Published On: Sun, Nov 6th, 2016

Hanya Tiga Bulan Papilaya Bereskan Kegagalan Rezim RL

angky-papilayaTiga bulan memimpin Kota Ambon sebagai Caretaker Walikota, ternyata kinerja Frans Johanis Papilaya lebih pro rakyat.

Kendati baru tiga bulan, namun Papi­laya banyak memberikan sentuhan peru­bahan yang pro rakyat. Jauh lebih me­nyen­tuh warga dibandingkan dengan era dimana Richard Louhenapessy menjadi walikota selama lima tahun terakhir ini.

Dalam rentang waktu tiga bulan ini, banyak kemajuan yang sudah dibuat oleh Kepala Dinas Per­industrian dan Perdagangan Provinsi Maluku.

Banyak hal yang tidak dibuat oleh Walikota Richard Louhenapessy, justru dengan mudah dilaksanakan oleh Papilaya. Padahal Richard memimpin selama lima tahun.

Misalnya saja, Papilaya ber­­hasil menaikan belanja lang­sung sebesar 49 persen pada APBD 2016 dari yang sebelum­nya hanya 32 persen semen­tara sisanya belanja tak lang­sung. Tidak sampai disitu, ia juga memangkas banyak se­kali ke­giatan yang tidak ber­sentu­han langsung dengan masya­rakat.

Perjalanan dinas yang tidak perlu pun dikurangi bahkan ada program yang tidak pen­ting pun dibatalkan. Tak pelak, selama tiga bulan terakhir ini, Papilaya berhasil menghemat anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 13 milyar. Dana tersebutlah yang kini dipakai untuk penanggulangan ben­cana.

Untuk kesejahteraan pega­wai pada lingkup Pemkot Ambon, hanya dalam waktu satu bulan memimpin dirinya telah menganggarkan pakaian seragam bagi 7.248 pegawai.

Terlepas dari itu dirinya pun menaikan insentif bagi para pegawai mulai dari eselon II, III dan IV maupun tenaga ho­nor dan kontrak pun dinaikan dengan syarat kinerja harus diperbaiki.

Di bidang pendidikan, Papi­laya memerintahkan dinas untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang rusak dan transparansi penggu­na­an dana BOS di sekolah.

Para guru honorer K2 Non APBD dan Non APBN pun siap untuk dibiayai oleh pem­kot di tahun 2017 mendatang. Tenaga honorer itu pun akan diberikan pakaian seragam dari peme­rintah yang mana sudah diang­garkan di tahun 2017.

Dalam bidang kesehatan memang diakui Kota Ambon masih sangat kekurangan te­naga kesehatan dan lewat ke­sepakatan dengan DPRD maka di tahun depan tenaga sukarela juga akan diangkat menjadi tenaga honorer serta perbaikan sarana kesehatan.

Ketua DPRD Kota Ambon, James Maatita mengatakan Papilaya berhasil membawa pe­rubahan sesuai yang di­ingin­kan warga kota ini.

“Dengan pola kepemim­pinan seperti Pak Papilaya mem­buktikan ia mampu mem­be­rikan perubahan. Tiga bulan saja ia sudah bisa mem­buat banyak perubahan, pa­da­hal walikota sebelumnya selama lima tahun tidak bisa berbuat seperti yang dibuat Pak Pa­pilaya,” tandas Ketua DPRD Kota James Maatita kepada Siwalimamelalui telepon selulernya,  Jumat (4/11).

Menurutnya,  Papilaya bah­kan mampu mengarahkan alokasi APBDP 2016 lebih kepada kepentingan rakyat.

“Memang itu betul ketika pembahasan APBD 2016 ba­nyak sekali anggaran yang di­peruntukan untuk kepenti­ngan masyarakat.  Bahkan pro­gram-program yang tidak jelas semuanya dipangkas,” ungkapnya.

Maatita menilai hasil yang diraih oleh Papilaya selama tiga bulan terakhir sangat ber­beda jauh dengan hasil yang digapai Richard Louhena­pe­ssy selama lima tahun me­mimpin kota ini.

“Banyak sekali kegiatan yang tidak pro rakyat saat kepemimpin Richard.  Bahkan ada program-program yang tidak berhasil dilaksanakan olehnya. Selama ini justru kita melihat apa yang dilakukan Pak Papilaya sangat-sangat ber­sentuhan langsung de­ngan masyarakat,” ungkap­nya.

Hal yang sama juga dika­takan, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latu­pono mengatakan Papilaya telah menunjukkan eksistensi diri sebagai pejabat yang me­men­tingkan kepentingan mas­­yarakat dibandingkan pribadi.

Selain itu, Latupono ber­harap Papilaya terus melaku­kan perubahan karena masih banyak yang program yang harus dibuat lebih baik lagi untuk warga kota ini.

“Saya rasa masih ada program yang perlu dilakukan. Evaluasi lagi terutama menya­ng­kut dengan sampah,  yang sampai saat ini belum ditangani dengan baik.  Dan juga ada program-program lain seperti me­nangani masalah PKL,  pasar dan transportasi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Jumat (4/11), Caretaker Wali­kota Ambon FJ Papilaya ge­nap memimpin Kota Ambon selama tiga bulan.

Papilaya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (3/11) mengaku jabatan yang di em­ban saat ini merupakan amanah yang diberikan. “Saya melayani dengan hati dan apa yang menjadi keingi­nan masyarakat maupun apa­ratur harus kita layani,” ujar Papilaya.

Dikatakan pemerintah ha­rus ada ditengah masyarakat dan harus berkerjasama de­ngan masyarakat. “Jadi apa yang sudah saya perbuat saat ini adalah ama­nah yang harus saya jalankan baik kepada masyarakat mau­pun aparatur sipil negara,” kata Papilaya.

Menurutnya, dalam kurun waktu 3 bulan dirinya berhasil menaikan belanja langsung bagi masyarakat maupun  mempersiapkan kenaikan tun­jangan jabatan bagi aparatur sipil negara.

“Realisasinya akan ber­langsung pada tahun depan namun dengan kenaikan tun­jangan maka aparatur juga harus memperbaiki kinerja,” pinta Papilaya.

Kerena apa, hak dan kewa­jiban itu harus sejalan dimana pemerintah memberikan ke­wajiban dan pegawai menja­lankan hak. “Kalau aparatur ini sejah­tera maka proses pe­layanan ke­pada masyarakat akan ber­jalan dengan baik,” kata Pa­pilaya.

Untuk itu dirinya meminta dukungan dari masyarakat Kota Ambon maupun aparatur sipil negara selama melak­sanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

“Saya ketika ditunjuk men­jabat caretaker diberikan 3 tugas penting yakni menja­lankan roda pemerintahan, menjaga netralitas ASN mau­pun mensukseskan pilkada,” tandasnya.

Ia menambahkan, jika ada PNS yang tidak netral maka pihaknya akan mempro­ses­nya hingga tuntas. “Jadi apa yang saya laku­kan ini berkat dukungan dari semua pihak maupun melak­sanakan peme­rin­tahan sesuai dengan atu­ran atau kolidor yang sudah di­tentukan,” cetusnya. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>