol,” tegas dia.
Carroll: Harapan Magpies, Masa Depan Inggris
Menggunakan nomor punggung yang sama dengan Alan Shearer, 9, Andy Carroll mencetak tiga dari enam gol kemenangan Newcastle United atas Aston Villa. Baru 21 tahun, dia jadi harapan The Magpies dan masa depan timnas Inggris.
Carroll jadi bintang saat Newcastle menjalani laga kandang pertamanya usai kembali promosi ke Premier League. Minggu (22/8/2010) malam WIB dia mencetak separuh dari kemenangan enam gol The Toon Army atas Aston Villa.
Hat-trick Carroll tersebut bisa jadi akan lebih menarik perhatian publik Inggris dibanding kemenangan dengan skor 6-0 yang diraih Arsenal sehari sebelumnya, dan Chelsea yang bahkan dua kali beruntun mencetak setengah lusin gol.
Sebabnya adalah status kewarganegaraan Carroll yang asli Inggris dan fakta bahwa dia baru berusia 21 tahun (lahir 6 Januari 1989). Pesepakbola yang sudah bermukim di St James Park sejak 2006 itupun diharapkan bakal menjadi pahlawan baru Newcastle dan tentunya melanjutkan tradisi striker hebat yang dipunya The Three Lions.
Di Newcastle sendiri, meski masih sangat belia, Carroll sudah dapat kepercayaan tinggi dari pelatih Chris Hughton untuk jadi pilihan utama di lini depan. Bukan itu saja, sejak musim lalu dia dipercaya memakai nomor punggung sembilan, nomor yang sebelumnya menjadi milik pemain besar klub tersebut seperti Alan Shearer, Jackie Milburn dan Andy Cole.
“Ini perasaan yang hebat, terutama di hadapan fans di kandang sendiri. Saya seperti berada di bulan dengan tiga gol tersebut. Saya menikmati permainan saya, saya senang menjadi nomor sembilan di klub, tapi saya hanya ingin melakukan yang terbaik buat tim ini,” sahut Carroll di BBC usai laga.
Carroll mengawali karir sepakbolanya di akademi sepakbola Newcastle dan dipercaya tampil di Piala UEFA saat masih berusia 17 tahun dan 300 hari, menjadikannya pemain termuda klub tersebut yang tampil di kancah Eropa. Gol pertama yang dia cetak adalah ke gawang Juventus dalam sebuah laga persahabatan di tahun 2007.
Sempat dipinjamkan ke Preston North End selama semusim, Carroll balik ke St James Park tahun 2008. Namun dia harus menunggu hingga musim 2009/2010 untuk bisa dapat kesempatan bermain lebih banyak, menyusul banyak hengkangnya striker utama Newcastle seperti Michael Owen, Mark Viduka dan Obafemi Martins.
Kesempatan tersebut mampu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Carroll lewat performa gemilang dan gol-gol yang terus hadir dari kaki dan kepalanya. Mulai menjadi bagian dari skuad utama, dia menyudahi musim 2009/2010 dengan total melesakkan 19 gol di semua kompetisi, 17 di antaranya di liga.
Dengan tubuh besar, kekuatan fisik, tembakan keras dan tandukan yang sangat baik, Carroll banyak disama-samakan dengan legenda Newcastle, Alan Sherar. Mampukah pemilik lima caps untuk timnas Inggris U-21 itu membayar ekspektasi fans Magpies dan publik Inggris?
( din / rin )
Tolak BBC, Fergie Terancam Sanksi FA
Baru dua pekan Premier League dimulai, Sir Alex Ferguson kembali terancam dapat sanksi dari FA. Dia menolak melakukan wawancara dengan stasiun televisi BBC usai Manchester United diimbangi Fulham.
Sudah sejak tahun 2004 Fergie tak memberikan pernyataan apapun pada BBC. Perseteruan tersebut berawal dari sebuah acara televisi nasional Inggris tersebut yang menayangkan sebuah program yang menyoroti sepak terjang anak pelatih asal Skotlandia itu, Jason.
Dalam sebuah acara yang bertajuk ‘Father and Son’ itu BBC menyebut Jason hanya mengeksploitasi nama besar orang tuanya untuk mendapatkan pengaruh dalam pekerjaannya sebagai agen pemain. Kondisi yang disanggah dengan keras oleh Fergie dengan menyebut BBC tak punya bukti akan hal tersebut.
Sejak saat itu Fergie sama sekali tak pernah lagi memberikan keterangan pada BBC usai laga di Premiership, meski stasiun televisi tersebut merupakan pemegang hak siar Liga Inggris. Kondisi yang kemudian membuat FA musim lalu membuat aturan yang mengharuskan pelatih mau diwawancara jika BBC memintanya setiap habis pertandingan.
Namun usai bermain 2-2 dengan Fulham beberapa jam lalu, Fergie ternyata masih melanjutkan mogok bicaranya pada BBC. Dia kembali mengirim asistennya, Michael Phelan untuk memberi keterangan resmi.
“Premier League merasa kecewa karena BBC dan Manchester United belum mampu memecahkan masalah ketersediaan Sir Alex Ferguson untuk melakukan wawancara pascapertandingan. Kami tentu saja akan terus memonitor situasinya dan menawarkan bantuan yang dibutuhkan semua pihak untuk meredakan masalah ini,” demikian pernyataan resmi FA yang dirilis Reuters.
Meski FA berjanji akan membantu menengahi masalah tersebut, Fergie tetap terancam sanksi. Soalnya dia telah melanggar aturan soal kewajiban melakukan wawancara yang sudah diberlakukan sejak musim ini
“Bagaimanapun, ini adalah pelaggaran terhadap aturan Premier League dan dewan kami akan mempertimbangkan tindakan yang akan diambil pada pertemuan selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung di akhir September,” lanjut pernyataan tersebut.




