Published On: Wed, Feb 7th, 2018

Dituding Non Aktif, Unidar Tulehu Klaim Legal

Share This
Tags

Universitas Darussalam (Unidar) yang berkampus di Tulehu tidak menerima tudingan status non aktif bagi mahasiswanya. Kepada Siwalima Selasa (6/2), Wakil Rektor Unidar kampus Tulehu, Hasna Ohorella menegaskan, pihaknya sampai saat ini masih diakui Dikti sebagai kampus yang legal baik dalam aktivitasnya maupun yang lain.

“Tudingan itu tidak benar. Ma­hasiswa kami masih men­dapat beasiswa. Tidak mung­kin pemerin­tah mau kasih bea­siswa bagi universitas yang ilegal,” tandas Ohorella.

Ia mengakui, sudah tiga tahun mereka tidak lagi mela­kukan penerimaan mahasiswa baru. Jika sampai sekarang masih terdapat mahasiswa itu mahasiswa tahap akhir yakni semester 7-8.

Menurut Ohorella, Unidar kam­pus Tulehu beraktivitas sesuai dengan keputusan pengadilan dan Mahkamah Agung. Mengingat lem­baga tersebut masih bersengketa soal yayasan di rana hukum, maka aktivitas lembaga pendidikan tersebut berjalan sampai menu­nggu keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Kalau terkait itu, tidak benar. Karena kita prinsipnya berjalan sesuai koridor hu­kum. Dalam ke­pu­tusan peng­adilan tingkat perta­ma, banding bahkan kasasi di Mahka­mah Agung status yayasan kembali seperti semula yakni status quo. Nah, kalau seperti ini kok masa dituding kampus ini ilegal atau mahasiswanya non aktif. Kan aneh. Kita ja­ngan membuat bi­ng­ung maha­siswa. Sebagai pengajar kaum akademik harusnya kita ju­jur kepada publik,” jelas Oho­rella.

Sampai saat ini tambahnya, mahasiswa Unidar kampus Tulehu masih melakukan proses perkulia­han berdasar­kan jadwal akademik mereka. Tak hanya itu, Ohorella  me­negaskan juga kalau ijazah yang dikeluarkan pihakya sah dan legal.

Seperti diketahui, Rektor Uni­dar di kampus Wara, M.R Uluputty mengatakan maha­siswa yang kuliah di kampus Tulehu dianggap non aktif. Hal ini ditegaskan Ulu­putty dalam rilisnya yang diterima Siwalima Sabtu (3/2).

Uluputty menegaskan, ber­dasarkan Keputusan Menteri Riset Teknologi, dan Pendi­dikan Tinggi Nomor 491 ten­tang perubahan badan  Universitas Darussalam Am­bon di Ambon dari Yayasan Da­russalam menjadi Yayasan Daru­ssalam Ambon pada November 2016, maka password Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT)  Universitas Da­russalam diserahkan kepada pihak pengelola Universitas Darussalam Ambon yang sah yaitu Kampus Unidar di Wara.

Penyerahan kala itu, diwakili Farida Moni, selaku  Rektor Unidar Ambon saat itu. Sampai saat ini tambah Uluputty, semua proses akademik Unidar telah dilaporkan ke PDDIKTI. Itu artinya mahasiswa yang tidak pernah berproses di kampus Unidar Wara dianggap sebagai mahasiswa yang non-aktif.

Dijelaskan, sampai dengan 20 Desember 2017, data yang telah disinkronisasi ke laman Forlap Dikti untuk  tahun akademik 2013-2017 adalah sebanyak 334.881. Jadi selu­ruh mahasiswa mulai berproses mahasiswa baru sampai dinyatakan lulus ujian sarjana diwisuda semua terkafer di situ dan secara online ada pada kementerian. Itu sangat pen­ting. Jika tidak maka tidak bisa karena mau kerja di republik ini baik itu ASN atau swasta akan merujuk ke situ untuk mengetahui sah atau ti­dak akan diketahui di situ. Kalau  sudah lulus dan wisuda tetapi ketika dicek di situ tidak ada, maka maha­siswa itu ilegal. Kita hidup dalam NKRI dan itu dikementerian sudah diatur seperti itu. Tidak bisa me­ngelak, dan rujukan ke situ tidak ke mana-mana,” jelas Uluputty.

Dikatakan, sesuai Permen­ris­tekdikti No. 61 Tahun 2016 tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Pasal 7 ayat (6) huruf (e) mengenai Nomor Ijazah Nasional serta dalam rangka mengurangi maraknya kasus pemalsuan ijazah yang terjadi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membangun sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) untuk menerbitkan nomor ijazah nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL) digunakan untuk memverifikasi nomor ijazah dan keabsahan nomor ijazah nasional dan sejak 14 De­sember 2017 Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah mengeluarkan surat edaran No. 700/B/SE/2017 tentang Penggu­naan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi ljazah Secara Elektronik (SIVIL). Olehnya itu, ijazah seorang lulusan dika­takan sah dan legal, jika nomor ijasahnya tedaftar di PDPT dan diverifikasi dengan Sistem Verifikasi ljazah Secara Elektronik (SIVIL) yang sumber datanya dari Laman PDPT.  (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>