Published On: Wed, Oct 28th, 2015

Enam Kapal Perintis di Maluku Beroperasi Kembali

Share This
Tags

Terhenti sementara pengoperasian 6 buah kapal Perintis di Provinsi Maluku karena habisnya biaya operasional kini terjawab sudah, sehingga masyarakat pengguna jasa transportasi ini mulai berlega hati.

Sejak tanggal 24 Oktober 2015, enam kapal Perintis di Maluku mulai beroperasi kembali hingga tanggal 31 Desember 2015 dengan dikeluarkannya DIPA Kementerian Perhubungan RI Nomor SP DIPA-002.04.2.287537/2015 Revisi ke 04 tanggal 20 Oktober 2015.

Demikian penjelasan Margarita Wattimury, SE, PPK Perintis Kantor KSOP Kelas I Ambon kepada Tribun-Maluku.com di Ambon Rabu (28/10).

Dikatakan, DIPA Kementerian Perhubungan untuk 6 kapal Perintis itu baru keluar tanggal 20 Oktober 2015 dan tanggal 21 Oktober pihaknya langsung melakukan kontrak, sehingga tanggal 24 Oktober 2015 secara resmi 6 kapal Peritis tersebut mulai beroperasi kembali, sampai batas waktu kontrak tanggal 31 Desember 2015.

Dijelaskan, Trayek R-41 KM. Cantika 88 Pangkalan Ambon dengan biaya kontrak Rp.258.915.829; Trayek R-42 KM. Sabuk Nusantara 31 Pangkalan Ambon dengan biaya kontrak Rp.3.831.465.670; Trayek R-43 KM. Sabuk Nusantara 43 Pangkalan Ambon dengan biaya kontrak Rp.5.114.079.521; Trayek R-44 KM. Sabuk Nusantara 33 Pangkalan Ambon dengan biaya kontrak Rp.4.032.567.923; Trayek R-45 KM. Sabuk Nusantara 48 Pangkalan Ambon dengan biaya kontrak Rp. 5.055.807.971 dan Trayek R-46 KM. Manusela Pangkalan Ambon dengan biaya kontrak Rp.2.147.527.753.

Dengan beroperasi kembali 6 kapal Perintis tersebut sebagai bukti bahwa Pemerintah serius  memperhatikan kebutuhan masyarakat soal jasa angkutan laut, untuk melayani daerah masih tertinggal dan atau wilayah terpencil di Provinsi Maluku,”ucapnya.(Tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>