Published On: Sat, Jul 26th, 2014

Dinilai Hamburkan Anggaran, Festival Teluk Ambon Harus Dihentikan

Share This
Tags

6g1o9a134h14mfbzool1s2rFestival Teluk Ambon yang digelar tiap tahunnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Maluku, dinilai tidak ada manfaat dan hanya menghamburkan ang-garan negara.

Kegiatan tersebut dampaknya tidak ada bagi Maluku dalam rangka promosi pariwisata Maluku. Menurut saya pesta diteluk itu buang-buang anggaran. Apa dampaknya untuk promosi pariwisata,” tegas anggota DPRD Maluku, Richard Rahakbauw di hadapan Badan Anggaran saat rapat paripurna yang digelar di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon Kamis, kemarin.

Ia mengatakan, Disbudpar tidak punya kreativitas dalam mempromosikan Maluku. Pasalnya, dalam beberapa kunjungan dinas tersebut ke luar negeri, samasekali tidak ada dampak promosi.

“Menyangkut promosi pariwisata Maluku, ada beberapa kunjungan pihak Disbudpar Maluku ke luar negeri beberapa waktu lalu. Ternyata sekembalinya ke Ambon, promosi pariwisata tidak berdampak sama sekali. Saya punya pengalaman, dulu Dinas Pariwisata itu berangkat terus ke luar negeri, hasil daripada kunjungan pariwisata keluar negeri untuk Maluku itu tidak ada,” ungkap Rahakbauw.

Ia bahkan menyarankan Pemprov Maluku untuk belajar dari Bali dan Papua. Sebab itu, dalam menempatkan seseorang menjabat kadis pariwisata harus benar-benar orang tersebut mempunyai keahlian dalam bidang promosi.

“Menurtu saya, seharusnya mereka yang menduduki jabatan sebagai kadis pariwisata, mereka harus punya keahlian khusus. Coba banyak belajar di Bali sana,” kata Rahakbauw.

Menanggapi pernyataannya, Kadisbudpar Maluku, Verra Tomasoa pada kesempatan itu menjelaskan, pesta teluk itu merupakan moment yang sangat penting untuk melestarikan budaya Maluku.

Hal itu karena pesta teluk sangat baik untuk dilestarikan. Misalnya, lomba perahu belang harus dilestarikan. Sebab kalau tidak dilestarikan, kedepannya generasi muda sudah tidak tahu apa itu perahu belang.

“Generasi kita kedepan akan hilang cerita perahu belang, jika momentum pesta teluk tidak dipertunjukan setiap tahun dan masuk agenda rutin.,” cetus Tomasoa. Olehnya kata Tomasoa, pesta teluk tidak hanya dipertunuukan perahu belang saja, tapi menampilkan ekonomi kratifitas masyarakat melalui tampilan makanan khas di Maluku, dan termasuk seminar-seminar. (S5)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>