Published On: Thu, Oct 27th, 2016

Bantuan Tanggap Darurat Pengungsi Kebakaran Soabali 14 Hari

kebakaran-di-soabaliPemerintah Kota (Pemkot) Ambon menyiapkan bantuan tanggap darurat kepada para pengungsi kebakaran di kawasan Soabali, kecamatan Nusaniwe selama 14 hari.

Penjabat Wali Kota Ambon Frans Johanes Papilaya, di Ambon, Rabu (26/10), mengatakan, ketentuan penanggulangan bencana, baik alam maupun kebakaran bantuan tanggap darurat diberikan kepada para pengungsi selama 14 hari.

“Masyarakat akan mendapat bantuan tanggap darurat selama 14 hari, selanjutnya akan diihat apakah akan diperpanjang atau tetap pada waktu 14 hari. Penanganan darurat ini akan diambil langkah dengan mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat,” ujarnya. Rabu.

Menurut dia, bantuan tanggap darurat yang diberikan berupa penyediaan dapur umum untuk kebutuhan makan dan minum para pengungsi, air bersih, MCK dan tenda pengungsi.

Selain penyediaan kebutuhan dasar juga disiapkan posko untuk menyalurkan bantuan dari berbagai pihak, selanjutnya akan disalurkan kepada 319 pengungsi atau 84 Kepala Keluarga (KK). RT 002/01 sebanyak 166 jiwa atau 40 KK dan RT 003/01 sebanyak 153 jiwa atau 44 KK.

Frans mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk mengambil langkah penanggulangan.

“Kita akan melakukan rapat koordinasi pada 27 Oktober 2016 untuk menyusun langkah penanggulangan secara detail terkait jumlah rumah warga yang terbakar, serta warga yang menjadi korban guna ditindaklanjuti ke Pemprov Maluku,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan tanggap darurat, pihaknya juga akan menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Ambon untuk memberikan kesempatan bagi siswa agar bersekolah tanpa menggunakan seragam.

Korban pengungsi sebagian merupakan siswa sekolah pasca kebakaran tidak bersekolah karena pakaian seragam dan buku pelajaran terbakar, sehingga Disdik diinstruksikan untuk memberikan kesempatan bagi siswa menikmati pendidikan seperti biasanya.

“Para siswa telah libur beberapa hari karena mereka tidak memiliki seragam dan buku pelajaran, karena itu pihak sekolah diminta untuk menerima siswa belajar menggunakan pakaian biasa,” katanya.

Frans mengemukakan, pihaknya juga berterima kasih kepada pengurus RT dan RW setempat yang cukup sigap untuk mendata para pengungsi di masing – masing lingkungan.

“Kita akan rapat koordinasi untuk mengambil langkah penanggulangan apakah akan ditangani Pemkot Ambon saja atau Pemprov Maluku. Hal ini penting dilakukan karena terkait kehidupan masyarakat sehingga jika ada kebijakan yang ditempuh tidak bertentangan tidak masalah karena terpenting bagaimana menyelamatkan masyarakat,” tandasnya.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>