Published On: Mon, Mar 13th, 2017

Attamimi Minta Assagaff Lanjutkan Janji Ralahalu Soal Tanah Eigendom

Share This
Tags

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff diminta menindaklanjuti persetujuan mantan Gubernur sebelumnya, Karel Albert Ralahalu terkait bedah kasus Riwayat kepemilikan sampai pada Hibah Tanah Eigendom Verponding Nomor 986, 987 dan 988 yang sudah ditandatangani oleh mantan Gubernur Maluku tahn 2010 dan ditujukan kepada Biro Hukum Pemprov Maluku saat itu.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT. Maluku Membangun, Lutfi Attamimi di Ambon, Senin (13/3/2017), sebagai ahli waris dari pemilik awal Njimas Sitti Aminah (Ossa).

Menurutnya, bedah kasus ini dimaksudkan untuk membuka tabir kebenaran mengenai pemilik sebenarnya dari 3 potong tanah Eigendom Verponding yang selama ini sudah dimanipulasi lewat penerbitan sejumlah sertifikat tumpang tindih yang dikeluarkan BPN Kota Ambon.

“Persetujuan bedah kasus tersebut sudah disetujui oleh mantan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu yang ditujukan kepada Biro Hukum Pemprov Maluku tahun 2010, yang dibubuhi tandatangannya,”ungkap Attamimi.

Dia menjelaskan, asal muasal kepemilikan Tanah Eigendom Verponding di Maluku dimulai ketika Njimas Entjeh Sitti Aminah (Ossa) bersama suaminya membeli beberapa bidang tanah dengan status Hak Milik (Eigendom) berdasarkan Overschrijvings Ordonnantie S.1834-27, yang selanjutnya didaftarkan di kantor Overschrijvings Ambtenaar dan selanjutnya dimintakan pengesahan Raad van Justitie di Batavia pada tahun 1938.

Lanjutnya, sesudah itu diumumkan dalam lembaran Negara Belanda dan dicatat pula pada Lembaga Arsip Hindia Belanda (ARNAZ), kemudian setelah Indonesia merdeka, hak-hak ini telah dicatat pula pada Arsip Nasional RI (ANRI) di Jakarta meliputi, Eigendom Verponding Nomor 986, 987 dan 988.

Untuk itu, Attamimi meminta Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff agar dapat menindaklanjuti janji mantan Gubernur Maluku sebelumnya, agar dapat membentuk tim guna melakukan telaah dan bedah kasus tanah Eigendom dimaksud.

Tujuannya agar ada kejelasan terkait kebenaran status tanah Eigendom yang selama ini sudah dimanipulasi lewat sejumlah sertifikat dan menguntungkan sejumlah pihak baik di Pemerintahan maupun Pengusaha yang memiliki banyak uang.(TM05)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>