Published On: Fri, Dec 18th, 2015

Gubernur: Pemerintah Kabupaten Segera Bentuk Panitia Lelang

Share This
Tags

1Gubernur Maluku, Said Assagaff meminta kepada pemerintah kabupaten/kota agar segera membentuk panitia lelang pada Januari 2016 agar proyek-proyek sudah harus dilelang.

“Saya minta kepada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Maluku setelah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2016, segera bentuk panitia lelang dan pada Januari 2016, proyek-proyek sudah harus dilelang,” katanya, di sela-sela penyerahan DIPA 2016, di Ambon, Kamis (17/12).

DIPA Provinsi Maluku tahun anggaran 2016 sebesar Rp8,3 triliun yang terdiri atas, 31 DIPA Kantor Pusat dengan nilai Rp3,6 triliun, 243 DIPA Kantor Daerah dengan nilai Rp3,8 triliun, 54 DIPA Dekonsentrasi dengan nilai Rp297,5 miliar, 66 DIPA Tugas Pembantuan dengan nilai Rp587,5 miliar dan 3 DIPA Urusan Bersama dengan nilai Rp19,8 miliar.

Sementara itu, khusus untuk DIPA Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa merupakan DIPA Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (DIPA BUN) sebagai dasar penyaluran Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Provinsi Maluku tahun 2016 di tetapkan sebesar Rp12,2 triliun.

Dana Rp12,2 triliun tersebut terdiri atas, Dana Bagi Hasil Pajak dan SDA Rp317,6 miliar, Dana Alokasi Umum Rp7,5 triliun, Dana Alokasi Khusus Rp3,4 triliun, Dana Insentif Daerah Rp178,5 miliar, dan Dana Desa Rp754,6 miliar.

Menurut Gubernur, mengapa penyerahan DIPA dipercepat sebelum tahun anggaran dimulai, karena atas permintaan Presiden Joko Widodo, bahwa tidak boleh lagi terjadi seperti tahun anggaran 2015, karena sampai dengan bulan Juni proyek-proyek masih belum berjalan.

“Saya minta kepada para Bupati/Wali Kota bahwa usai menerima DIPA , sekembalinya ke masing – masing daerah agar segera membentuk panitia lelang dan Januari 2016 sudah harus lelang, sehingga Februari-Maret 2016 proyek-proyek sudah mulai dikerjakan,” katanya.

Pada semester satu tahun anggaran berjalan, menurut Gubernur, kegiatan-kegiatan di lapangan sudah harus dilakukan dengan membuka banyak lapangan pekerjaan, sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran.

“Saya berharap para bupati dan wali kota sekembalinya di masing – masing daerah bisa menindaklanjuti dengan penyerahan DIPA kepada para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Januari sudah harus lelang proyek-proyek. Tidak ada hambatan-hambatan lagi,” tandasnya.

Kalau ada masalah lapor ke Gubernur dan Kanwil Perbendaharaan Negara, untuk ditindaklanjuti dengan benar.

Gubernur juga menyoroti , angka kemiskinan di Maluku masih sangat tinggi, karena itu pihaknya sudah memiliki data nama-nama dan alamat orang miskin.

“Saya mau katakan bahwa angka kemiskinan kita masih tinggi. Kita juga sudah mempunyai data nama-nama orang miskin dan alamat-alamat mereka. Karena itu, Dinas atau instansi terkait bisa menggunakan data itu sebagai dasar untuk mengurangi angka kemiskinan,” katanya.

Karena itu, tambahnya, jangan kasih pemberdayaan kepada masyarakat yang level ekonomi menengah ke atas, tetapi yang miskin diberikan bantuan dan pembinaan, dengan begitu ketika melakukan survei dan hasil yang keluar, kemiskinan semakin menurun,tanpa merinci datanya.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>