Published On: Thu, Nov 6th, 2014

Berebut PI 10 Persen Blok Masela, Maluku Bakal “Perang Minyak” ke Pempus

Share This
Tags

79jpa111lnc6obzoz61xk8Terhitung 17 kali Pemerintah Daerah Maluku ke Jakarta untuk memperjuangkan hak Participating Interest (PI) 10 Persen dari Pengelolaan Minyak dan Gas (Migas) Blok Masela yang terletak di Pulau Masela, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), kini pada DPRD Maluku periode ini siap menyatakan perang minyak dihadapan pemerintah pusat lantaran hak tersebut sudah sepatutnya menjadi hak penuh Maluku.

“Kita akan kembali memperjuangkan hak masyarakat Maluku itu di Kementerian ESDM RI, selain itu juga kita akan mengagendakan untuk bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo da Jusuf Kalla terkait hal ini,”jelas Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (06/11).

Dia menjelaskan, keberpihakan pengelolaan PI 10 persen oleh masyarakat Maluku itu sangat jelas terlihat pada Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas pada pasal 34 yang berbunyi sejak disetujui rencana

pengembangan lapangan yang pertama kali akan diproduksikan dari suatu wilayah kerja, kontraktor wajib menawarkan Participating Interest 10 persen kepada Badan Usaha Milik Daerah.

“Pada penjelasan pasal ini yakni Badan Usaha Milik Daerah dalam ketentuan ini adalag BUMD yang didirikan oleh pemerintah daerah yantg daerah administrasinya meliputi lapangan yang bersangkutan. BUMD tersebut haruslah memiliki kemampuan finansial

yang cukup untuk berpartisipasi. Participating Interest tersebut dilakukan antara kontraktor dengan BUMD secara kelaziman bisnis. Selain itu, apabila dalam wilayah tersebut terdapat lebih satu BUMD maka pengaturan pembagian Participating Interest diserahkan kepada kebijakan Gubernur,” ungkapnya. (malukunews-Eda)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>