Published On: Wed, Dec 10th, 2014

Dari Wisuda Unpatti – Rektor: Setiap Lulusan Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Share This
Tags

49dc99896729a7ce59856529bd07abee_XLPemerintah saat ini tengah berupaya untuk melakukan moratorium terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diseluruh Indonesia selama lima tahun kedepan.

Dengan adanya kebijakan terse­but otomatis akan menimbulkan banyak pengangguran intelektual sebab di Maluku, berbagai pergu­ruan tinggi gencar untuk meluluskan ribuan mahasiswanya. Dengan peluang tes CPNS yang semakin ketat bahkan tidak ada selama lima tahun ini, maka para lulusan diminta untuk menciptakan lapangan kerja bagi dirinya maupun masyarakat.

Hal ini diungkapkan Rektor Unpatti, Thomas Pentury dalam sambutannya pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Wisuda Pasca Sarjana dan Sarjana Periode Desember 2014 yang berlangsung di Audiotorium Unpatti, Selasa (9/12).

Dikatakan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan mobilitas fisik dan non fisik termasuk kebudayaan dan peradaban yang semakin tinggi, dalam kaitan ini peran dunia pendidikan menjadi penting untuk membangun peradaban bangsa dan jati diri yang berdasarkan atas karakter bangsa.

“Oleh karena itu, dibalik capaian hari ini, kita perlu mencermati bahwa tantangan yang dihadapi lulusan Unpatti dewasa ini dan kedepan akan semakin berat dan menantang, terutama dalam memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan kompetensi pada arah lokal dan nasional di pasar kerja,” ujarnya.

Unpatti sendiri, kata Pentury, dalam satu tahun akan melakukan wisuda sebanyak tiga kali untuk meningkatkan kelulusan bagi para mahasiswa. Hal ini merupakan indikator bahwa proses akademik itu sudah berjalan secara normal dan Unpatti bisa menyeimbangkan antara input dan out put.

Selama ini Unpatti banyak menghasilkan lulusan namun banyak juga antre menunggu untuk untuk bekerja sehingga diharapkan para lulusan tidak tergantung pada lapangan pekerjaan seperti PNS atau lapangan kerja yang disediakan oleh pemerintah atau pihak lain, namun mereka harus mampu untuk menyiapkan atau membuka lapangan kerja sendiri secara mandiri.

“Tantangan ini harus mampu dijawab oleh keberadaan alumni Unpatti dalam masyarakat, tidak hanya menjadi penambah jumlah pengangguran intelektual,” katanya.

Diharapkan lulusan Unpatti terus belajar mengasah ketajaman berpikir dan bertindak meningkatkan keterampilan dan menambah pengetahuan yang dibutuhkan sehingga dapat bekerja secara mandiri serta dapat juga memberikan akses kepada masyarakat lainnya untuk mendapat pekerjaan.

Untuk diketahui dalam rapat senat luar biasa tersebut, Unpatti kembali menghasilkan 1.698 lulusan yang terdiri dari Pasca Sarjana 84 orang dan Sarjana 1.554 orang dengan klasifikasinya, Fakultas Hukum 91 orang, FISIP 190 orang, FKIP 914 orang, Fakultas Ekonomi 155 orang, Faperta 48 orang, Faperik 45 orang, Fakultas Teknik 32 orang, FMIPA 71 orang dan Fakultas Kedokteran 8 orang.(S5)

 

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>