Published On: Mon, Feb 1st, 2016

Bursa Ketua Sinode GPM – Pendeta Emeritus Dukung Ates

Share This
Tags

GPM6Sampai sejauh ini sejumlah nama dijagokan untuk menjadi kandidat Ketua MPH Sinode GPM periode 2015-2020.

Para pendeta Emeritus GPM sendiri dikabarkan telah memberikan restunya kepada Pendeta AJS Werinussa atau yang akrab disapa Ates untuk maju sebagai calon Ketua MPH Sinode.

Salah satu pendeta emeritus, Marthen Peilouw menilai pemimpin MPH Sinode nantinya harusnya seseorang yang punya pengalaman memimpin gereja baik tingkat jemaat, klasis maupun sinode. Hal itu diungkapkan Peilouw kepada saat dikonfirmasi Siwalima Sabtu (30/1).

“Dari sisi pengalaman Pak Ates sudah pernah menjadi pendeta di jemaat, kemudian pernah menjabat sebagai ketua klasis, lalu Wakil Sekum Sinode periode 2005-2010. Ini berarti ia mempunyai pengalaman-pengalaman yang sangat banyak dan layak bila dicalonkan oleh pe­serta sidang menjadi ketua sinode,” ungkapnya.

Namun ia juga menyadari hak dari setiap peserta sidang untuk memilih. “Semua orang juga punya hak yang sama untuk dipilih sebagai jajaran MPH Sinode,” ujarnya.

Hingga sekarang beberapa nama yang santer terdengar akan dica­lonkan peserta menjadi ketua sinode yang baru antara lain mantan Rektor UKIM, Pendeta Agus ML Batlayer, AJS Werinussa (mantan anggota MPH Sinode GPM periode 2005-2010), C Aliyona (Rektor UKIM), IH Hetharie (mantan Ketua Klasis Kota Ambon), Elifas Maspaitella (mantan Ketua Umum PB AMGPM), Jacky Manu­putty (Ketua Balitbang GPM) dan H Siahaya (Ketua Klasis Pulau Ambon).

Namun belum bisa dipastikan siapa-siapa saja yang akan dica­lonkan hingga tibanya hari pemi­lihan dimana setiap peserta biasa sidang sinode akan menyalurkan hak pilihnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah kandidat mulai bersaing untuk memperoleh dukungan peserta menjelang pemilihan Ketua MPH Sinode GPM periode 2015-2020. Namun kalangan muda memiliki pilihan tersendiri.

Informasi yang dihimpun Siwalima di lokasi Persidangan ke-37 Sinode GPM yang terpusat di Gereja Maranatha, Ambon, Jumat (29/1), terungkap kalangan muda lebih menginginkan figur muda untuk memimpin MPH Sinode GPM periode lima tahun mendatang.

Sosok yang diinginkan kalangan muda yaitu Pendeta Jacky Manu­putty sebagai Ketua MPH berpa­sangan dengan Pendeta Elifas T Maspaitella sebagai Sekretaris Umum.

Jacky saat ini menempati posisi Ketua Balitbang GPM, sementara Elifas mantan Ketua PB AMGPM dan saat ini pendeta di Jemaat GPM Rumahtiga. “Kalangan muda memang meng­inginkan duet Pendeta Jacky dan Pendeta Elifas. Keduanya memang dinilai figur yang tepat untuk mem­bawa GPM di era saat ini,” ungkap salah satu peserta persidangan yang enggan namanya dikorankan kepada Siwalima, Jumat (29/1).

Peserta tersebut juga mengata­kan, sejumlah klasis telah menaruh pilihan kepada duet Jacky-Elifas. “Yang harus diingat itu ada belasan klasis yang dipimpin pendeta kala­ngan muda. Bahkan mereka itu juga bagian dari AMGPM yang pernah dipimpin Pendeta Elifas selama lima tahun terakhir. Sudah pasti duku­ngan mereka pasti diberikan kepada duet ini,” katanya.

Belum lagi, sejumlah kader AMGPM juga tersebar di klasis-klasis lainnya yang hingga saat ini belum berani ‘masih kabur’ duku­ngannya. Kader-kader ini pasti juga akan memilih duet Jacky-Elifas.

Kabarnya, para peserta persida­ngan menaruh harapan dengan sosok Jacky dan Elifas. Keduanya selama ini telah menunjukkan kinerja yang luar biasa. Keduanya memiliki jaringan kerja secara global, bukan hanya sesama umat Kristen namun juga lintas agama.

Jacky selama ini dikenal sebagai sosok yang meretas jalan perda­maian di Maluku. Sejak awal-awal konflik, Jacky sudah membangun komunikasi dengan saudara-saudara Muslim untuk mengarah kepada perdamaian.

Ia dan para aktivis perdamaian Maluku dari kalangan Muslim dan Kristen bahkan telah meluncurkan Carita Orang Basudara, sebuah buku yang menceritakan kisah-kisah upaya menciptakan perdamaian yang digagas oleh orang-orang Maluku dari kedua kelompok agama.

Jacky bahkan pernah menerima beberapa penghargaan nasional maupun internasional. Satu dianta­ra­nya dari lembaga Tanenbaum Center for Interreligious Understanding. Jacky dinilai telah berperan dalam kampanye dan advokasi damai secara nasional maupun interna­sional. Ia juga membangun ke­lompok-kelompok damai lintas iman yang mencakup jurnalis, pe­rempuan, tokoh agama dan mahasiswa.

Sementara Elifas yang lahir di Rutong-Ambon, 24 Juni 1974 mena­matkan pendidikan Sarjana di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Ambon (1993-1998). Ia kemudian melanjutkan studi Magister di Program Pascasarjana Injil-Adat UKIM (1999) dan pindah ke Program Pascasarjana Agama dan Masyarakat UKSW – Salatiga (2000-2001).

Usai memimpin PB AMGPM periode 2010-2015, Elifas kini melayani di Jemaat Rumahtiga. Ia juga menjadi Ketua Badan Penanggulangan Ben­cana GPM. Pengalaman dan dedikasi yang telah ditunjukkan Jacky dan Elifas selama ini, membuat banyak kalangan semakin yakin duet ini akan memperoleh dukungan suara mayoritas dari 265 peserta biasa yang memiliki hak suara.(Siwalimna)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>