Published On: Thu, Mar 8th, 2018

Bupati Buru Target Berikut

Share This
Tags

Setelah Memed Duwila berjanji akan buka-bukaan di pengadilan, satu lagi informan kunci bakal melakukan hal yang sama. Adalah Pudji Wahono, mantan Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Buru ini, bertekad membeberkan sejumlah informasi soal peranan Bupati Ramly Umasugi di pusaran proyek senilai Rp 8 miliar itu.

Seperti halnya Memed Duwila yang akan buka-bukaan disebabkan dendam terhadap Sahran Umasugy, Pudji Wahono akan buka-bukaan karena dendam terhadap Ramly. Di pusaran perkara ini, Pudji Wahono yang diberi inisial “PW” oleh tim penyidik berperan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), mengaku kecewa.

Konon Pudji yang lolos fit and propert test untuk mendampingi Ramly Umasugy di Pilkada Buru tahun 2017, ternyata didepak keluar oleh Ramly. Sang calon Bupati mengambil figur lain sebagai pendamping dirinya di Pilkada itu.

“Padahal nilai fit and propert tesnya lebih tinggi dari semua balon wakil bupati loh yang diuji. Semua DPC Golkar di Buru juga maunya Pudji, tapi tidak diambil jadi wakil. Nah dendamnya di situ,” kata sumber penyidik Kejati Maluku.

Kepada tim pemeriksanya di Kejati, Pudji Wahono mengaku pasrah. Jika akhirnya dia akan dibidik sebagai tersangka jilid II di perkara ini, Pudji mengaku nrimo sesuai prinsip hidupnya selama ini.

Apalagi setelah tahu, kalau dia diajak nyalon sebagai Wakil Bupati cuma trik dan sekedar iming-iming, untuk mendepak dirinya keluar dari lingkaran birokrasi setelah nyalon.

“Makanya dia akan buka-bukaan. Ini yang akan jadi bahan untuk kita kejar keterlibatan Bupati di sana, asal ada bukti pendukungnya dulu,” beber sumber penyidik.

Pudji Wahono sebelumnya adalah kabag Pengelolaan Sumberdaya Air Dinas PU Provinsi Maluku. Tapi kemudian dia direkrut Pemda Kabupaten Buru, dan diberi jabatan oleh Ramly selaku Kepala Dinas PU kabupaten itu.

Selaku KPA, Pudji Wahono di hadapan tim penyidik mengaku tahu aliran dana mengalir ke pihak-pihak tertentu. “Nah selaku KPA, dia pasti tau lah, duit-duit itu mengalir, termasuk yang di atasnya itu siapa? (bupati). Tapi khan baru pengakuan dia saja, sementara bukti transfer dan lain-lain kita belum temukan,” ungkap sumber penyidik itu.

Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette ditanya soal saksi dan alat bukti dalam sebuah perkara korupsi mengatakan, saksi meski lebih dari dua, tetap dihitung satu alat bukti. Karena itu dibutuhkan alat bukti lain, semisal surat, kuitansi dan sebagainya. “Tapi bisa saja alat bukti lain itu bukan surat atau kuitansi, keterangan terdakwa di pengadilan juga bisa jadi alat bukti lain itu,” kata dia.

Sinkron dengan keterangan Samy Sapulette, informasi yang dihimpun, kabarnya tim Pidsus Kejati Maluku sedang menyasar kemungkinan penambahan tersangka perkara ini. Karena itu, selain menunggu proses audit penghitungan kerugian keuangan negara dilakukan BPK RI, tim penyidik berencana melakukan lagi pemanggilan saksi maupun tersangka. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>