Published On: Sat, Jul 23rd, 2016

Golkar Menolak, PPP Belum Resmi

Share This
Tags

paparisaMeski telah resmi berpasangan, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler “Paparisa Baru”  belum pasti mendapat rekomendasi PPP. Kader partai beringin Kota Ambon menolak Syarif.  Benarkah?

Kader DPW PPP Maluku memastikan merekomen­dasikan pasangan “Paparisa Baru” di Pilkada Kota Ambon Februari 2017, namun DPP PPP menyatakan rekomendasi Richard-Syarif belum keluar.

“Belum ada rekomendasi keluar dari DPP PPP. Kalau ada klaim rekomendasi sudah keluar itu tidak benar. Rekomendasi diberikan sesuai mekanisme dan aturan main di partai kami,” Korwil DPP PPP untuk Maluku dan Maluku Utara, Etha Hentihu  ketika dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Pernyataan Hentihu sekaligus menepis klaim kubuh Syarif. Dia mengatakan,  yang mengikuti proses dari DPC hingga ke-DPP sesuai mekanisme itu yang akan diproses. “Pasangan Poly Kastanya-Sam Latuconsina mengikuti proses itu. Mereka baru saja ikut fit and proper test di DPP PPP. Dan, Sam itu kader PPP,” tegas Hentihu.

Kendati begitu dia  mantan anggota Senator Maluku ini menegaskan, setelah proses fit and propert test rekomendasi itu akan diproses dan dalam waktu dekat baru dikeluarkan. “Siapa yang nanti direkomendasi tunggu saja. Yang pasti rekomendasi itu akan keluar sesuai mekanisme partai,” tandasnya lagi.

Terpisah, Sam Latuconsina yang dihubungi Kabar Timur via telepon selulernya, tadi malam, membenarkan bahwa dia bersama Poly Kastanya bakal calon Walikota Ambon, baru saja mengikuti fit and proper test di DPP PPP di Jakarta. “Kita hadir mengikuti fit and propert test di DPP PPP difasilitasi DPC PPP Kota Ambon dan DPW PPP Maluku,” terang Latuconsina.

Menurutnya, mereka diuji oleh sejumlah petinggi DPP PPP, yang dipimpin Wasejkjen OKK PPP. A Wasahua, Korwil dan Wakil Ketua OKK. “Fit and propert test ini juga difasilitasi ibu Korwil,” katanya.

Dia mengaku, sebelum proses fit and propert test digelar, dirinya sempat menyampaikan ke forum bahwa kalau fit ini hanya formalitas saja, dia bersama Poly mundur dari proses penjaringan atau pencalonan di PPP.  “Saya sebagai balon Wawali yang dekat dengan PPP menymapaikan  itu saat fit,’’terangnya.

Tim DPP PPP bersikukuh proses fit and proper test tetap digelar karena  itu merupakan proses pengujian mendapat rekomendasi PPP. “Proses jalan dan jadi bahan pertimbangan rekomendasi. Menurut DPP proses ini sesuai mekanisme PPP. Karena itu proses ini didukung DPW PPP. Khan ada surat pengantar dari DPC PPP Kota yang ditandatangani Ketua DPW PPP Maluku Syarif Hadler dan Sekretaris DPW PPP Maluku,  Arif Hentihu,’’paparnya.

Soal sejumlah parpol lain yang bakal merapat di pasangan yang diakronim “PANTAS” itu, dia menambahkan, Gerindra sesuai informasi tunggu penandatanganan Ketum DPP Gerindra. “Intinya 99 persen Gerindra ke PANTAS. Rekomendasi paling lambat minggu depan sudah keluar,’’jelasnya.

Untuk  PKPI, jelas dia,   secara resmi telah dikeluarkan untuk PANTAS. Sementara Demokrat, kata dia,  tunggu proses. “Begitu juga dengan  PAN sementara proses. Kalau PDIP kita sudah ikut mekanisme. Kita serahkan ke DPP PDIP memutuskan. Kita memang belum dipanggil.  Jadi saya belum bisa berkomentar,’’sebutnya.

KADER GOLKAR TOLAK

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pencitraan DPD Golkar Kota Ambon, Hengki Hiskia menegaskan, pihaknya menolak tegas Syarif Hadler berpasangan dengan Richard Louhenapessy. “Kita tolak keras Syarif berpasangan dengan Richard,’’tegas Hiskia kepada Kabar Timur, kemarin.

Dia mengaku, selama ini Syarif tidak pernah berproses di Golkar sebagai Wakil Walikota. Dijelaskan, sesuai petunjuk pelaksana (juklak) DPP Golkar, pasangan yang diusung mesti berproses di partai.’’Masak tidak berproses di Golkar diusung. Jadi kami tetap mendukung  Richard -Rizal Sangadji,’’tandasnya.

Lantas, Richard sudah pastikan berpasangan dengan Syarif di media facebook, dia mengaku, yang mengelola laman facebook itu bukan Richard. “Itu orang lain. Jadi jangan percaya,’’pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, final sudah perburuan pasangan yang dikebut Richard Louhenpessy “RL” untuk disandingkan pada Pilkada Kota Ambon, Februari 2017, mendatang. Dari sekian nama yang berproses disaat “enjury time” “RL” jatuhkan pilihan.

Adalah Syarief Hadler Ketua DPW PPP Maluku. Richard secara terbuka lewat  acount facebooknya telah mengakui dia berpasangan Syarief. Dia bahkan telah meminta  dukungan dan doa restu. “Mohon doa restu untuk memimpin Ambon kedepan. Pasangan Pemimpin Ambon Ris-Syarif (Paparisa Baru). Semoga Tuhan Beserta Kita,” tulis Richard dilaman facebooknya, kemarin.

Keputusan Richard gandeng Syarif  mengejutkan publik Kota termasuk Parpol. Apalagi Syarif yang dipilih  tidak masuk dalam hitungan, namun tiba-tiba muncul dan menjadi pasangan Richard di Pilkada, mendatang.

Sebelumnya, Richard membangun komunikasi intensif bersama kader Gerindra Lutfi Sanaky. Pertemuan dua politisi kawakan ini sering terjadi dan diakhiri doa. Ditengah membangun komunikasi bersama Lutfi, Richard juga membangun komunikasi politik bersama sejumlah politisi lainnya.

Mereka adalah: Ridwan Hasan, Ridwan Marasabessy, Irma Betaubun, Mus Mualim, Husein Sahiry, dan Saleh Wattiheluw. Terakhir, santer dua nama Tadi Salampessy dan Rizal Sangadji.  Dua nama itu, disodorkan sejumlah elite PDIP dengan deal tiket PDIP di Pilkada Kota. (Kabar timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>