Published On: Thu, Dec 21st, 2017

Bea Cukai Musnahkan Ratusan Botol Miras Ilegal

Share This
Tags

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Maluku dan Maluku Utara, memusnahkan sebanyak 300 botol minuman keras (miras) dan 1.100 batang rokok ilegal beragam jenis, hasil penyitaan selama tahun 2017.

Pemusnahan barang milik negara, eks kepabeanan dan cukai ini dilakukan dengan cara dipecah dan dibakar berlangsung di kantor Bea dan Cukai kelas I cabang Ambon, Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Rabu (20/12), pukul 16.00 WIT.

Kepala Kantor Wilayah  DJBC, Finari Manan mengungkapkan, pemusnahan yang dilakukan merupakan hasil penindakan Kanwil DJBC Maluku beserta jajarannya yang meliputi Ambon, Tual dan Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Dikatakan, pemusnahan merupakan salah satu fungsi pelaksanaan DJBC untuk memberikan perlindungan dari masuknya sejumlah barang yang dapat membahayakan masyarakat (community protection). Peredaran sejumlah barang tersebut di pasar bebas, kata Finari, dapat berakibat timbulnya kerugian yang dialami, baik secara materil maupun immateril.

“Secara materil, peredaran barang ilegal akan mengganggu potensi penerimaan dari sektor pemungutan bea masuk, cukai dan pungutan pajak lainnya. Adapun secara immaterial, kerugian yang ditimbulkan berupa terganggunya moral dan kesehatan masyarakat serta terjadinya kerusakan lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, Finari juga menyampaikan bahwa pemusnahan yang dilakukan pihaknya merupakan wujud dari akuntabilitas publik DJBC.  “Dengan adanya pemusnahan ini, masyarakat dapat mengetahui tindak lanjut dari berbagai macam penindakan yang telah dilakukan di wilayah pengawasan Kanwil DJBC Maluku,” terangnya.

Sejumlah barang yang dimusnahkan itu diantaranya rokok, minuman mengandung etik alkohol, obat-obatan dan alat kesehatan. Barang-barang yang dimusanahkan ini telah ditetapkan sebagai barang milik negara tahun 2017 yang diperkirakan seharga Rp 358.765.000, dan potensi kerugian negara mencapai Rp 157.947.270.

Finari mengatakan, ratusan botol miras dan ribuan batang rokok yang dimusnahkan ini ditemukan saat menggelar razia di sejumlah toko penjualan yang berada di wilayah hukum DJBC Maluku. Barang-barang yang dimusnahkan ini ilegal atau tidak dilekati oleh pita cukai.

“Para pemilik diberikan sanksi berupa denda administrasi sebesar Rp 20 juta. Kalau kedapatan yang kedua kalinya menjual barang tanpa ada ijin lagi, maka sanksinya bisa 2 kali lipat,” kata Finari.

Hasil razia tahun ini bila dibanding dengan sebelumnya, kata Finari, tercatat mengalami penurunan. Ini menunjukan bahwa masyarakat mulai sadar dengan peredaran barang ilegal yang berdampak buruk, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan.  “Secara presentasi kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penerununan sebesar 30 sampai 40 persen,” ujarnya.

Ia mengakui, Maluku bukan wilayah produksi rokok, sehingga rokok ilegal tidak banyak bila dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Sementara miras yang mengandung etil alkohol, juga didapat dari operasi cukai.

“Karena mungkin adanya kesadaran masyarakat, dan rokok rokok yang polos ini bukan objek yang menarik oleh orang-orang di Ambon.  Kalau minuman dari luar negeri. Ada lokal juga dari Manado. Setelah kita teliti, ternyata produksinya dari Sulawesi Utara,” akunya.

Pantauan Kabar Timur, ratusan botol miras yang dimusnahkan bermerek, Black Label, Red Label, Jack Daniels, Orang Tua, Civas Regal, Bols, dan Mension House. Sementara rokok bermerek Milioner, Milder, Mas, Gudang Cengkeh dan lain sebagainya.

Hadir dalam pemusnahan, Kapolres Ambon, AKBP Sutrisno Hady, Dandim 1504 Ambon, Letkol Ronald Sumendap, Kepala Karantina Pertanian Maluku, Jumrin beserta perwakilan Pelindo 4, dan Sahbandar Ambon.  (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>