Published On: Tue, Apr 3rd, 2018

Ayu Hasanussy Tunggu Rapimnas

Share This
Tags

Setelah didesak kembalikan aset partai dan digoyang ancaman Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPRD Maluku kubu DPD Partai Hanura Maluku versi Ayu

Hasanussy mengaku belum menyiapkan ‘serangan balik’ pasca putusan PTUN. Ayu menyatakan untuk menyikapi rivalnya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yakni, Yasin Payapo, dia tidak akan bertindak seperti preman sebagaimana hendak dilakukan Yasin pada dirinya.

“Beta ini perempuan intelek, tau hukum. Bukan macam dong yang kayak preman itu. Dunia politik itu bukan saling membinasakan, tapi harus merangkul orang. Jelasnya tunggu Rapimnas Hanura tanggal 5-6 April ini. Sikap kita seperti apa, nanti diputuskan,” ujar Ketua DPD Partai Hanura Maluku Ayu Hasanussy kepada Kabar Timur, Sabtu pekan kemarin.

Ayu mengatakan, meski status kepemimpinan DPD Hanura Maluku menegaskan keabsahan pihaknya pasca putusan tersebut, dia tidak akan bertindak ‘ekstrim’ seperti yang pernah dialaminya dari kubu Yasin Payapo. Sebelumnya Yasin Payapo Cs meminta Ayu mengembalikan semua aset partai. Yakni, dokumen, bendera, mobil ambulance Partai Hanura.

Dan satu mobil yang diberikan oleh Sekjen Osman Sapta Odang (OSO). Namun Ayu bersikeras, kubu Yasin Payapo Cs akhirnya mengancam meminta bantua Polisi untuk pengembalian tersebut. Bukan saja itu,  Ayu Hasanussy juga pernah diancam di-PAW-kan selaku anggota DPRD Maluku oleh kubu Yasin Payapo.

Terpisah, Ketua OKK DPD Partai Hanura Maluku Faraid Souwakil menjelaskan, berdasarkan putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 19 Maret 2018 lalu, maka SK Kemenkumham Nomor N.HH.11.01 Tahun 2018 tentang Resposisi Kepemimpinan DPP Hanura periode 2015-2020 dan SK DPW tentang kepengurusan Struktur Partai Nomor SKEP/361/DPP-Hanura/I/2018 menjadi tidak berlaku.

Dengan keputusan ini, ujar Faraid, kepengurusan yang disahkan pada 17 Januari dengan Ketum OSO dan Sekjen Herry Lontung Siregar untuk sementara dikembalikan ke kepengurusan sebelumnya. “Kami minta agar teman-teman di sebelah patuhi aturan hukum yang berlaku,” tandas Faraid kepada Kabar Timur.

Ditanya soal sikap DPD Partai Hanura terhadap kader yang kemarin-kemarin menyeberang ke Yasin Payapo, dia enggan berkomentar. Menurutnya yang prioritas saat ini adalah sikap seluruh kader  menghadapi momen-momen politik, Pilgub Maluku 2018, Pilpres dan Pileg 2019.

Dan untuk mereka yang masih menyatakan, putusan sela PTUN tidak memiliki dampak, dia meminta pikiran seperti itu dihentikan, karena tidak efektif dalam menghadapi momen-momen politik dimaksud.

“Karena bicara Pilpres dan Pileg parameternya bagaimana sosialisasikan Hanura dulu. Artinya bicara Capres yang dibicarakan adalah kursi di DPR RI. Kita juga menghadapi Pilgub, bagaimana dengan kandidat yang diusung? maksudnya jangan sampai kita malu di mata kandidat kalau Hanura tidak maksimal,” tandas Faraid. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>