Published On: Tue, Jul 1st, 2014

‘Aljazair Kini Jadi Tim yang Disegani’

Share This
Tags

aljazairafpiPerjalanan Aljazair di Piala Dunia 2014 akhirnya terhenti di babak 16 besar. Kendati demikian, bek Aljazair Madjid Bougherra tetap bangga dengan pencapaian timnya.

Di Piala Dunia 2014, Aljazair sukses mencatat sejarah. Setelah selalu gagal di fase grup, tim ‘Rubah Gurun’ akhirnya untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar.

Jerman kemudian menjadi lawan Aljazair di babak 16 besar. Menghadapi salah satu kekuatan Eropa itu di Estadio Beira-Rio, Selasa (1/7/2014) dinihari WIB, Islam Slimani dkk. tampil solid dan mampu merepotkan Jerman.

Aljazair kemudian mampu memaksakan laga untuk dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah skor 0-0 tetap bertahan hingga 2×45 menit. Namun gol-gol dari Andre Schuerrle dan Mesut Oezil kemudian memupus asa Aljazair.

Aljazair sempat memperkecil ketertinggalan lewat Abdelmoumene Djabou. Tapi gol itu tak cukup untuk Aljazair. Skor 2-1 untuk Jerman tetap bertahan hingga pertandingan selesai dan Aljazair harus mengakhiri kiprahnya di Brasil.

Meski gagal melangkah lebih jauh lagi, Bougherra tetap bangga pada timnya. Aljazair kini dinilainya mulai mendapat respek dari tim-tim lainnya.

“Kami bisa bangga dengan tim ini. Terima kasih untuk semua yang bekerja keras untuk kami. Aljazair adalah tim yang bagus dan sekarang kami dihormati,” ucap Bougherra kepada beIn Sports seperti dikutip Football Espana.

“Saya harap harga pemain-pemain Aljazair akan meningkat karena kami layak dan kami dipandang sebelah mata,” lanjut Bougherra.

“Ada banyak hal positif. Terima kasih untuk publik Aljazair, yang selalu mendukung kami, dan orang-orang Brasil yang juga mendukung tim ini,” katanya menambahkan.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>