Published On: Mon, Feb 15th, 2016

Bentrok di Arbes, Tiga Warga Luka

Share This
Tags

ok16Kerusuhan pecah di Dusun Arbes, RT 06/ RW 17, Desa Batu Merah, Kecamatan Siri­mau, Kota Ambon, Sabtu (13/2) malam.

Peristiwa yang terjadi se­kitar pukul 21.30 WIT itu, meng­akibatkan tiga warga luka-luka, satu unit rumah ludes dibakar, dan sejumlah sepeda motor dirusak massa.

Informasi yang dihimpun Siwalima dari kepolisian me­nyebutkan, pemicu pecahnya peristiwa berdarah itu, adalah miras. Saat itu, pukul 20.00 WIT sekitar 15 pemuda asal Desa Kailolo, Pulau Haruku, Kabu­paten Malteng duduk di jem­batan Arbes sambil meng­kon­sumsi miras. Tak hanya miras mereka juga menggu­na­kan sound system, sehi­ngga mem­buat warga sekitar terganggu.

Disaat mereka asyik ber­pesta miras, datang  Ikhbal Rumrah menegur mereka. “Woi kamong mabuk jangan ribut barang beta anak ada tidur,”. Ke­lompok pemuda Kailolo yang sudah dikuasai miras, tak di­terima ditegur. Mereka kemu­dian mengero­yok lelaki berusia 30 itu. Ikhbal babak belur dihajar oleh mereka.

Pengeroyokan tersebut dili­hat oleh rekannya Anto Rum­rah. Lelaki 31 tahun itu tak tinggal diam. Ia langsung ber­gegas ke rumahnya dan meng­ambil parang. Saat Anto kem­bali ternyata kelompok pemuda Kailolo itu, sudah kabur.

Anto kemudian menuju ke pangkalan ojek di pertigaan Arbes. Namun para pelaku pengeroyokan Ikhbal Rumrah juga tidak ditemukan. Anto langsung melampiaskan ama­rahnya dengan merusak tiga unit sepeda motor yang ada di pang­kalan ojek itu, yang didu­ga milik pemuda Kailolo. Sete­lah menumpah­kan emosi­nya, ia mening­galkan pang­kalan ojek.

Tindakan Anto Rumrah yang berasal dari Banda Eli, Ke­pu­lauan Kei Besar, memicu re­aksi dari para pemuda Kailolo. Me­reka mengambil parang dan merusak sejumlah sepe­da motor milik pemuda Banda Eli. Tak hanya itu, rumah-rumah milik warga Banda Eli juga menjadi sasaran.

Aksi saling serang pun ter­jadi. Tak hanya melibatkan para pemuda, namun juga meli­batkan warga lainnya  di Dusun Arbes, RT 06/ RW 17 yang ber­asal dari Kailolo dan Banda Eli.

Akibat bentrokan itu, tiga orang mengalami luka-luka, yaitu Ikhbal Rumrah  meng­alami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan, luka lecet pada lutut sebelah kanan dan kiri serta memar pada dada sebelah kanan. Ia se­men­tara dirawat di RS Bha­yangkara Tantui.  Kemudian Aswan Kaimudi, mengalami luka robek pada kepala bagian kanan belakang. Pemuda 21 tahun yang be­kerja sebagai buruh pela­buhan ini, juga sementara dirawat di RS Bhayangkara Tantui.  Korban berikut, Ridwan Latar. Imam Mesjid Muhajirin Arbes yang berumur 65 tahun ini meng­alami robek pada bibir bawah dan sakit pada kepala bagian atas.

Selain tiga korban luka-luka, empat unit sepeda motor juga dirusak massa, yaitu  Zeon berwarna biru, beat ber­warna merah, supra fit warna hitam da SPM Revo berwarna merah. Sejumlah rumah war­ga juga menga­lami keru­sakan, masing-masing milik; ibu Maryana, Agil Borut Macaman Rumrah dan ibu J Marasabessy.

Sekitar pukul 21.40 WIT, aparat kepolisian tiba  dan langsung membubarkan ma­ssa. Tetapi sekitar pukul 23.00 WIT situasi kembali tegang, setelah sekelompok pemuda membakar rumah Ibu Jamila Marasabessy. Konsentrasi mas­sa kembali terjadi. Per­sonil  kepolisian berulangkali menge­luarkan tembakan peringatan untuk menghalau massa. Namun mereka kewa­lahan.

Kurang lebih satu jam ke­mudian, satu peleton anggo­ta Brimob Polda Maluku ditu­runkan, dan langsung mem­bu­barkan massa. Tak lama, kemudian

Kapolres Pulau Ambon dan Pp. Lease, AKBP Ko­maruz Zaman bersama Dan­dim 1504 Pulau Ambon, Letkol Inf. Indarmawan tiba.

Komaruz Zaman yang dikonfirmasi mengatakan, situasi sudah kondusif, dan pihaknya sudah mengun­dang para tokoh masyarakat untuk menghimbau mereka membe­rikan informasi yang terkait peristiwa yang terjadi kepada polisi.

“Situasi sudah kondusif. Kami sudah mengundang para tokoh yang intinya agar masyarakat dapat memberi informasi terkait kejadian, juga sudah disampaikan mas­yarakat dua pihak untuk tidak ber­tindak sendiri yang pastinya akan berimplikasi hukum karena kasus ini dia­wali oleh adanya pelaku dan korban, bukan kelompok,” jelasnya.

Zaman berharap agar masya­rakat di Arbes tidak terprovokasi oleh kelompok tertentu. Ia juga menga­takan, kasus ini sementara dise­lidiki.

“Jangan mau dibuat situa­si oleh orang dari luar yang mau bikin ribut. Minum sopi kemudian bikin ribut terus lari. Saat ini sudah tiga saksi yang diperiksa. Kasus ini ma­sih penyelidikan ,” ujar­nya.

Hingga kini sebanyak 168 per­sonil aparat keamanan ma­sih berjaga-jaga di kawas­an Arbes.

Warga Takut

Ketua RT 06/RW 17, SM Ishak mengatakan, warga yang rumahnya rusak dan terbakar, terpaksa meng­ungsi ke rumah keluarga mereka. Ia berharap, polisi secepatnya mengusut dan memproses hukum para pelaku.

“Saya minta pihak kepoli­sian harus betul-betul tangani ma­salah ini,” katanya, kepada Siwalima, Minggu (14/2).

Kendati situasi sudah kondusif, namun warga masih diliputi ketakutan. Sehingga mereka juga turut menjaga keamanan bersa­ma polisi.

“Kita seluruh warga sudah sepakat untuk tetap berjaga-jaga, apalagi di daerah ini kami bercampur suku, kalau seperti ini takutnya akan berdampak ke yang lain,” kata La Rudi.

La Rudi mengatakan, jika ada masalah antar kampung seharusnya diselesaikan, ja­ngan membuat keributan karena merugikan orang lain.

Warga lainnya, Yati me­minta agar pelaku untuk dipro­ses hukum. “Rumah saya rusak parah, jadi saya minta siapa saja jadi pelaku harus dihu­kum,” tandasnya.(Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

BALAGU.COM - Berita Informasi Maluku