Published On: Fri, Jan 22nd, 2016

Belanja di Ambon, Tas Plastik Tidak Gratis Lagi, Bisa Rp5.000/Tas

Share This
Tags

kampanye-anti-plastikWarga Ambon yang biasa belanja di toko, minimarket, dan supermarket, sebaiknya bawa kantong sendiri dari rumah. Sebab mulai Februari 2016,  tas (kantong) plastik yang biasanya diperoleh di toko, minimarket, dan supermarket tidak lagi gratis. Para penjual akan menambahkan biaya tas plastik dalam daftar struk belanjaan sebesar Rp5.000 per tas.

Kebijakan ini dikemukakan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Jakarta, Kamis (21/1/2016) setelah adanya komitmen 22 Kota di Indonesia, termasuk Ambon, untuk menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar guna mengurangi pencemaran lingkungan sampah plastik.

Menurut Richard, sebelum dikeluarkannya kebijakan tersebut, Pemkot Ambon pada tahun ini sudah bermaksud untuk membebankan seluruh distributor plastik untuk membayar. “Karena itu, kami sambut baik kebijakan ini dan komitmen untuk pelaksanaan di Kota Ambon,” ujarnya.

Masalah harga, menurut Richard, semakin mahal akan semakin baik, karena bakal berdampak positif. Bila harga kantong plastik mahal, maka akan mendorong konsumen khususnya warga Ambon untuk membawa kantong plastik dari rumah, dengan demikian penggunaan plastik akan berkurang dan otomatis volume sampah juga berkurang.

“Saya pikir sampai Rp5.000 agar masyarakat tidak lagi gampang membawa kantong plastik, tapi bisa memanfaatkan kantong ramah lingkungan,” ungkapnya.

Kamis (21/1/2016), 22 Wali Kota di Indonesia telah mengikuti rapat bersama membahas kebijakan kantong plastik berbayar. Awalnya, hanya 17 kota yaitu Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, dan Papua. Namun bertambah lima kota yaitu Jayapura, Pekanbaru, Banda Aceh, Kendari, dan Yogyakarta.

Mereka sepakat kebijakan tersebut akan diuji coba mulai 21 Februari 2016 bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Ujicoba ini berlangsung sampai Juni 2016 hingga Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang kantong plastik berbayar diterbitkan.

Kepala Subdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ujang Solihin Sidik menyatakan, saat ini KLHK bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) masih terus membahas mekanisme, termasuk harga yang pantas untuk kantong plastik berbayar. “Sampai saat ini, opsinya masih Rp 500 per kantong plastik, tapi karena ini masih uji coba, kita akan lihat mekanisme mana yang terbaik dan harga yang pantas sampai Juni nanti,” kata Ujang.

Jumlah timbunan sampah kantong plastik terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir di mana sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara, kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan. Indonesia merupakan negara kedua di dunia penghasil sampah plastik terbesar ke laut. (satumaluku-avp)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>