Published On: Mon, Nov 24th, 2014

Dulu carter Pesawat, Sekarang Patungan Untuk Beli Tiket Kapal (Cerita Dibalik  Keikutsertaan Kabupaten Aru di Popmal III)

Share This
Tags

8190821423b6ae5349e76b06feb28cec_XLGenderang perang Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) edisi ketiga telah ditabuh Jumat (21/11) lalu dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Ir Said Assagaff. Banyak peserta yang ikut bertanding. Hampir semua kabupaten dan kota mengirimkan atlitnya. Namun dari sekian banyak daerah, Aru yang paling menarik. Kontingen Kabupaten Kepulauan Aru ini hanya mengirim 6 orang atlet. Apa penyebabnya?

Popmal tiga tahun lalu, pasukan tempur asal Kabupaten Aru terjun dengan kekuatan penuh. Mereka ambil bagian disetiap cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan atau diperlombakan saat itu. Tapi di tahun ini, mereka hanya ambil bagian di satu cabor, yakni Taekwondo (TI).Itu pun dengan syarat.

Sebenarnya, nama kabupaten Aru tidak tercantum dalam daftar peserta ajang terbesar di Maluku ini, karena kegigihan para atlet maupun pelatih dan pengurus cabang olahraga daerah tersebut yang ingin tampil di ajang Popmal walaupun harus dengan biaya sendiri.

Yang menarik, pelatih Taekowndo asal Kabupaten Aru, Ongen Tomasoa bersama Kalep Rumtutuly (Ofisial) serta empat atlet masing-masing, Jouly Bahumasse, Saban Waji, Jery Filay dan Febiola bersepakat untuk patungan anggaran agar bisa bertolak ke  Ambon untuk mengikuti Popmal.

’’Terus terang saya sangat sedih dan bahkan ingin menangis,  saya selaku pelatih selama ini telah membina atlet untuk mengikuti Popmal, dan para atlet juga sudah siap, baik senior maupun junior  untuk mengikuti Porprov, namun ternyata KONI Aru, DPRD dan  Pemkab Aru   tidak melakukan pembahasan anggaran Popmal, makanya kami mencari alternatif sendiri,’’ terang Tomasoa  kepada penulis di Kantor KONI Maluku akhir pekan, kemarin.

Tak adanya dukungan dari KONI dan Pemkab Aru tersebut, membuat para atlet sangat kecewa. Bahkan ada yang menangis. Tak tega melihat kekecewaan atletnya tersebut, pria kulit hitam kemudian mengambil keputusan untuk menjual barang berharga miliknya ditambah sumbangan dari anak binaannya. “Saya lakukan ini semata-mata untuk bisa memberangkatkan atletnya ke Ambon. Itupun hanya enam orang atlet yang bisa dibawanya. Mereka harus berangkat, kalau tidak tentunya para atlet menderita karena kecewa. Dan ini juga demi nama Aru,’’ terang dia.

Awalnya, lanjut pegawai honorer Dintan Aru ini, dirinya ragu untuk memberangkatkan anak asuhnya ke Ambon. Sebab, KONI Aru sudah memutuskan untuk tidak ikut Popmal. Tidak ingin atletnya kecewa, dia langsung melakukan komunikasi dengan pihak TI Maluku dan KONI Maluku dan puji Tuhan, mereka merespon keinginan kami.’’Karena sudah ada lampu hijau dari teman-teman di provinsi, saya pun mengambil keputusan untuk tetap berangkat ke Ambon,’’katanya.

Dengan menumpangi KM Sabuk Nusantara 41, mereka mengarungi lautan selama dua hari dua malam.’’Kalau dulu (Popmal II), pemerintah daerah carter  pesawat untuk berangkat. Sekarang sudah tidak lagi, kita harus patungan anggaran untuk membeli tiket kapal laut. Memang kondisinya seperti itu. Mau tak mau kita harus terima kenyataan yang ada, ini cobaan bagi kami,’’tuturnya.

Saat di Ambon, kata Tomasoa,  dia langsung menemui Ketua Harian pengprov TI Maluku, Jopie Muskitta untuk menanyakan kepastian TI Aru di Popmal. Jawabannya diluar dugaan. Harus ada surat rekomendasi dari Pemkab setempat.’’Saat itu, saya mulai kehilangan arah, karena apa yang diminta sama sekali tidak ada. Tapi saya mencoba untuk tenang dan berpikir  mencari jalan keluar,’’papar dia.

Untuk keluar dari persoalan itu,  dirinya mencoba melakukan komunikasi dengan Pemkab Aru untuk membuat surat rekomendasi tersebut dan saat itu juga mereka merespon kemauan Tomasoa.’’Surat itu pun langsung dikirim (melalui fax) hari itu juga (satu hari jelang hari H).Itu artinya, kami diizinkan untuk bertarung di event tiga tahun ini,’’beber dia.

Selama mengikuti Popmal, kata  Tomasoa, mereka menginap dikedimanya di kawasan Batu Gajah, Kota Ambon.’’Kalau kontingen lain kan nginapnya di hotel. Tapi, kami tinggal di rumah saja. Walau dalam kondisi yang sangat terbatas, dirinya  tetap bersyukur, karena bisa terjun di pesta olahraga terbesar di Maluku ini,’’ucapnya.

Lantas dengan membawa  atlet yang cukup sedikit apakah akan membawa pulang medali? Tomasoa yakin dan percaya sepenuhnya kepada mereka.’’Sebenarnya, saya ingin membawa atlet sebanyak mungkin. Sayang masalah klasik (anggaran) yang mendera kabupaten setempat sehingga saya hanya bisa mengelus dada. Tapi, semua atlet yang saya bawa di Popmal tahun ini, pasti bisa membawa pulang medali. Lihat saja nanti,’’kata Tomasoa.

’’Saya  ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kemudahan kepada kami sehingga bisa ambil bagian pada momen ini,’’imbuh pria murah senyum ini.
Kalep Rumtutuly, Ofisial TI Aru menuturkan, cabor yang ada di Aru sejauh ini masih minim perhatian pemerintah. Hal tersebut dialami langsung para atlet. Sejak masa pembinaan, dukungan sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran tidak bisa terpenuhi dengan baik. ’’Kalau dulu, perhatiannya cukup luar biasa. Sekarang sudah berbeda,’’ungkapnya.

Padahala, lanjut dia, banyak atlit terdahulu dari Aru telah menorehkan sejumlah prestasi baik lokal, regional, bahkan nasional.’’Kehadiran pemerintah melalui dukungan anggaran sejauh ini masih terbilang sedikit dan jauh dari harapan. Padahal, upaya dan kerja keras para atlet untuk mengharumkan daerah sering diraih dari sejumlah cabang olahraga yang ada,’’bilang dia.

Ironisnya,  setiap penghargaan dan prestasi yang berhasil diraih seakan tidak dilihat pemerintah.’’Ya mau bilang apa lagi. Untuk menyiasati keikutsaertaan kami dalam pekan olahraga provinsi kali ini, semuanya berinisiatif mencari dana sendiri dengan berbagai cara,’’bilang dia.’’Tujuan kami hanya satu, yakni ingin berbuat lebih untuk kabupaten (Aru) tercinta,’’tutup Kalep.

Dibagian lain, Jery Filay, atlet TI Aru mengatakan, Popmal merupakan ajang pembuktian atau adu gengsi antarkabupaten/kota di Maluku.’’Keinginan terbesar saya adalah bisa mempersembahkan medali untuk Aru,’’ucapnya.

Bukan hanya itu, ini (Popmal) juga sebagai sarana seleksi atlet menuju level yang lebih tinggi, yakni Pra PON dan PON. “Jadi, saya siap berikan yang terbaik. Walau berat melewati hadangan lawan.Tapi dengan kerja keras, saya pasti bisa melangkah lebih jauh (meraih medali),’’kuncinya.

Apresiasi pun datang dari Ketua Harian KONI Maluku, Tony Pariella. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh teman-teman dari Aru patut dicontoh oleh semua orang.’’Dengan keterbatasan, tapi mereka berjuang untuk bisa masuk di arena Popmal. Ini luar biasa,’’ucapnya.

Dari awal, kata Pariella, Aru sudah nyatakan tidak ikut Popmal. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu keinginan mereka. Namun dengan kehadiran mereka di satu cabor, menandakan bahwa mereka juga ingin mensukseskan penyelenggaraan, partisipasi dan prestasi yang menjadi tujuan dari Popmal itu sendiri. Semoga mereka bisa berbuat yang terbaik di event ini,’’pungkas Guru Besar Unpatti ini.(ameks)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>