Published On: Thu, Aug 31st, 2017

DPRD Pertanyakan Sikap Kabag Pemerintahan

Share This
Tags

 Badan Pembuat Perda (BPP) DPRD Kota Ambon mempertanyakan sikap dari Kabag Pemerintahan yang membiarkan proses pemilihan Ketua RT dan RW tetap berlangsung, padahal baik DPRD maupun pemkot telah sepakat untuk menghentikan proses pmilhan sampai dnegan ditetapkannya perda yang mengatur hal ini ditetapkan.

Kabag Pemerintahan Kota Ambon Steven Dominggus sendiri mengaku bahwa penghentian proses pemilihan RT/RW ini telah ditindak lanjuti oleh pemkot ke seluruh kelurahan maupun desa, namun ternyata pada Kelurahan Wainitu tidak diberitahukan soal ini sehingga proses pemilihan pada wilayah keluarahan tersebut telah berjalan bahkan sudah ada RT dan RW terpilih.

“Kami sudah minta kepada pemkot melalui sekkot, untuk sebaikanya pemilihan RT/RW itu dipending tunggu sampai perdanya ditetapkan ini juga bertujuan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,” tandas Ketua BPP DPRD Kota Ambon Rofik Afiffudin kepada Siwalima di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (30/8).

Menurutnya, ada standar baku pemerintah, dalam melaksanakan proses rekruitmen Ketua RT/RW, sehingga menurut DPRD lebih baik ditunda, tunggu sampai ada suatu dasar aturan yang mengatur tersebut.

Alasan mengapa sehingga perda ini dibuat, karena dalam rapat-rapat Komisi I ada beberapa masalah yang dialami dalam proses pemilihan RT/RW, sehingga perda ini penting untuk diterapkan. Ada rumusan-rumusan baru terkait dengan tata cara pemilihan, kalau misalnya ada pemikiran dari pemkot, maka harus ada sinkronisasi untuk dijadikan sebuah perda.

“Kalau ada pemikiran-pemikiran dari pemkot, silahkan kita sinkronisasi, agar bisa kita komperasi agar jadikan perda, sehingga menjawab semua kebutuhan daerah, sehingga tata caranya bisa diatur dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, pernah menyampaikan ke Sekot, bahwa Kota Ambon memiliki tiga pemerintah di tingkat bawah yakni desa, negeri dan kelurahan ini berbeda dengan daerah lain sebab tiga hal ini yang membedakan tipikal kota ini dengan kota lainnya. Untuk itu ia menegaskan agar pemkot harus bersabar dan tidak boleh memaksakan kehendak sendiri namun harus menunggu pembahasan perdanya selesai dan ditetapkan baru dapat dilakukan pemilihan.

“Mestinya pemkot harus bersabar sedikit, kita kan sudah usulkan di paripurna, dan Sekot hadir bahkan menyetujuinya, tapi kenapa Kabag Pemerintahan biarkan Keluarahan Wainitu tetap berproses, ini perlu dipertanyakan,” cetusnya.

Sementara itu salah satu ketua RT dikelurahan Wainitu mengaku, mereka tetap menjalankan proses pemilihan karena tidak ada instruksi dari kelurahan untuk menghentikan proses ini, bahkan Lurah sendiri meminta agar prosesnya dipercepat.

“Kita waktu tahu ada berita bahwa proses pemilihan dipen­ding sampai tunggu perda kita hentikan, namun Lurah katakan jalan saja sebab tidak ada pemberitahuan dari pemkot ke kelurahan,” pungkasnya.(Siwalime)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

BALAGU.COM - Berita Informasi Maluku