Published On: Sun, Apr 9th, 2017

Bendahara Garap Dana PNPM Malteng Rp 1,7 Miliar

Share This
Tags

Kejari Masohi menemukan bukti dugaan korupsi Dana Program PNPM Generasi Sehat dan Cerdas (GCS) di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Malteng tahun 2014-2015 senilai Rp 1,7 miliar.

Bendahara PNPM GCS, Natalia Moningka diduga memalsukan tanda tangan ketua pokja dan para penerima untuk mencairkan dana. Setelah itu, dana tersebut digu­nakan untuk kepentingan pribadi.

Penanganan kasus ini sudah dinaikan ke tahap penyidikan saat ekspos tim penyidik Kejari Ma­luku Tengah dan Kejati Maluku, Rabu (5/4) lalu.

“Kejari Malteng kemarin telah mening­katkan kasus dana PNPM pada kecamatan TNS ke tahap pe­nyi­dikan,” kata Kepala Kejari Maluku Tengah, Robinson Sito­rus di­dampingi Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan di ruang pers Kejati Maluku, Jumat (7/4).

Menurut Sitorus, kasus ini sudah terang benderang. Sekitar 17 saksi telah diperiksa, dan terungkap Bendahara Natalia Moningka me­nggarap dana PNPM GCS untuk kepentingan pribadi.

“Tanda tangan ketua pokja dan pihak penerima dipalsukan oleh bendahara untuk prose pencairan. Bendahara melakukan pencairan fiktif, pemalsuan tanda tangan . Di dalam penyidikan memang benar pengakuan saksi uang dipakai beli mobil, untuk menikah, dipakai usaha lain,” jelas Sitorus.

Penyidik segera mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi tahap pe­nyidikan. Bendahara PNPM GCS, Natalia Moningka juga masuk dalam daftar pemeriksaan.

“Dalam waktu dekat pemanggilan sejumlah saksi di tahap penyidikan. Bendahara juga akan diperiksa,” tandas Sitorus. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>