Published On: Wed, Oct 26th, 2016

BPBD Ambon Data Korban Kebakaran Soabali

kebakaran-di-soabaliBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon melakukan pendataan korban kebakaran di kawasan Soabali, Kecamatan Nusaniwe.

“Sampai saat ini masih melakukan pengecekan dan pendataan penduduk dari anak balita, orang dewasa dan lansia guna pemberikan bantuan bagi korban kebakaran agar tepat sasaran,” kata Kepala BPBD Kota Ambon, Enrico Matitaputty di Ambon, Selasa (25/10).

Ia mengatakan, pihaknya bersama Dinas Sosial (Dinsos) Ambon terus berkoordinasi untuk mendata korban per Keluarga untuk pemberian bantuan kepada korban bencana kebakaran.

Pasca kebakaran yang menghanguskan sebanyak 50 unit rumah pada 24 Oktober 2016 pukul 14.00 WIT pihak BPBD telah mendirikan 12 unit tenda untuk menampung korban kebakaran.

Tenda pengungsian tersebut dibangun dekat lokasi kebakaran untuk menampung sebanyak 301 jiwa atau 82 KK warga Soabali korban kebakaran.

Enrico menjelaskan, pasca kebakaran tim BPBD langsung menuju lokasi kebakaran untuk mendata para pengungsi serta berkoordinasi dengan Dinsos untuk penyaluran bantuan tanggap darurat.

“Seluruh pengungsi telah tertampung di tenda dan sebagian mengungsi di rumah keluarga. Untuk pengungsi yang menempati tenda kami berupaya menyalurkan bantuan berupa dapur darurat, juga berkoordinasi dengan Dinkes Ambon untuk menyiapkan posko kesehatan bagi korban kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial kota Ambon Wa Ode Muna, bantuan makanan siap saji diberikan kepada pengungsi selama tiga hari, sedangkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, mi instan, ikan kaleng dan peralatan memasak diberikan selama tujuh hari.

“Waktu tanggap darurat bantuan untuk makanan siap saji selama tiga hari, sedangkan kebutuhan pokok selama tujuh hari,” ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya juga akan berkoordinasi mengupayakan bantuan uang kepada korban kebakaran yang diberikan berdasarkan ketentuan kebakaran,  jumlah dibawah 10 unit rumah menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten atau kota,  dan jumlah 1 – 30 rumah menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Sedangkan 30 unit rumah ke atas menjadi tanggung jawab Kemensos,

“Kami sementara mendata ulang korban kebakaran sambil berkoordinasi untuk penanggulangan korban bencana kebakaran,” ucapnya.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>