Published On: Mon, Oct 24th, 2016

Ini Baru “RAMA” Cilaka

e078e9bccf75cc6bda34986e6cd2fcbb_xlBUKAN slogan atau klaim. Deklarasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Buru dengan jargon “BARU” di Kota Namlea, dihadiri lebih dari 20 ribu pendukung. Lima kali lipat massa dari deklarasi pasangan incumbent sebelumnya. “RAMA” cilaka?

Deklarasi Bakri Lumbessy-Rully Madani Hentihu “BARU” membuktikan janjinya. Setidaknya, Minggu, pagi hingga sore, kemarin, Kota Namlea, berubah jadi lautan manusia. Puluhan ribu massa padati, kawasan Simpang Lima, yang menjadi pusat deklarasi itu.

Wartawan Kabar Timur di Kota Namlea, tadi malam melaporkan, puluhan ribu massa pendukung pasangan “BARU” itu, datang dari pelbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Buru, sejak pagi. Yang menarik mereka datang dengan perbekalan sendiri dan tanpa mobilisasi.

“Katong datang bawah bekal sendiri,” ungkap beberapa warga disela-sela acara deklarasi itu, kepada Kabar Timur, sambil menunjukan perbekalan berupa ketupat dan rantang (tempat makanan), dengan wajah-wajah sumringah. Intinya, mereka datang dengan sukarela tanpa paksaan.

Sejak pukul 10.00.WIT, massa pendukung pasangan “BARU” sudah terlihat memadati arena deklarasi. Meski, ditengah terik matahari, tidak membuat massa bergerak bubar. Bahkan, seusai salat Duhur menjadi puncak  membludak massa.

Empat mata jalan yang dijadikan pusat deklarasi kian sempit. Massa terus berdatangan hingga membuat  empat ruas mata jalan sesak dan menjadi lautan manusia. Yel-yel, hidup “BARU” terus menyalak, meskipun dari atas panggung deklarasi beluam ada tanda-tanda dimulainya acara “akbar” pasangan “BARU” itu.

Sejumlah ruas jalan di Kota Namlea, terpaksa ditutup, akibat massa yang terus merangsek masuk ke Kota Namlea. Hal ini, berbeda dengan deklarasi pasangan incumbent Ramli Umasugi-Amos Besan dengan jargon “RAMA.”  Pada deklarasi “RAMA” tidak ada jalan yang ditutup, karena minim massa.

“Membanding massa “RAMA” saat deklarasi sebelumnya dengan massa pendukung “BARU?”  Perbedaannya mencapai lima kali lipat, bahkan tujuh kali lipat,” ungkap sejumlah warga yang ditemui Kabar Timur.  Melihat massa yang membludak, mereka menyebutkan pasangan “BARU” bisa bikin “RAMA” cilaka.  “Salah jaga “RAMA” bisa cilaka,” tukas mereka.

Deklarasi  pasangan “BARU” sendiri diramaikan dengan dua artis ibukota. Mereka adalah: artis dangdut Juwita Bahar, Marvey Kaya, dan Reza. Selain itu, artis lokal Kabupaten Buru, ikut meramaikan acara tersebut.

Selanjutnya Para Pimpinan Parpol pendukung mulai berorasi satu persatu. Tiga Parpol pendukung pasangan “BARU” adalah: PPP, PKB dan PKS. Setelah para pimpinan Parpol berorasi: Calon Bupati Bakri Lumbessy, tampil.  Bakri tidak banyak berbicara mengubar janji. Dia lebih banyak mengisahkan sewaktu dirinya menjadi Wakil Bupati mendampangi Husni Hentihu, yang meletakan pondasi Kabupaten Buru, pertama kali.

Dalam orasinya Bakri mengaku, dirinya telah dua kali maju sebagai calon Bupati, tapi selalu kalah karena melawan Husnie Hentihu. Untuk kali ketiga ini, ia optimis menang karena sudah kembali bersama Husnie Hentihu tokoh peletak dasar Kabupaten Buru. “Saat ini saya sama Pak Husnie bersatu,” kata Bakri Lumbessy disambut pekikan hidup “BARU” dari puluhan ribu massa di lokasi deklarasi itu.

Puluhan ribu massa “BARU” lebih bersemangat dan terpukau ketika,  diatas panggung lengkap disaksikan notaris, Calon Wakil Bupati Rully Hentihu membacakan kontrak politik,  pasangan “BARU.”

Dalam isi kontrak politik yang dibacakan dihadapan puluhan ribu pendukungnya itu, pasangan “BARU” menyatakan, kesiapan dan kesanggupan mereka pada tahun kedua dana pembangunan ke desa-desa akan dinaikan menjadi Rp1,3 milyar diberikan kepada Desa pertahunnya.

Menurut isi kontrak politik itu, dana desa Rp 1,3 itu akan diatur sesuai peraturan yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan maupun perundang-undangan yang berlaku.  Selain itu,  pasangan “BARU” juga pertegas setelah pihaknya berkewenangan menyusun APBD II (2018), bila BARU tidak menganggarkan dana tersebut dalam RAPBD, maka keduanya  akan mengundurkan diri dari jabatan.

Kontrak politik ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Keduanya siap mengikat perjanjian lain yang tidak diakomodir dalam kontrak politik ini. Setelah dilakukan sosialisasi isi kontrak politik itu, pimpinan parpol PKS,PPP dan PKB dari wilayah Maluku sempat ikut memberikan orasi singkat. Lalu ditutup oleh Husnie Hentihu dengan orasi selama 11 menit.

Husnie yang begitu dielu-elukan puluhan ribu massa ini, ikut membikin massa histeris saat dengan lantang ia menyatakan BARU siap pimpin Buru lima tahun ke depan. Menurut Husnie, deklarasi bukan sekedar janji. Tapi deklarasi “BARU” hari ini sungguh  luar biasa, karena disertai dengan pernyataan politik  yang penting   untuk mensejahterakan rakyat disaksikan notaris, para tokoh masyarakat bersama puluhan ribu rakyat.

“Itu berarti ada kemauan yang sungguh luar biasa  untuk secara jujur, secara bersih akan memimpin negeri ini lima tahun ke depan,”tandas Husnie. Dikatakan, kalau Bakri ini tahun 2002 lalu mendampinginya sebagai wakil bupati. Kemudian dalam perjalanan beliau mengambil jalan sendiri untuk coba lawan bapak Unie.”Tapi apa yang terjadi, bapak Bak menyerah. Sesudah itu lawan lagi satu kali di tahun 2012. Juga rubuh,”kata Husnie.

“Jadi hari ini saudara sekalian lihat kenapa bapak Unie bersama dengan Pak Bakir? Karena ada sesuatu hal yang sangat cacat, sungguh menjadi alasan bersama saya berada bersama pasangan BARU,”tambahnya lagi.

Dihadapan puluhan ribu massa, Husni lantas memuji-muji Bakir yang sudah punya sejumlah pengalaman pemerintah. Setelah lepas dari wakil bupati,  Bakri diangkat menjadi Kadis Infokom di Maluku,  kemudian yang terakhir menjadi staf ahli gubernur Maluku. “Dan hari ini beliau memilih pensiun untuk menerima amanah dan aspirasi masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati,”lantang Husnie.

“Dengan pengalaman pemerintahan yang kokoh dan pernah bersama saya selama lima tahun , beliau orang yang jujur, beliau orang yang amanah dan bersama-sama yang meletakan fondasi  bagi pembangunan kabupaten Buru ini,”lagi tegaskan Husnie.

Husnie mengaku, untuk memperkenalkan BARU kepada rakyar Buru. Ia lalu menggugah BARU agar terus ingat kalau yang datang hari itu ratusan ribu masyarakat Buru, karena mereka yang punya hak pilih mencapai puluhan ribu orang itu ikut membawa anak karena tidak mungkin di tinggalkan di rumah.

Husni menegaskan, mereka itu hadir untuk Bakri dan Rully. “Untuk apa mereka hadir? Untuk kalian berdua. Oleh karena itu,  jangan sampai lapar bicara lain dan kanyang bicara lain. Awas, awas, itu tidak boleh,”pesankan Husnie.

Dengan dukungan masyarakat Buru, kata Husnie, insya Allah berbagai program  telah disiapkan oleh tim pemenangan Bakri-Rully yang telah dipersiapkan program yang terkait keinginan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Insya Allah pertanian akan kita galakan,  petani padi sawah akan lebih kita intensifkan dengan mendatangkan berbagai peralatan dan dukungan, baik berupa alsintan, jalan usaha tani, pupuk yang Insya Allah semua itu akan jalan,”janji Husnie mewakili BARU.

Petani lahan kering juga akan sama-sama, tidak akan ada perbedaan. Dan insya Allah juga akan meningkatkan usaha peternakan terpadu, sehingga saat meletakan landasan di kabupaten ini, meletakan usaha pertanian sebagai prime over sebagai landasan utama.

Husni menyebut angka statistik yang disampaikan wakil ketua dewan, Djalil Mukadar. Ia jadi terkejut, ternyata prime over di sektor pertanian terpadu ini bukannya naik, melainkan menurun.

Husnie juga menjelaskan soal isu miring anaknya yang maju sebagai wakil bupati. “Satu lai, ada orang yang bilang, bapak Unie turun anak yang naik. Ini salah. Rully ini warga negara Indonesia. Dia punya hak untuk dipilih dan memilih. Bukan karena anak bapak Unie. Alhamdulillah kepada saudara kita di tiga partai politik yang begitu jeli melihat ada figur muda yang pantas untuk dicalonkan, ujarnya.

Husnie mengatakan,  kalau ada orang yang bicara miring di luar, karena cemburu tidak langsung. Juga karena takut kalah, ”Jujur saja, kalau memang beta persiapkan dia untuk maju, maka pada saat mau lepas bupati dulu sudah sorong dia maju dengan kekuatan full pada saat itu.Tapi ini tidak sama sekali. Tidak sama sekali. Dia kader golkar tapi laku di partai lain,”ujar Husnie sambil mengumbar tawa.

Secara khusus, Husnie menitip pesan kepada “BARU” atas janji kontrak politik mereka, ”Pesan saya kepada mereka berdua, ingat kita telah melakukan suatu janji kepada rakyat. Kita telah melakukan banyak hal yang tentunya telah kita saksikan secara bersama-sama. Jadi Pak Bakir – Rully, jagalah amanah itu. Rawat dengan baik, peliharalah amanah itu, tetap santun. Jangan lapar lain, kenyang lain,” ingat Husnie. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>