Published On: Tue, Jan 9th, 2018

Berkas Tiga Tersangka Sinabar Belum Lengkap

Share This
Tags

Berkas tiga tersangka kasus penimbunan 8,7 Ton material sinabar di cold storage PPI Eri, Desa Nu­saniwe, Kota Ambon belum lengkap. Alhasil Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku mengembalikan ber­kas tiga tersangka itu kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku dengan petunjuk P-19 untuk dilengkapi.

Berkas tiga tersangka yang dikem­balikan awal Januari masing-masing Sugiono, Bintang Kusumanegara  dan Nasarudin Sopaheluwakan alias Yovan. Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi Siwalima, di ruang kerjanya Senin (8/1) mengaku, ber­kas para tersangka belum bisa di­nyatakan P-21 karena ada beberapa petunjuk yang belum dipenuhi oleh penyidik.

“Untuk perkara sinnabar dengan tiga tersangka sudah dikembalikan ke polisi karena belum lengkap. Berkas tersangka dikembalikan be­berapa hari lalu karena ada petunjuk dalam P-19 yang harus dipenuhi penyidik,” jelas Sapulette.

Sapulette enggan menjelaskan detail soal isi atau P-19 itu karena sudah menyangkut materi namun Sapulette memastikan belum bisa dinyatakan lengkap. “Itu materi intinya sudah dikem­balikan karena belum lengkap,” ujarnya.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Maluku menahan Sugiono, Bintang Kusumanegara dan Nasarudin So­pa­heluwakan di Rutan Polda Ma­luku, Tantui, Minggu (3/12) setelah menetapkan mereka sebagai ter­sangka kasus penimbunan 8,7 ton material sinabar di Cold Storage PPI Eri, Desa Nusaniwe, Kota Ambon.

Sugiono adalah pemilik sinabar. Sementara Bintang Kusumanegara merupakan bos PT Samudera Timur Semanggi Nusantara. Ia merupakan penyewa Cold Storage PPI Eri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon. Sedangkan Nasarudin Sopa­heluwakan alias Yovan adalah orang suruhan Sugiono untuk membeli material sinabar.

“Jadi sesuai dengan yang disam­paikan pa Dir sebelumnya, sudah kami tetapkan ketiganya sebagai tersangka dan sudah kami tahan. Sementara ma­sih proses penyidikan berjalan. Saya masih baru nanti akan saya tindak­lan­juti,” kata Direktur Reskrim­sus Polda Maluku, AKBP Firman Nainggolan, saat dikonfir­masi Siwa­lima, Senin (4/12), di Mapolda Maluku.

Nainggolan menambahkan, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 158 atau 161 UU Nomor 4 tahun 2009, tentang Mineral dan Batu Bara, dengan ancaman hukuman mak­simal 20 tahun penjara.

Gerebek

Anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dan Polsek Nusa­niwe menggerebek tempat penim­bunan 8,7 ton material sinabar di Cold Storage PPI Eri, Desa Nusa­niwe milik Dinas Kelautan dan Peri­kanan Kota Ambon,  Jumat (1/12) malam.

Rencananya bahan utama pem­buatan merkuri itu, akan diselundup­kan ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Tiga orang diamankan, yaitu Su­giono selaku pemilik sinabar. Ke­mudian bos PT Samudera Timur Semanggi Nusantara, Bintang Kusu­ma­negara. Ia merupakan penyewa Cold Storage PPI Eri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon. Satunya lagi, Nasarudin Sopa­heluwakan alias Yovan. Ia meru­pakan orang suruhan Sugiono untuk membeli material sinabar.

Material sinabar itu dibeli dengan harga mencapai Rp 500 juta. Namun jika dijual diperkirakan harganya miliaran rupiah.

“Ini mau dibawa ke Batam. Mereka membelinya dari Desa Iha di Kabupaten SBB dan saat mereka beli itu ada fee kepada raja setempat,” jelas Kasat Reskrim Pol­res Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Teddy kepada  warta­wan  di ruang kerjanya, Sabtu (2/12).

Pertahankan

Kendati PPI Eri sudah menjadi tempat penimbunan batu sinabar, namun Kepala DKP Kota Ambon, Fernanda Louhenapessy tetap mem­pertahankan PT Samudera Timur Semanggi Nusantara. Kontrak tetap jalan, dan tidak diputus.

“Kontrak ditandatangani sejak tahun 2015. Nanti berakhir bulan Mei 2018. Jadi tunggu sampai kontrak selesai, tidak diputus,” kata Lou­henapessy, kepada Siwalima, Jumat (8/12) di Balai Kota.

Louhenapessy menjelas­kan, sesuai kontrak penye­waan Cold Storage PPI Eri oleh PT Samudera Timur Semanggi Nusantara untuk mendukung industrialisasi perika­nan khusus pengolahan. Namun, kalau dijadikan tempat penimbunan batu sinabar, itu tanggung jawab Bintang KusumaNegara selaku pimpinan perusahaan tersebut. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>