Published On: Wed, Jan 3rd, 2018

Assagaff Irup Peringatan 200 Tahun Martha Cristina Tiahahu

Share This
Tags

MENJADI Inspektur Upacara (Irup) pada momen peringatan dua abad Pahlawan Nasional Martha Cristina Tiahahu, yang di­pusatkan di Desa Abubu, Kecamatan Nusa Laut, Kabu­pa­ten Maluku Tenggah (Malteng), Selasa 2 Januari 2018. Gubernur Maluku Said Assagaf, menantang para generasi muda di tujuh negeri adat ini, serta anak-anak muda Maluku secara umum un­tuk memiliki semangat juang yang sama.

“Usia muda bukanlah peng­halang untuk berkarya mem­bangun negeri. Kesederhanaan bukan masalah. Ada banyak cara dan metode untuk rubah ke­lemahan menjadi kekuatan. Tantangan jadi harapan, “ tandas Assagaff.

Tantangan yang dimaksudkan Assagaff, adalah bukan dengan mengangkat senjata tuk berperang. Namun harus mampu berkompetisi, karena jika tidak bisa bersaing, maka generasi kita akan mengalami penjajahan zaman now.

“Kemajuan teknologi di satu sisi itu merupakan sebuah lompatan yang memberikan banyak kemudahan. Tetapi disisi lain, bisa saja menjadi salah pemanfaatan oleh pihak luar untuk menjajah kita, “ ujarnya. Yang menambahkan bahwa jebakan teknologi iti sendiri dengan berbagai tawaran yang menarik, padahal menyesatkan. Inilah yang dimaksudkannya sebagai penjajahan zaman now.

Menurut dia, peringatan 200 tahun Martha Chris­tina Tiahahu ini, mengajak kita untuk belajar dari seorang gadis belia yang memiliki semangat juang pantang menyerah. Untuk itu, dia mengajak kaum perempuan Maluku untuk berani keluar berkarya dan mendedikasikan diri dalam kerja nyata.

Ini kisah singkat perjuangan gadis pemberani yang diberi gelar Ina Ata. Gadis yang lahir pada tanggal 4 Januari 1800 di Desa Abubu, Nusalaut ini merupakan putri sulung dari Kapitan Paulus Tiahahu, salah satu pemimpin tentara rakyat Maluku. Dialah Martha Christina Tiahahu, srikandi dari tanah Maluku. Usianya baru 17 tahun tatkala Ia terjun langsung dalam medan perang melawan tentara kolonial Belanda.

Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua.

Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.

Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw – Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang tampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh ber­sama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman.

Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.

Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengor­banan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. (Rakyat Maluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>