Published On: Tue, Jan 9th, 2018

Datangi Negeri Wakal Warga Kecewa Gubernur Lebih Utamakan Politik

Share This
Tags

Kedatangan Gubernur Maluku Said Assagaff di Negeri Wakal Kabupaten Malteng, meninggalkan rasa kecewa kepada warga setempat.

Pasalnya, kedatangan orang nomor satu di Maluku, bukan membahas soal perdamaian antara Negeri Hitu dan Negeri Wakal, namun malah bahas terkait dengan politik dan pembangunan jalan di negeri tersebut.

“Tidak pernah ada perhatian dari pemprov maupun pemkab untuk menyelesaikan permasalahan antara warga Hitu dan Wakal pasca konflik delapan bulan lalu. Itu yang buat warga kecewa dan kesal. Untuk kepentingan politik mereka turun ke Wakal tapi kalau untuk kepentingan masyarakat ini yang mereka tidak bisa turun bicara­-kan hal ini,” ujar mantan Kepala Pemuda Negeri Wakal Kabupaten Malteng Hasan Wael kepada wartawan di Ambon, Senin (8/1).

Ia berharap, adanya upaya dari pemerintah untuk melakukan proses damai antara Negeri Hitu dan Wakal, karena masyarakat sudah semakin jenuh dengan adanya permusuhan seperti ini.

“Pada saat kedatangan Gubernur di Wakal Minggu (7/1), sebenarnya Saya ingin menanyakan kenapa tak membahas soal perdamaian tapi berbicara soal politik, tapi sayang kita tidak diberikan kesempatan untuk itu. Sebenarnya ada apa dengan pak Gubernur,” ujarnya.

Kekecewaan juga diunglapkan salah satu tokoh masyarakat Negeri Wakal Nadjar Samal bahw. Ia menilai kedatangan gubernur harusnya memberikan solusi untuk memperdamaikan kedua Negeri tersebut.

Ia menilai, ada pembiaran yang dilakukan pemerintah karena tidak bisa mendamaikan negeri yang sedang bentrok.

“Konflik ini sudah cukup lama, yang menjadi pertanyaan adalah pemerintah daerah maupun provinsi tidak berbuat apa-apa, sebenarnya ada dengan mereka. Contoh soal, kenapa Tuhaha dan Ihamahu yang kemarin saja sudah bisa diselesaikan, tapi kenapa sampai saat ini kedua negeri ini tidak dapat diselesaikan. Jangan datang untuk kepentingan politik dan kepentingan pribadi saja baru datang ke masyarakat, sekarang masyarakat butuhkan dimana pemerintah,” tandas Samal.

Akibat dari bentrok tersebut, lanjutnya juga memberikan dampak perekonomian kepada warga setempat terutama untuk para pengusaha karena harus menempuh jarak yang jauh untuk menuju Ambon guna menjual dagangan.

“Kasihan para pengusaha di Wakal, mereka harus membuang ongkos besar untuk ke Ambon bahkan usaha mereka ada yang terhenti,” kesalnya. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>