Published On: Wed, Oct 26th, 2016

Diharapkan Maluku Jadi Pusat Ekonomi

we9Poros maritim bakal menja­dikan Maluku sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional maupun regional, dengan me­manfaatkan potensi sum­ber daya alam unggulan di bidang kelautan dan peri­kanan.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahu­burua, saat membuka Seminar Diplomasi Poros Maritim Da­lam Rangka Penataan Wila­yah Kepulauan Provinsi Maluku di Tengah Dinamika Ekonomi ASEAN, di Kantor Gubernur, Selasa (25/10).

“Saya ingin menegaskan visi mewujudkan Maluku sebagai poros maritim Indonesia, adalah sebuah gagasan besar untuk merespons era transformasi yang sedang terjadi, dimana pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia bergeser dari negara-negara barat ke negara-negara Asia Timur,” ungkapnya.

Sebagai daerah berciri kepulauan dengan luas laut mencapai 92,4 persen, katanya,  Maluku memiliki po­tensi kekayaan laut yang melim­pah, baik sumber daya hayati seperti perikanan maupun pertambangan.

Dikatakan, potensi perikanan di wilayah Maluku setiap tahun mencapai 26,5 persen dari potensi perikanan nasional, baik yang bersumber dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

“Potensi ini menjadi modal penting untuk membangun industri perikanan sebagai sumber kekuatan ekonomi daerah, yang memberikan kontribusi  besar bagi kemakmuran masyarakat Maluku, serta menopang ketahanan pangan nasional. Karena itu, tidak berlebihan jika Pemerintah dan masyarakat Maluku memperjuangkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional,” katanya.

Disisi lain, menurutnya, laut Maluku menyimpan potensi pertambangan yang melimpah, diantaranya potensi gas abadi di Blok Masela yang saat ini mendapatkan perhatian khusus Pemerintah.

“Penetapan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional serta eksplorasi potensi gas abadi Blok Masela, tentunya akan menjadi era baru bagi kebangkitan wilayah-wilayah yang berciri archipelago termasuk Maluku, dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat,” ungkap Wagub.

Namun menurutnya, potensi sumberdaya alam dan sumber daya ekonomi yang dimiliki wilayah Maluku, tidak dapat dikelola secara maksimal jika tidak ditopang dengan ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas dan sarana prasarana yang memadai, yang dapat mendorong peningkatan daya saing daerah.

Seminar diplomasi tersebut merupakan kerjasama antara Fakultas Hukum Unpatti dan Pusat Studi ASEAN Unpatti bersama dengan Pemprov Maluku dan Ditjen Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

- BALAGU.COM