Published On: Wed, Apr 12th, 2017

Direktorat Pelayanan Kefarmasian Sosialisasi GeMa CerMat

Share This
Tags

Sosialisasi kebijakan direktorat pelayanan kefarmasian dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) yang dilaksanakan oleh direktorat jenderal kefarmasian dan alat kesehatan kementerian kesehatan RI tahun 2017, berlangsung di Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, kemarin.

Kegiatan itu dihadiri oleh pejabat Bupati SBB Ujir halid, para nara Sumber Dra. Ardiyani, Msi. Apt (kasubdit seleksi obat dan alkes) Dra  Ema Viaza ,Apt (Kasie Analisis farmakoekonomi Alkes)  Drs. Rahmat Santoso M. Si. MH. Kes, Apt ( pengurus pusat ikatan apoteker Indonesia) ketua KNPI Kabupaten SBB Halid Payapo,Fatin tuasamu (perwakilan MUI SBB) dan SKPD lingkup pemkab SBB ,kepala puskesmas se-Kabuaten SBB.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati SBB Ujir Halid mengatakan, kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas Sumber daya manusia sesuai dengan  undang undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Pembangunan  kesehatan pada dasarnya  adalah upaya  untuk meningkatkan  kesadaran, kemauan,  kemampuan setiap orang untuk dapat  berperilaku hidup sehat  untuk mencapai derajat kesehatan  masyarakat yang setinggi tingginya.  Untuk mewujudkan  hal tersebut, perlu perencanaan pembangunan kesehatan  yang sistematis  terarah terpadu  dan menyeluruh serta dibutuhkan keterlibatan  berbagai sektor dan seluruh komponen  bangsa.

Intinya pembangunan  kesehatan yang semula bersifat kuratif dan rehabilitative,  kini lebih diarahkan pada upaya kesehatan  yang bersifat promotif dan preventif, untuk itu diperlukan  upaya penguatan  tiga pilar  pembangunan kesehatan  dan jaminan kesehatan  yaitu pradigma sehat, penguatan  pelayanan  kesehatan dan jaminan kesehatan nasional.

Pada pilar  pertama pradigma sehat  diimplementasikan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan keluarga  dimana aktivitas kegiatannya sepenuhnya dilakukan  oleh jajaran kesehatan, khususnya tingkat puskesmas. gerakan masyarakat hidup sehat (germas) yang mana kegiatannya tidak hanya dilakukan  oleh jajaran kesehatan saja namun juga lintas sektor.

Pembangunan kesehatan di Indonesia dipaparkan berdasarkan hasil pencapaian program kesehatan, kondisi lingkungan strategis, kependudukan, pendidikan, kemiskinan, dan perkembangan baru lainnya.

Program Indonesia sehat merupakan salah satu  program  dari agenda ke 5 nawacita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia  Indonesia. Program  ini didukung oleh sektoral lainnya yaitu program Indonesia pintar, program Indonesia kerja dan program Indonesia sejahtera.

Salah satu sasaran rencana  pembangunan jangka menengah nasional RPJMN tahun 2015-2019 adalah meningkatkan akses pelayanan  kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat  pembangunan  berwawasan kesehatan adalah perencanaan  dan sekaligus pelaksanaan  pembangunan yang memuaskan  pertimbangan dampak kesehatan.

Dampak yang dimaksud adalah baik terhadap perilaku penduduk, lingkungan hidup maupun  Accessibilitas  terhadap pelayanan kesehatan secara optimal.

Hambatan utama pelayanan kesehatan masyarakat adalah masalah  akses  terhadap pelayanan kesehatan kabupaten SBB termasuk kabupaten  pemekaran sesuai dengan undang undang nomor 40 tahun 2003 memiliki 33 pulau 7 pulau  diantaranya  berpenghuni dan 26 pulau yang tidak berpenghuni dengan jumlah penduduk 180.256 jiwa  berdasarkan data BPS tahun 2015 serta laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,58% dari jumlah penduduk  yang ada sebagian besar  penduduk  belum mendapat akses pelayanan  kesehatan  yang merata dan bermutu, termasuk  didalamnya kebutuhan akan tenaga medis dan tenaga para medis diantara nya tenaga farmasi yang masih jauh  dari jumlah kebutuhan yang diharapkan sebagai tenaga yang mengerti dalam pelayanan kesehatan obat obatan.

Tantangan permasalahan pelayanan kesehatan didaerah tertinggal perbatasan dan kepulauan khususnya yang berada diwilayah kabupaten SBB bukan hanya merupakan  tanggung jawab pemerintah daerah semata tetapi tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa.

Upaya untuk menjawab permasalahan yang ada secara khusus pelayan kesehatan dalam bidang obat obatan GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT YANG SELANJUTNYA DI SINGKAT GEMA CERMAT” dicanangkan sebagai upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. (INTIM)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>