Published On: Sat, Dec 30th, 2017

Hadiri Natal Tamilou, Hutumuri & Sirisori – Gubernur: Natal Jadi Teladan Hidup Bersama

Share This
Tags

Perayaan Natal yang dilakukan tiga basudara negeri yang terikat pela gandong, walaupun ber­beda agama, menjadi con­toh dan teladan indahnya hidup bersama dalam per­bedaan.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Maluku Said Assa­gaff saat menghadiri Natal Tiga Ba­sudara Tamilou, Hutumuri dan Siri­sori, yang berlangsung di Lapangan Negeri Hutumuri, Kamis (28/12) malam.

Gubernur menegasakan, perayaan natal yang diadakan oleh tiga basudara tersebut, menjadi sangat bersejarah dan penuh makna, karena teruji sudah bahwa pranata budaya pela-gandong sebagai warisan  para leluhur itu, telah memungkinkan menguatnya ikatan persaudaraan dan kekeluargaan yang penuh rasa saling pengertian, spirit saling tolong menolong dan komitmen untuk maju bersama.

“Perayaan kajadiang Isa Almasih tiga basudara saat ini menegaskan relevansi kearifan lokal. Ketika saudara Hutumuri yang beragama kristen merayakan kajadiang, maka dua saudara yang muslim yakni Tamilou dan Sirisori salam maupun sarane  turut merasakan apa yang dirasakan saudara-saudaranya,” katanya.

Tiga negeri, Tamilou, Hutumuri dan Sirisori saat ini, kata Gubernur melakukan tiga peristiwa sekaligus, yakni peristiwa sejarah, teologi dan budaya.

“Peristiwa sejarah karena ini me­rupakan fakta sejarah yang tak terbantahkan. Bahwa hari ini sejarah hidup orang basudara tidak hanya dalam kata-kata tapi nyata dalam perayaan kajadiang Isa Almasih saat ini. Peristiwa teologis karena agama-agama, khususnya salam dan sarane bisa saling toleran dan hidup ber­sama dalam perbedaan,” ungkapnya.

Brand Mardika

Sementara itu, Gubernur saat menghadiri Acara Makan Patita Mardika Bakudapa, yang berlang­sung di Depan Gereja Bethel, Jumat (29/12) meminta agar Mardika tidak hanya terkenal namanya sebagai jantung Kota Ambon, tetapi juga harus dijadikan sebagai branding produk anak muda.

Produk yang memang bisa digu­nakan oleh masyarakat, sehingga Mardika bisa lebih terkenal.

“Tadi pak walikota dan panitia sudah berbicara banyak, memang brand Mardika ketika katong masih kecil itu sudah terkenal. Oleh karena itu saya ingin pemuda di sini bisa membuat produk, yang bisa brandingnya bernama Mardika dan bisa dipakai,” katanya/

Bukan hanya itu, Gubernur juga menaruh harapannya, agar benar-benar, acara bakudapa ini, bisa digunakan sebagai ajang saling bertukar pikiran, berbagi cerita tentang keberhasilan orang Mardika di perantauan.

Oleh sebab itu, ia mengajak agar masyarakat Mardika yang ada saat ini, maupun yang datang dari dari jauh, untuk dapat duduk bersama saling bercerita dan mendengar satu sama lain. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>