Published On: Fri, Dec 18th, 2015

Butuh Rp 3,3 Triliun Bangun Maluku dari Laut

Share This
Tags

lautPemprov telah menyerahkan masterplan pembangunan Maluku dari laut kepada Wapres Jusuf Kalla. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp. 3,3 trilliun.

Masterplan tersebut diserahkan oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff kepada Wapres saat pertemuan gubernur se-Indonesia dan KPU, Rabu (16/12) di Jakarta. “Saya sudah serahkan, karena belum saya berikan Wapres sudah minta. Dana yang dibutuhkan sebanyak Rp. 3,3 trilliun untuk pembangunan Maluku dari laut,” kata Gubernur Maluku, Said Assagaff kepada wartawan di Kantor Gubernur, Kamis (17/12).

Berbagai perencanaan pembangunan Maluku telah dirincikan dalam masterplan tersebut, termasuk sarjana-sarjana yang dibutuhkan.

“Semua sudah dirincikan dalam masterplan, hingga jumlah sarjana yang dibutuhkan pun sudah kita rincikan, sarjananya berasal dari Universitas Pattimura. Semua lengkap,” jelas gubernur.

Gubernur menambahkan, untuk membangun Maluku dari laut juga dibutuhkan 25 colstor untuk menampung tangkapan ikan.

Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla menagih konsep membangun Maluku dari laut. Ia pun memberikan waktu satu bulan bagi pemprov untuk merampungkan masterplan.

Permintaan Wapres ini merupakan tindak lanjut kehadirannya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Maluku (MAMA), Rabu (25/11) lalu.

Wapres ingin agar bangun Maluku dari laut jangan hanya menjadi pembicaraan semata saja, namun harus ada buktinya.

Master plan yang diminta pun merupakan perencanaan pembangunan yang akan dilakukan hingga 5-10 tahun yang akan datang, sehingga benar-benar menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Saat membuka Mubes MAMA, Wapres menegaskan masyarakat Maluku harus berinovasi untuk membangun daerah ini yang akan kaya akan potensi perikanan.

“Saya yakin masyarakat Maluku dapat berinovasi karena masyarakat Maluku bercirikan maritim dan banyak yang tinggal di pesisir laut,” tandasnya saat membuka Mubes MAMA di Islamic  Center Ambon, Rabu (25/11).

Dijelaskan, Provinsi Maluku yang bercirikan kepulauan sudah pasti memiliki masyarakat yang memiliki budaya maritim yang lebih kental dan berbeda dengan daerah yang memiliki kebudayaan agraris.

“Kebudayaan yang bercirikan maritim sangat bersifat dinamis dan mudah dipengaruhi dan mempe­nga­ruhi. Pada dasarnya Maluku bagian dari masyarakat yang punya budaya, bisa mengubah hal-hal yang mendasar untuk perbaikan. Sudah tentu apa yang diubah ialah untuk perubahan bangsa dan negara. Apanya yang berubah tergantung SDM-nya,” ujar Wapres.

Provinsi Maluku, katanya, butuh perubahan yang inovatif, apalagi daerah ini tak bisa berubah hanya dengan pedang dan amarah, tetapi dengan teknologi yang inovatiflah yang membuat perubahan. “Karena itu mari kita bangun masyarakat yang lebih berinovasi. Yang inovatif itulah yang bisa mengubah masyarakat karena dunia ini hanya bisa diubah oleh inovasi. Kita tidak bisa rubah hanya dengan pedang dan marah, tetapi kita rubah dengan teknologi yang inovatif,” katanya.(Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>