Published On: Mon, Feb 12th, 2018

Dihadapan BMW, Warga Taniwel Ingin “Mordeka”

Share This
Tags

Warga Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat, khususnya di daerah pegunungan mengaku, hingga saat ini belum merasakan pembangunan infrastruktur. Mereka merasa dianaktirikan pemerintah, sehingga butuh perhatian serius.

‘’Kami warga dipegunungan hingga kini masih terisolasi. Kami butuh pembangunan jalan,’’kata kepala desa Laturake, Thomas Mawene dan kepala desa Sapalewa, Thomas Suryali ketika bertatap muka dengan Wakil Ketua Komisi IV, Michael Wattimena di Kecamatan Taniwel, Sabtu (10/2).

Laturake dan Suryali tidak sendiri bertemu Wattimena yang biasa disapa Bung Michael Wattimena (BMW). Kepala desa, kepala BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan se kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur, juga bertemu politisi Demokrat dari daerah pemilihan Papua Barat dua periode ituitu. “Meski pak Wattimena bukan dari daerah pemilihan Maluku, tapi kami harap bapak memperuangkan akses jalan bagi kami,’’harap Laturake.

Dia mengaku, akses jalan dari Kairatu hingga Taniwel, sudah dibangun. Hanya saja, kesal dia, warga di belum menikmati pembangunan karena akses jalan ke pegunungan khususnya di Laturake belum juga dibangun. “Buat jalan bagus, tapi kami dipegunungan belum dibangun. Mesti utamakan warga di pegunungan,’’terangnya.

Laturake berharap, BMW bisa memperjuangkan pembangunan jalan ke desa yang dipimpinnya. Kata dia, selama ini belum ada perhatian dari pemerintah terkait pembangunan infrastruktur jalan di desa yang dipimpinya. “Katong (kita) minta jalan dolo. Katong selama ini memang belum merdeka. Katong bisa minta merdeka,’’tegas dia.

Suryali menambahkan, lewat dana desa, pihaknya terus berbenah untuk membangun di desa yang dipimpinya. Hanya saja, dia mengaku, akses jalan ke daerahnya, hingga kini belum dibangun. “Kami di daerah pegunungan di Selatan Taniwel. Jalan disana belum dibangun,’’terangnya.

Dia mengaku, warga setempat setiap hari memikul material melewati jalan tanah sekitar 8 kilo meter. Hanya saja, sebut dia, warga kini tidak mampu lagi memikul material. “Mereka tidak mampu lagi memikul material seperti pasir, semen dan material lainnya untuk pembangunan fisik. Mereka tidak punya tenaga lagi pikul material,’’bebernya.

Tak hanya itu, dia mengisahkan, jika warga menumpang mobil melewati akses jalan di daerah itu sangat membahayakan. Karenanya dia berharap, kehadiran BMW bisa menjawab aspirasi mereka. “Bapak dari pusat datang  lihat katong jua untuk perjuangkan jalan. Dana desa tidak mampu jawab itu (pembangunan jalan). Makanya, kami tunggu bapak dari pagi sampai sore untuk menyampaikan keluhan kami. Kami sangat menanti bapak,’’jelasnya.

Tak hanya itu, sejumlah kepala desa di daerah itu juga ingin putra Itawaka, kecamatan Saparua itu mencalonkan diri merebut kursi DPR dari Maluku. Ini agar aspirasi mereka dijawab atau diperjuangkan. “Kami apresiasi kedatangan bapak. Kami tahu bapak akan calon di Maluku. Kami akan mendukung bapak,’’kata salah satu kepala desa.

Pada kesempatan itu sejumlah Kades juga minta bantuan kepada BMW disektor perikanan dan keluatan, pertanian, dan peternakan. BMW mengatakan, keluhan warga pegunungan soal akses jalan bukan hanya dialami oleh warga setempat. Kata dia, sering mendengar keluhan warga di daerah lain di Indonesia termasuk soal ingin merdeka atau memisahka diri dari NKRI. “Ini persoalan, bukan hanya di Taniwel. Saya di Papua Barat juga sering mendengar itu,’’kata BMW.

Dia mengaku, aspirasi yang disampaikan kepadanya akan disampaikan kepada Kementrian terkait.  “Teman-teman di wilayah Taniwel pegunungan mesti mendapat perhatian serius. Wilayah pegunungan ini memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah pesisir. Memiliki tingkat kesulitan ke daerah itu,’’sebutnya.

Dikatakan,  problematika ini ditemui di daerah pegunungan lainnya di Indonesia. Teman-teman di pegunungan Taniwel mesti mendapat perhatian karena akses jalan. “Apalagi, kalau hujan jalan tidak stabil. Kami sampaikan persoalan itu kepada teman-teman di provinsi dan pusat, sehingga  jadi perhatian warga di daerah pegunungan, karena tingkat kesulitan dua kali lebih sulit dibandingkan dengan wilayah pesisir,’’paparnya.

Tak hanya itu, dia mengaku, ketika menjabat pimpinan Komisi V akses jalan dan jembatan di wilayah itu menjadi prioritas agar warga setempat dapat beraktivitas dengan baik. Saat ini, ingat dia, dirinya kini menjabat pimpinan komisi IV. ‘’Komisi IV bermitra dengan Kementrian Pertikanan dan Keluatan, Pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup, Bulog dan lainya,’’jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, aspirasi yang disampaikan akan disampaikan kepada Kementrian terkait. “Aspirasi yang disampaikan ketika  rapat dengar pendapat Menteri terkait dengan komisi IV akan disampaikan. Meski saya secara politis terpilih dari papua Barat, tapi secara bio-logis tentu saya juga berjuang ba–gi Maluku,’’pungkasnya. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>