Published On: Tue, Dec 15th, 2015

Efek Dahsyat Chicharito

Share This
Tags

chicharitoisi“Ia meragukan dirinya sendiri,” ujar Javier Hernández Gutiérrez mengenai putranya, Javier Hernández Balcázar. “Ia ragu ia cukup baik untuk bermain di divisi pertama. Sebagai pemain muda ia tidak sabaran. Kami berbicara kepadanya mengenai bersikap gigih dan semuanya akan datang.”

Javier Hernández Gutiérrez – juga akrab disapa Chicharo – terbukti benar. Putranya, Chicharito, memang cukup baik untuk bermain di divisi pertama Liga MX bersama Chivas Guadalajara. Tidak hanya itu, malah. Chicharito juga cukup baik untuk bermain di Premier League bersama Manchester United dan La Liga bersama Real Madrid. Namun soal “semuanya akan datang”, Chicharito belum memiliki semuanya.

Ada yang kurang dari Manchester United (dan Real Madrid): rasa percaya terhadap Chicharito. Di Bayer Leverkusen, kesebelasan yang ia bela saat ini, Chicharito mendapatkan kepercayaan yang ia cari.

Chicharito seperti pemain baru sejak bergabung dengan Leverkusen. Ia menorehkan catatan positif demi catatan positif. Brace pada pertandingan melawan Eintracht Frankfurt membuatnya: 1) menjadi pemain Meksiko pertama yang mencetak brace di Bundesliga, 2) sudah mencetak brace dalam tiga kejuaraan berbeda – DFB-Pokal, Champions League, Bundesliga – bersama Leverkusen, dan 3) menjadi pemain Meksiko dengan jumlah gol terbanyak di Bundesliga. Torehan terbarunya, tiga gol ke gawang Borussia Mönchengladbach, membuatnya menjadi pencetak hat-trick berkebangsaan Meksiko pertama di Bundesliga.

Sejauh ini Chicharito telah mencetak 10 gol dalam 13 pertandingan Bundesliga. Leverkusen sendiri baru mencetak 24 gol dalam 16 pertandingan Bundesliga mereka musim ini. Dengan tambahan satu assist, Chicharito telah terlibat secara langsung dalam 45,83% gol Leverkusen.

Singkatnya, Chicharito terlahir kembali di Leverkusen. Dan ini bukan hanya baik bagi sang pemain dan baik bagi kesebelasan di lapangan. Namun juga bagi kesebelasan di luar lapangan.

Chicharito Melesat Karena Semua Tepat

“Mereka menunjukkan ketertarikan kepadaku begitu masa pinjamanku di Real Madrid selesai,” ujar Chicharito mengenai keputusannya untuk bergabung dengan Bayer Leverkusen. “Itulah yang sangat membuatku tertarik pada awalnya. Mereka mengejarku sejak hari pertama dan, tanpa ketertarikan itu, aku mungkin tidak akan ada di sini. Hasrat (Leverkusen) untuk merekrutku dan untuk menjadikanku bagian dari kesebelasan membuatku sangat tertarik.”

Pengaruh dari rasa bahagia karena merasa dibutuhkan mungkin memang memainkan peran besar dalam langsung nyetel-nya Chicharito di Leverkusen. Bisa jadi ini benar, namun bisa jadi juga ini salah. Yang pasti Chicharito tidak sendirian.

“Semua orang tahu bahwa ketika orang percaya kepada kita dan berkata bahwa kita penting, maka itu akan memberi kita rasa percaya diri yang sama sekali berbeda dengan rasa percaya diri lainnya,” ujar Jose Luis Real Casillas, pelatih Chicharito semasa masih di akademi Chivas. “Ia tiba di Leverkusen dan menemukan tempatnya dan saya rasa itu menjadi faktor yang sangat penting dalam memberinya rasa aman yang lebih besar dalam jangka waktu yang pendek.”

Casillas, yang sudah menangani Chicharito sejak sang pemain bergabung di usia 9 tahun, tidak meragukan kemampuan bekas anak asuhnya. Namun bahkan ia sendiri merasa terkejut dengan begitu cepatnya masa adaptasi Chicharito.

“Saya tidak pernah ragu Javier akan sukses di Jerman, namun saya pikir ia akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk sukses karena Bundesliga berbeda dengan liga-liga lain tempat ia pernah bermain,” ujar Casillas. “Secara logis saya pikir ia akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya dalam tiga bulan pertama dan setelahnya barulah ia akan kembali menjadi Chicharito namun ternyata tidak – ia langsung nyetel!”

Adaptasi Chicharito berjalan baik karena Leverkusen membantunya dengan baik. Kesebelasan yang dimiliki perusahaan kimia dan farmasi tersebut mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk membantu proses adaptasi Chicharito. Tidak semua kesebelasan mau repot-repot melakukan ini. Bahkan Didier Drogba, dalamSoccernomics, mengeluhkan tidak adanya bantuan Chelsea untuk mempercepat proses adaptasinya di London.

“Cukup mudah untuk beradaptasi (di kehidupan sehari-hari),” ujar Chicharito. “Aku memiliki pelatih kepala yang baik, tim pendukung yang baik, dan penerjemah yang selalu berada di dekatku untuk membantuku. Kesebelasan melakukan segala yang dapat mereka lakukan untuk membantuku beradaptasi dan memastikan segalanya berjalan lancar.”

Adaptasi yang lancar di kehidupan sehari-hari membuat Chicharito, di lapangan, dapat langsung berlari.

“Chicharito beradaptasi semakin baik dari hari ke hari dan berkembang menjadi bagian penting dari kesebelasan,” ujar Roger Schmidt, pelatih kepala Leverkusen. “Ia mulai terbiasa dengan gaya main kami, baik cara kami menekan atau cara kami bergerak tanpa bola. Dan tentu saja, ia memiliki kemampuan menciptakan dan menyelesaikan peluang. Ia telah membuktikannya dengan gol-gol yang ia cetak untuk kami di kejuaraan-kejuaraan yang berbeda.”

Seperti Schmidt, Casillas juga memiliki alasan taktikal mengenai ketajaman Chicharito di awal kariernya bersama Leverkusen. Salah satu kemampuan terbaik Chicharito, menurut Casillas, adalah kemampuan membebaskan diri dari kawalan lawan. Chicharito, masih menurut Casillas, sukses karena tidak pernah berhenti bergerak.

Di luar alasan mental dan taktikal, Chicharito bisa jadi langsung cocok dengan Leverkusen karena ia sedari awal sudah ditakdirkan untuk bergabung dengan Leverkusen era Roger Schmidt, kesebelasan yang tak berhenti bergerak dan – seperti gaya main Chicharito – sangat vertikal.

“Ia bukan pemain yang melakukan banyak trik dan ia tidak menahan bola terlalu lama,” ujar Casillas. “Jika menerima bola ia akan bermain sangat direct, sangat vertikal. Di Meksiko ini sifat yang tidak biasa karena biasanya para pemain mengecoh lawan namun Javier tidak. Ia menginginkan banyak umpan di belakang lini pertahanan. Ia tidak selalu menginginkan bola ketika membelakangi gawang. Ia akan mundur sedikit lalu melesat maju, meminta bola diumpan ke depannya.”

Semuanya tampak berada di tempat yang tepat, di saat yang tepat. Chicharito datang ke Leverkusen ketika: 1) Manchester United tidak membutuhkannya, 2) Leverkusen ditangani Roger Schmidt dan karenanya Chicharito cocok dengan gaya bermain Leverkusen, 3) Leverkusen kehilangan Son Heung-min yang pindah ke Tottenham Hotspur, dan 4) Leverkusen masih memiliki Stefan Kiessling sehingga menjadi penyerang tengah yang membelakangi lawan bukan tugas Chicharito.

Jika salah satu dari empat hal tersebut tidak terpenuhi, Chicharito mungkin tidak akan seperti ini.

Mencetak Penyerang dan Pasar Baru

Chicharito bukan pelatih dan tidak pernah melatih di Chivas. Namun berkat dirinya kesebelasan asal Guadalajara tersebut tidak pernah kehabisan penyerang. Chicharito tidak hanya berguna bagi kesebelasan dalam pertandingan. Di luar lapangan, ia juga menghasilkan sesuatu.

“Kami merekam gol-golnya dan cara ia bergerak,” ujar Real Casillas. “Kami sangat senang dapat berkata ‘lihatlah, seperti ini Javier bergerak’ dan memotivasi mereka. Faktanya, dapat saya katakan bahwa di Chivas, para pemain muda terbaik kami bermain di posisi Javier, sebagian karena pengaruh Javier adalah motivasi untuk mereka.”

Seperti Chivas, Leverkusen juga merasakan pengaruh Chicharito di luar lapangan.

“Javier Hernández telah melampaui harapan kami, dan itu berlaku untuk Bayer Group secara keseluruhan,” ujar Michael Schade, executive director Leverkusen. “Ia pahlawan rakyat di Meksiko. Ketertarikan media terhadapnya sangat luar biasa.”

Dengan kata lain, Chicharito membuat popularitas Leverkusen di Meksiko meningkat. Leverkusen memang belum terlihat melakukan apa-apa mengenai hal ini, namun dalam waktu dekat mereka pasti akan bergerak. Bundesliga sendiri telah menunggangi ombak dengan menciptakan kanal khusus berisi segala hal tentang Chicharito di situs resmi mereka.

Benar memang Pierre-Emerick Aubameyang dan Robert Lewandowski juga dibuatkan kanal khusus, namun ada yang membedakan Chicharito dari keduanya. Di situs resmi Bundesliga, beberapa artikel mengenai Chicharito dibuat ulang dalam versi bahasa Spanyol.

Para penggemar dari Jepang telah berkali-kali terbang langsung ke Dortmund dan Gelsenkirchen untuk bertemu dengan Shinji Kagawa (Borussia Dortmund) dan Atsuto Uchida (Schalke 04).

Tinggal menunggu waktu saja hingga penggemar dari Meksiko datang ke Leverkusen. Atau Leverkusen yang terbang ke Meksiko, menghampiri pasar baru mereka seperti ketika Leverkusen berkunjung ke Korea Selatan ketika Son Heung-min masih bersama mereka. Itulah Kedahsyatan efek Chicharito.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>