Published On: Fri, Nov 27th, 2015

Era MEA, Peran Guru Sangat Sentral

Share This
Tags

guru-pgriKepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad mengatakan, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, memiliki peran yang sangat sentral dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi bangsa kedepan.

Era ini, kata Musaad, terdapat persaingan yang sangat kompetitif, salah satu hal yang harus disiapkan adalah generasi berkualitas, sehingga dapat melahirkan anak-anak Maluku untuk bisa aktif diberbagai dimensi kehidupan.

“Tanggung jawab untuk menyiapkan SDM akan lahir melalui jalur pendidikan, disinilah peran guru sangat sentral, karena ditantang mendidik anak-anak bangsa khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, profesi guru harus mendapat apresiasi,” kata Kakanwil, dalam sambutannya membuka kegiatan Apresiasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Update EMIS dan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Pendidikan Keagamaan di Aula Kantor Perikanan, Tantui, Kota Ambon, Kamis, (26/11).

Menurutnya, keberadaan sistem data Education Management Information System (EMIS) merupakan Sistem Informasi yang berada pada garda terdepan dalam upaya peningkatan kualitas data Pendidikan Islam dan dukungan anggaran yang memadai, akan memberikan dampak perencanaan program dan anggaran yang realiable, credible dan vesible.

“Harus kita sadari bahwa membangun data itu mahal dan sulit, tapi jauh lebih mahal dan sulit jika membangun sesuatu tanpa data. Dimasa datang, hubungan antara pengambilan kebijakan dengan proses perencanaan dan hubungan antara proses perencanaan dengan data akan semakin kuat,” kata Kakanwil.

Dijelaskan, lima budaya kerja yang saat ini dibangun dan dikembangkan di lingkungan Kementerian Agama masing-masing integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan harus dijalankan oleh seluruh elemen khususnya pegawai Kemenag Maluku. Bila lima budaya kerja ini tercermin dan terimplementasi dengan baik, kinerja kementerian agama seperti yang tertulis dalam visi misi kemenag Maluku akan bisa tercapai.

Lima budaya kerja juga tercermin lewat revolusi mental dalam konsep nawacita yang menjadi fokus pembangunan Indonesia saat ini. Dan, ini juga didukung oleh aparatur kementerian agama, tokoh masyarakat beragama serta tenaga guru. Budaya kerja ini harus diimplementasikan oleh para guru yang menjadi tenaga pendidikan di lembaga pendidikan keagamaan.

“Bila setiap pegawai atau guru di lingkungan Kemenag Maluku, bekerja dengan niat baik untuk membangun kementerian agama, maka lima budaya kerja harus dijadikan sebagai pijakan dalam menjalan tugas, dan bila itu mampu dilaksanakan maka konsep nawacita yang menjadi titah dari revolusi mental khusus di Kemenag Maluku akan tercapai,” kata Kakanwil.

Kakanwil berharap, kegiatan yang dilakukan oleh bidang pendidikan agama Keagamaan Islam (Pakis) ini, seluruh peserta dapat dengan serius mengikuti kegiatan yang bernilai positif untuk menyatukan pemahaman para tenaga pendidikan di lingkungan pendidikan keagamaan di Maluku.

“Lembaga Pendidikan Keagamaan sudah diakui sebagai pendidikan formal dan non formal. Oleh karenanya manajemen pengelolaannya harus dilakukan secara profesional. Kurikulum, pengajar, sarana dan prasarana lembaga pendidikan keagamaan hendaknya sesuai dengan standar pendidikan nasional dan peraturan yang berlaku. Kemudian bagi peserta dapat mengambil manfaat dan ilmu yang nantinya bisa dikembangkan di lembaga masing – masing,” pinta Kakanwil.

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara kegiatan, Fahrul Rozil Sanusi mengatakan, ke tiga paket kegiatan yang digulirkan secara serempak ini diikuti oleh 90 peserta. Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Peraturan Pemerintah RI No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan dan DIPA Kemenag Provinsi Maluku tahun 2015.

“Tujuan Rapat Koordinasi ini adalah sebagai upaya meningkatkan mutu Lembaga Pendidikan Keagamaan bagi Madrasah Diniyah, TPQ dan Pondok Pesantren se Provinsi Maluku, disamping sebagai wahana silaturahmi dan sharing antar pengelola lembaga pendidikan keagamaan,” ujarnya. (MG4)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>