Published On: Fri, Jan 29th, 2016

Di Ambon Tidak Ada Pelabuhan Enrico

Share This
Tags

2Di Kota Ambon tidak ada pelabuhan laut di Teluk Dalam Ambon bernama Enrico karena yang beroperasi selama ini hanyalah pelabuhan rakyat Batu merah.

“Pelabuhan Enrico diberi nama oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy tanpa berkoordinasi dengan DPRD yang mengetahui hanya ada pelabuhan rakyat Batu Merah,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Rofik Afifudin di Ambon, Jumat (28/1).

Nama Enrico tidak cocok untuk masyarakat Maluku, terutama warga Kota Ambon karena tidak mencirikan khas budaya setempat. Enrico itu nama terlalu ke barat – baratan.

Menurutnya, bukan saja tidak cocok, tetapi sesuai dengan hasil kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Ambon ke Departemen Perhubungan Laut di Jakarta, beberapa hari lalu, ternyata dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) proyek yang ada namanya disana itu hanya pelabuhan rakyat Batu Merah, bukan pelabuhan Enrico.

Kementerian Perhubungan menjelaskan, pelabuhan rakyat Batu merah ini dibangun karena saat perluasan pelabuhan Yos Soedarso Ambon oleh pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ada pelabuhan rakyat disitu yang dibongkar berdampingan dengan pelabuhan Slamed Riyadi yang masih dipergunakan sampai sekarang.

Karena itu komitmen pemerintah untuk membangun kembali pelabuhan rakyat itu. Hanya saja setelah dibangun pelabuhan ini tidak tercatat sebagai aset Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Pelabuhan ini menjadi aset Pemerintah Pusat lewat Dirjen Perhubungan laut, karena itu pelabuhan ini tidak bisa dikelola oleh Pemkot Ambon.

“Pelabuhan rakyat Batu merah ini harus dikelola oleh Kementerian lewat Kantor Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon dan oleh karena itu pelabuhan yang sudah dibangun sejak 2014 hingga saat ini belum difungsikan,” tandas Rofik.

Kami sudah mintakan pihak Kementerian agar pelabuhan tersebut segera difungsikan, lanjutnya, kemudian kita juga sudah mintakan agar tidak adalagi kegiatan perluasan pelabuhan.

“Jadi tidak boleh lagi ada pengembangan atau perluasan pelabuhan di Ambon yang dilakukan pihak Kementerian Perhubungan sampai dengan pelabuhan rakyat Batu merah, sebab pelabuhan itu adalah pelabuhan rakyat,” katanya.

Komisi III DPRD Kota Ambon mendesak agar pelabuhan rakyat Batu Merah segera difungsikan,.

“Aturannya harus ada brita acara operasional oleh pihak KSOP Ambon, selanjutnya melakukan lelang sesuai aturan, dan kalau Pemkot Ambon mau kelola maka harus punya badan usaha milik daerah (BUMD). (tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>