Published On: Tue, Jan 19th, 2016

Assagaff Diduga Terlibat SK PNS Palsu Pemprov Maluku

Share This
Tags

SK-PALSU-ILUSTRASITerbongkarnya kasus Surat keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) palsu dilingkup pemerintah provinsi (Pemrov) Maluku yang dilakukan oleh dua pegawai ML alias Itje dan NT alias Poppy yang diduga bekerja sama dengan Supiah Assagaff.

Sesuai pengakuan dua pelaku pencetak SK palsu tersebut yakni ML yang sehari-harinya bertugas pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku dan NT yang sehari-harinya bertugas pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haulussy Ambon, dalam merekrut calon korban, kedua pelaku tersebut bekerja sama dengan Supiah Assagaf.

“Namun lucunya baik ML maupun NT mengaku kalau keduanya sama sekali tidak mengenal Supiah Assagaff, selama ini kedua pelaku hanya berhubungan dengan Assagaff lewat telepon,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku, Maritje Lopulalan di Ambon, Selasa (19/1).

Dijelaskan lebih lanjut, Baik ML maupun NT mengakui, selama melakukan aksinya menipu para korban, kedua pelaku selalu berhubungan dengan Supiah Assagaf lewat telepon, ketika ditanya mengenai keberadaan Supiah Assagaf, kedua pelaku mengakui Supiah Assagaf berada di Makasar.

Lopulalan mengatakan, Sesuai pengakuan kedua pelaku, tanda tangan mantan Sekda Maluku, Ros Far Far discan oleh kedua pelaku, begitu juga dengan dokumen SK tersebut, mereka juga yang menggandakannya.

Sejauh ini lanjut Lopulalan sebanyak 14 orang kobran penipuan yang dilakukan ML dan NT yang telah melaporkan hal tersebut ke BKD provinsi Maluku, sedangkan kisaran uang yang berhasil diraup kedua pelaku dari aksi mereka yakni sebanyak lebih dari Rp.200 juta.

Para korban yang ditipu tersebut diberikan SK pada beberapa instansi berbeda dilingkup pemerintah Provinsi Maluku antara lain, Dinas Perhubungan, Sekretariat DPRD, Dinas Kesehatan, Dinas Infokom, serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku.

Praktek penipuan yang dilakukan kedua pegawai dilingkup Pemerintah Provinsi tersebut, menurut pengakuan keduanya telah dilakukan mereka sejak tahun 2011 silam. Kini baik ML maupun NT telah diamankan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu salah satu korban penipuan, Diana Faubun kepada wartawan mengatakan dalam kasus tersebut dirinya mengalami kerugian sebesar Rp30 juta.

“Uang tersebut diberikan ibu saya kepada ibu Itje sekitar tahun 2014 silam, Ibu Itje berjanji akan mengatur sehingga saya menjadi PNS di pemerintah provinsi Maluku, “ beber Faubun.

Ditambahkannya, beberapa waktu kemudian, dirinya mendapat copian SK pengangkatan sebagai PNS dilingkup Dinas kesehatan Provinsi Maluku tertanggal 25 Mei 2014 yang ditanda tangani oleh Sekda provinsi Maluku saat itu, Ros Far far dengan Nomor Induk Pegawai, 199212092014042004, golongan ruang II A, dengan besaran gaji pokok Rp.1.671.440.00.-

Namun ketika dirinya membandingkan SK copian yang didapatnya itu dengan SK pengangkatan milik ibunya, ternyata terdapat beberapa kejanggalan, antara lain, tidak terdapat argo dalam SK miliknya dan juga tembusan SK copian tersebut juga tidak sempurna.

“Ketika saya menanyakan hal tersebut kepada ibu Itje, saya malahan dimarahi oleh beliau dan akhirnya saya hanya menunggu kejelasan Sk tersebut. Padahal tidak tahu kalau SK tersebut palsu,” akunya.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>