Published On: Mon, Oct 17th, 2016

Bau Korupsi, Jaksa Usut Dana Bencana Alam Bursel

Share This
Tags

%d0%bb%d1%89%d0%ba%d0%b3%d0%b7%d1%8b%d1%88Aroma dugaan korupsi da­na bantuan bencana alam gempa bumi Kecamatan Am­balauw, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tercium jaksa. Pengusutan sementara dilakukan terhadap peng­gunaan dana Rp 6 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2016 ini.

Penyaluran bantuan kepada para korban dilakukan melalui pihak ketiga. Anggaran dicairkan 100 persen, namun banyak korban tak mendapatkan bantuan.

“Kasus ini dilaporkan masyarakat, yang salurkan bantuan pihak ketiga sehingga banyak korban bencana tidak mendapat bantuan, sementara anggaran sudah 100 persen cair,” kata sumber Siwalima, Sabtu (15/10).

Sumber itu mengungkapkan, sejumlah pihak terkait telah diperiksa diantaranya Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bursel, Awath Mahu­lauw dan dua stafnya sudah dipe­riksa. “Kepala BPBD Bursel dan dua staf dan bendahara sudah diperik­sa,” jelas sumber itu.

Kasi Intel Kejari Buru Dewa Man­dala yang dikonfirmasi mengakui, bantuan bagi korban gempa bumi Desa Ambalau masih dalam penye­lidikan. “Benar. Tetapi itu masih lidik. Saya belum bisa memberikan keterangan­nya,” katanya singkat.

Gempa bumi berkekuatan 5,4 SR mengguncang Bursel, Minggu (17/1) pagi. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Ambalau. Ratusan ru­mah warga di empat desa mengalami kerusakan.

Gempa pertama terjadi sekitar pukul 08.22 WIT berkekuatan 5,4 SR dengan lokasi 3,8 LS 127,28 BT. Pusat gempa berjarak 63 kilometer Selatan Namlea, Pulau Buru atau 98 kilometer Timur Namrole.

Gempa kedua terjadi pukul 09.25 WIT berkekuatan 2,7 SR di lokasi 3,81 LS 127,29 BT. Pusat gempa berjarak 64 kilometer Selatan Namlea atau 98 kilometer Barat Pulau Ambon dengan kedalaman 10 kilometer. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>