Published On: Fri, Mar 30th, 2018

DPRD Akan Soroti Pertamina Soal Elpiji

Share This
Tags

Pihak Pertamina sebagai BUMN migas mulai membuat gusar DPRD Provinsi Maluku. Pasalnya, pemasaran dan distribusi gas elpiji di daerah ini belum mampu memberikan efek domino bagi perekonomian daerah.

Wakil Ketua Komisi B Abdullah Marasabessy mengungkapkan, setelah menuntaskan sejumlah agenda penting, Komisi ini akan menekan pihak Pertamina terkait pemasaran gas elpiji.
Ketua Fraksi Partai NasDem ini mengungkapkan, saat ini akan masuk investor gas elpiji di Maluku.

Namun, DPRD Maluku harus memastikan, Pertamina sebagai BUMN tak terganggu dan memberi ruang bagi distributor lain dari pihak swasta. “Pada intinya kita hanya ingin memastikan Pertamina memberi ruang buat swasta. Khan bagus, kalau ada distributor swasta, ada persaingan harga. Masyarakat akan pakai elpiji murah,” tandas Marasabessy kepada Kabar Timur, dihubungi melalui telepon seluler.

Dia menambahkan, meski elpiji lebih menguntungkan bagi masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri lain, faktanya penggunaan jenis bahan bakar dimaksud belum tersosialisasi baik di Maluku. “Itu karena harganya yang belum bisa bersaing dengan minyak tanah. Masih mahal dibanding daerah lain,” katanya.

Dalam kunjungan kerjanya di dusun Riang, Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon kemarin, Komisi B DPRD Maluku, ungkap Marasabessy, meninjau langsung pembangunan pangkalan Elpiji milik PT Betagas. Pimpro pengkalan elpiji tersebut, Hary, menjelaskan ke komisi, pembangunan pangkalan yang dilengkapi dermaga untuk tanker penyuplai elpiji ini ditarget selesai awal Desember 2018.

Dijelaskan pula, kalau pihak PT Betagas mampu menyuplai elpiji ke berbagai Kabupaten/Kota di Maluku dengan keberadaan pangkalan distributor dengan kapasitas 6500 metrik ton ini.

Menurut dia, hadirnya PT Betagas, semakin memberi ruang bagi masyarakat Maluku menggunakan bahan bakar alternatif ini dengan harga murah.

Di samping elpiji 5,5 kg yang disubsidi oleh pemerintah pusat, masyarakat juga diberi kesempatan mendapatkan elpiji ukuran 12 kg atau lebih, dengan harga yang sama dengan DKI Jakarta atau pulau Jawa. “Jadi kehadiran distributor ini akan membuat elpiji satu harga. Sama dengan di Jawa, begitu juga di Manado dan Makassar,” katanya. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>