
Catatan Rudi
Luka Anak, Luka Dunia
JALAN hidup Ronald bagaikan drama. Dari sebuah kampung yang semula damai di Halmahera Selatan, dia pergi ke Kota Ternate yang sedang dilanda perang. Setelah mengalami beberapa episode berat, bocah usia 10 tahun itu memasuki Ambon yang juga membara. Akil-baliknya dihabiskan di bawah dentuman bom dan asap api. Dia terluka lahir-batin, namun akhirnya menemukan jalan pulang ke kehidupan normal.
Ronald dan Nasir Abas bertemu di Ambon. Dua generasi dari dunia berbeda, sama-sama mampu menemukan jalan pulang ke kehidupan normal. (foto : rudi fofid)......................................................................................................................................
Kenangan Terakhir dengan Om Hanoch Luhukay
“Rud, saya mau ketemu Om Hanoch Luhukay. Mau ikut ?” katanya.
Kenangan Manis : PWI Maluku Beri Penghargaan pada Atlet Berprestasi
Maaf, ini bukan berita aktual........ Ini sekenang kedar-kedaran tiga tahun lalu.........
(GATRA)
PWI Maluku Beri Penghargaan pada Atlet Berprestasi
Ambon, 7 Pebruari 2006 15:18
PWI Cabang Maluku, Selasa memberikan penghargaan kepada sejumlah atlet, pelatih dan pembina olahraga terbaik dan berprestasi selama tahun 2005.
Pemberian penghargaan kepada para atlet, pelatih dan pembina olahraga berprestasi hasil seleksi Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI dalam rangka Hari Pers Nasional, 9 Februari itu, diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.
Memburu Dien Tamaela, Dari Menteng Sampai Tanah Kusir
Begitu lama mencari jejak perempuan bernama Dien Tamaela. Bermula dari perkenalan pertama puisi Chairil Anwar, semasa SD tahun 1976 di Bacan, Maluku Utara. Tahun 1985-1999, saya berdomesili di Jalan Dr Tamaela. Nama jalan ini selalu mengingatkan saya pada Dien. Barulah pada media Oktober 2009, saya akhirnya menemukan jejak Dien di Jakarta.
Menyambut Mahar Cinta Lelaki Laut
Di lautan Maluku
Ombak berkilau-kilau
Di bawah sinar bulan
Airnya gilang-gemilang
(Katje Hehanusa, Grup Rame Dendang, 1971)
Gelar Adat Mesti Lahir Dari Mekanisme yang Benar
AMBON, BALAGU-Sekretaris Jenderal Jaringan Baileo Maluku George Corputty mengajak masyarakat adat se-Maluku menimba pelajaran dari kasus pemberian gelar adat di Kepulauan Kei. Dari kasus ini, ia berharap pengambilan keputusan dalam masyarakat adat harus kembali pada mekanisme adat yang berlaku, dan bukan pada pertimbangan yang dipaksakan secara politik dan ekonomi.
KODE ETIK JURNALISTIK
Dalam tiga hari terakhir ini, lebih dari enam orang meminta penjelasan tentang kode etik jurnalistik, beberapa malah sudah masuk sangat dalam. Sebelum kita diskusi lebih jauh, lebih baik baca saja dulu KEJ yang cuma 11 pasal ini.




