Published On: Fri, Nov 20th, 2015

Hasil Uji Komptensi Guru Maluku Semakin Terpuruk

Share This
Tags

Suhfi MajidHasil ujian kompetensi guru (UKG) Provinsi Maluku tahun 2015 semakin terpuruk karena berada pada posisi juru kunci dari 34 provinsi di Indonesia.

“Kami turut prihatin dengan capaian seperti ini, terutama UKG bulan Februari 2015 yang hasilnya baru diumumkan beberapa waktu lalu dan nilai yang didapatkan sangat menyedihkan,” kata ketua komisi D DPRD Maluku, Suhfi Madjid di Ambon, Jumat (20/11).

Padahal beberapa tahun belakangan posisi Maluku bertahan di peringkat tiga terakhir, dan kini terdegradasi hingga terjun bebas pada situasi sekarang.

Sementara Provinsi Papua sendiri masuk ranking sepuluh besar dan itu berarti ada masalah yang terkait dengan soal UKG untuk Maluku.

Menurut dia, UKG ini memetakan base line yang berkaitan dengan dua hal yaitu kemampuan pedagogi dan kemampuan profesionalitas yang diuji dan kemarin juga sudah dilakukan ujian serupa untuk bulan November.

Kalau UKG ini dijadikan sebagai salah satu ukuran kualitas para guru maka bisa dikatakan bahwa ada masalah serius terhadap kompetensi guru yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Dampaknya juga terasa dalam kaitannya dengan upaya untuk bisa membangun proses belajar-mengajar, proses kependidikan yang ada di setiap sekolah. Jadi ini menjadi masalah yang harus kita cermati secara serius.

“DPRD melalui komisi D sebenarnya sudah mencermati itu sejak dua tahun terakhir, makanya kita mendorong dinas pendidikan provinsi untuk mengambil langkah langkah strategis agar persoalan UKG ini bisa kita urai bersama dan mencari solusi yang tepat,” ujar Suhfi.

Beberapa program yang diusulkan seperti proses UKG ini berkaitan dengan uji yang dilakukan kepada para guru dengan IT, jadi kemampuan pedagogig dan profesional mereka harus terjawab lewat komputerisasi, soal-soalnya lewat komputer dan waktunya sudah ditentukan dan nilainya keluar.

Sebagian besar para guru tidak terbiasa dengan media komputer yang dipakai untuk tes, sehingga DPRD mendorong kegiatan pra UKG dalam tahun 2015 atau semacam pusat pelatihan yang dananya dialokasikan di APBD provinsi untuk melatih para guru familier dengan IT.

Karena ada guru yang punya kompetensi kemampuan dan pengetahuan yang bagus, tetapi ketika mereka menggunakan IT itu jadi kelabakan, dan dorongan itu yang dilakukan sehingga proses-proses inisiasi terhadap ikhtiar untuk bisa mencari solusi terhadap UKG ini dilakukan.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>