Published On: Thu, Apr 6th, 2017

ASN Terjaring Razia Rumah Kopi, Pemkot Harus Tindak Tegas

Share This
Tags

Komisi II DPRD Kota Ambon mendesak Pemkot  tindak tegas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) nakal yang terjaring razia di rumah kopi beberapa hari lalu. “Sebenarnya bukan hal baru bagi pemkot dalam hal ini mendapati ASN suka masuk keluar rumah kopi saat jam kerja. Tapi, ini sudah terjadi beberapa ta­hun yang lalu terkait dengan kinerja pegawai negeri atau ASNnya,  se­hingga BKD harus ambil tindakan tegas,” jelas anggota Komisi II DPRd Kota Ambon, Jusuf Latu­meten kepada Siwalima di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (5/4).

Latumeten menyesal­kan tindakan para ASN yang sengaja melakukan aktivitas saat jam kerja, mengingat masih banyak pekerjaan yang harus dila­kukan Pemkot untuk mem­bawah Kota Ambon ini jauh lebih baik kedepan.

“Pegawai yang melaku­kan hal seperti itu sangat disayangkan, masih ada banyak mas­yarakat di luar sana yang mem­butuhkan pelayanan ASN. Jadi ini harus ditindak tegas,” ujar Latu­meten.

Sebelumnya diberita­kan, puluhan ASN terja­ring razia di sejumlah rumah kopi di Kota Ambon Selasa (4/4). Dari razia mendadak yang dilaku­kan tim gabungan antara Badan Kepegawaian Dae­rah (BKD) Maluku dan Badan Kepegawaian Kota (BKK) Ambon serta Satpol PP ditemukan puluhan ASN berada di luar kantor saat jam kerja dan memilih santai di rumah kopi.

Pantauan koran ini, razia bersama ini dilakukan dengan mendatanggi sejumlah rumah kopi, toko, swa­layan dan warung. Terdapat sejum­lah ASN dari Pemkot Ambon, Pemprov Maluku bahkan ada juga dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berhasil terjaring.

Para aparatur ini kemudian didata dengan menunjukan identitas se­perti KTP, SIM maupun ID card kepegawaian. Banyak pegawai yang mencoba melarikan diri, namun berhasil dicegat oleh tim  karena kedapatan berada di rumah kopi ketika razia dilakukan.

Bahkan ditemukan ada  ASN yang tidak dapat menunjukan identitas dirinya kepada petugas gabungan. Ketika ditanya terkait dengan iden­titas seperti KTP, SIM maupun kartu nama, ASN yang bersangkutan me­ngaku  tidak memiliki dan itu mem­buat petugas kebinggungan, pada­hal yang bersangkutan mengenakan pakaian dinas lengkap.

Kepala BKK dan SDM Kota Ambon, Benny Selanno kepada warta­wan di ruang kerjanya, Selasa (4/4) membenarkan kalau razia tersebut menemukan sebanyak 41 ASN yang berada di luar kantor pada jam kerja.

“Jadi baik ASN dari Pemkot maupun Pemprov Maluku bahkan ada juga dari kabupaten lain yakni MBD, ditemukan berada di rumah makan dengan mengenakan pakaian seragam,” ujar Selanno.

Tujuan dari digelarnya kegiatan ini adalah memaksimalkan waktu kerja aparatur pada saat jam kantor.

“Efisiensi kerja pegawai itu diatur oleh aturan dimana harus kerja mulai pukul 08.00-12.00 WIT dan diberikan 1 jam untuk beristirahat. Kemudian kembali bekerja hingga pukul 16: 15 WIT baru bisa pulang ke rumah,” kata Selanno.

Olehnya tambah Selano, bagi ASN yang sudah didata, akan dipanggil dan dimintai keterangan terkait dengan keberadan mereka di luar kantor. “Jam kerja maka pegawai harus bekerja bukan berada di luar kantor kecuali ada pendelegasian wewenang dari atasan,” ujarnya.

Untuk lanjutnya, bagi yang terja­ring akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan ASN yakni sanksi berat, sedang dan ringan tergantung pelanggaran yang dilakukan ASN bersangkutan. (S-44)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>