Published On: Mon, Oct 24th, 2016

Bakal Ada Kejutan di Kasus Bandara Arara

d0c446c9068133309c0dd46b190e401a_xlSetelah memeriksa sejumlah sak­si, penyelidikan kasus dugaan korupsi stu­di kelayakan proyek perencanaan pem­ba­ngunan bandara di Desa Arara Kecamatan Se­ram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, mulai ada titik terang.

Kejaksaan Negeri Maluku Tengah Ca­bang Wahai disebut-sebut telah memiliki cu­kup bukti untuk menaikan penanganan pro­yek tahun 2015 senilai Rp 800 juta itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Namun untuk memastikan itu, sejumlah pihak masih akan dikorek keterangan oleh tim jaksa penyelidik yang dipimpin Kacab­jari Wahai, Ajit Latuconsina.

Dalam kasus ini korps Adhyaksa pekan kemarin telah memeriksa Gubernur Maluku periode 2003-2013, Karel Albert Ralahalu dan Kepala Dinas Perhubungan Maluku Benny Gaspersz.

Korps baju coklat juga telah memeriksa Kasubag Keuangan Selly Takaria, Ke­pala Bidang Perhubungan Udara Jhon Ran­te, dan Kepala Bidang Perencanaan An­dre Wijayakusuma. Mereka diperiksa  me­nyang­kut mekanisme studi ke­la­yakan proyek pembangunan Ban­dara Arara.
Direktur PT Benatin Surya Cipta,  Peng Song Benny dan pe­lak­sana survei, Budi Widodo juga telah dikorek keterangannya.

Setelah memeriksa mereka, tim jaksa telah mengantongi sejumlah bukti terkait dugaan korupsi ang­garan studi kelayakan proyek pe­ren­canaan pembangunan bandara terse­but. Dari hasil pengumpulan da­ta dan keterangan dari pihak-pi­hak terkait ditemukan indikasi tindak pidana.

Kacabjari Wahai Ajit Latucon­sina menegaskan dalam waktu de­kat akan ada kejutan yang akan di­sam­paikan terkait penyelidikan ka­sus ini. “Pokoknya dalam waktu singkat ada kejutan. Karena sam­pai sejauh ini, kita sudah ada gam­baran kasusnya seperti apa, dan tinggal beberapa pihak lagi (di­min­tai keterangan), kemudian kita tentukan langkah selanjutnya,“ tegas Latuconsina di kantor Kejak­sa­an Tinggi Maluku, Ambon, Jumat (21/10) lalu.

Soal keterlibatan Benny Gas­persz dalam kasus ini, mantan ke­pala seksi Pidsus Kejari Dobo ini enggan menjelaskan. Namun dia optimis kasus Bandara Arara akan dituntaskan dan segala ke­mung­kinan bisa terjadi. “Nanti dari data yang sudah kita miliki, kita evaluasi dulu,“ ujarnya.

Informasi yang dihimpun Ka­bar Timur menerangkan, Kepala Dishub Maluku Benny Gasperz di­duga turut bertanggungjawab da­lam proyek itu sebab kapasitasnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Kadis kan KPA sekaligus PPK. Diduga dia (Benny) turut bertanggungjawab,“ beber sumber.

Dijelaskan oleh sumber, dalam mekanisme suatu proyek, KPA turut terlibat dalam pencairan ang­garan. Sehingga, jika ada in­di­kasi kerugian negara, yang bersangkutan juga tu­rut bertanggungjawab. “KPA menye­tujui proses pencairan dana yang diusulkan oleh pihak kontraktor ke­pada Pejabat Pelaksana Teknis Ke­giatan (PPTK),“ jelas sumber.

Sumber juga membeberkan, da­lam survei bandara korps Adhyak­sa telah membidik lima orang yang diduga ikut bertanggung ja­wab. Namun nasib mereka akan diten­tukan setelah tim jaksa pe­nyelidik menggelar ekspose. “Ada lima nama yang diduga bakal dije­rat. Tiga orang dari Dinas Perhubungan, dua dari perusahan,“ bebernya.

Dari bukti-bukti yang dite­mu­kan tim penyelidik, 11 ahli nama­nya dicatut dalam studi kelayakan pro­yek perencanaan pembangunan bandara di Arara. Sementara 11 ahli tersebut tidak tahu menahu soal adanya proyek itu. “Dari bukti-bukti keterangan dan data, terungkap bahwa 11 ahli yang dicantumkan dalam dokumen proyek tidak dipakai jasanya. Sebab, bukan 11 ahli tersebut yang melakukan studi kelayakan, melainkan orang lain yang tidak memiliki keahlian apa-apa,” beber sumber. (RUZ)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

- BALAGU.COM