Published On: Tue, Aug 22nd, 2017

Jaksa Masih Teliti Berkas Pembunuh Sopir Truk Sampah

Share This
Tags

Kejari Ambon sampai saat ini masih meneliti berkas Wiliam Ti­misela dan Erlon Gusty Maruanaya, tersangka kasus pembunuhan  Habel Ruben Matakena, sopir truk sampah Pemkot Ambon.

“Jaksa masih teliti. Sampai se­karang belum ada pengembalian berkas atau P-19 ke kita selaku penyidik,” kata Kasat Reskrim Pol­res Ambon dan Pulau-pulau Lea­se, AKP Teddy kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (21/8).

Menurutnya berkas tahap per­tama sampai saat ini  sudah dise­rahkan ke tangan jaksa untuk dite­liti. Nantinya jika berkas tersebut sudah lengkap atau belum jaksa akan diberitahukan ke penyidik.

“Kalau ada pengembalian maka polres akan melengkapi sesuai dengan petunjuk. Tapi sampai sekarang kita belum mendapatkan P-19 tersebut,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnnya dua pelaku pembunuhan sopir mobil pengangkut sampah Pemkot Ambon, Habel Ruben Matakena diciduk polisi.

Kedua pelaku yaitu, Wiliam Timi­sela dan Erlon Gusty Maruanaya, yang menganiaya korban hingga tewas pada Kamis (15/7) lalu, diciduk di kawasan Batu Gong, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, oleh personil Satuan Resmob Polda Maluku, Jumat (16/6) sekitar pukul 17.00 WIT.

“Setelah menyelidiki akhirnya polisi mendapat informasi bahwa pelaku bersembunyi di kawasan Batu Gong, berdasarkan informasi polisi kemudian menelusuri dan ter­nyata benar kedua pelaku be­rada di salah satu rumah di kawas­an tersebut, sehingga polisi lang­sung melakukan penangkapan,” jelas Kapolsek Sirimau kala itu, AKP Meity Jacobus kepada Siwalima, Minggu (18/6).

Setelah diamankan, Wiliam Timi­sela dan Erlon Gusty Maruanaya langsung diserahkan kepada Polsek Sirimau untuk proses hukum. “Kita kemudian melakukan melakukan sidik awal dan mene­tapkan keduannya sebagai ter­sangka,” tandas Jacobus.

Kemudian berkas dan kedua ter­sangka sudah diserahkan kepada Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk penyidikan lanjutan. Peristiwa pengeroyokan Habel Ruben Matakena hingga tewas, terjadi di Belakang Soya, belakang Kantor Inspektorat Kota Ambon pada Kamis (15/7) sekitar pukul 02.00 WIT dini hari.

Nyawa korban yang adalah warga Desa Passo, Kecamatan Baguala itu tak bisa tertolong akibat luka parah yang dialaminya di bagian kepala.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu N Anakotta kepada wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu ber­awal, saat korban dan rekannya bernama Muhammad pergi men­jenguk rekan kerja mereka Watty Rajawane (29) yang sementara sakit di kawasan Belakang soya.

Usai menjenguk, Muhammad me­ngeluarkan 1 botol minuman keras jenis sopi dari balik jaketnya dan di­konsumsi bersama dengan korban. “Korban dan saksi sebelumnya telah mengkonsumsi miras sebe­lum menjenguk rekannya yang sakit, tiba di rumah rekannya me­reka melanjutkan mengkonsumsi miras. Setelah itu, saksi dan kor­ban kemudian berpamitan untuk pulang,” ujar Anakotta.

Dalam perjalanan pulang, korban dan rekannya bertemu dengan Wiliam Timisela yang merupakan keponakan dari Watty Rajawane. Keduanya kemudian bergabung bersama dengan Willam dan kembali melanjutkan mengkonsumsi miras.

Usai mengkonsumsi miras, korban dan Muhammad berpa­mitan dengan William dan dua rekannya. Saat hendak mau menghidupkan sepeda motor ternyata kuncinya tidak ada.

Korban yang sudah dipengaruhi miras menuduh William dan rekan-rekannya yang menyembunyikan kunci tersebut. Adu mulut pun terjadi antara korban dan William Cs. Tersulut emosi karena tersinggung, dia mengambil pilar pagar beton dan menghantam kepala korban sebanyak dua kali. Korban roboh bersimbah darah.

“Pelaku yang juga dibawah pengaruh alkohol tersinggung dengan tuduhan korban dan langsung menganiaya korban dengan cara mengambil pilar pagar beton dan memukul bagian kepala yang membuat korban langsung tersungkur bersimbah darah,” ungkap Anakotta.

Melihat hal tersebut rekan korban Muhammad langsung lari menye­la­matkan diri, namun dikejar oleh William dan bebe­rapa temannya. Sementara korban yang sudah terjatuh masih juga dipukuli oleh salah satu rekan William. “Menurut saksi Lucky Manurang, mendengar keributan tepat di depan rumahnya saksi keluar dan men­dapati korban yang sudah terjatuh bersim­bah darah masih juga dipukuli oleh pelaku lain yang dikenal saksi bernama Gusty Ma­ruanaya, saksi juga sempat me­negur pelaku namun diabaikan,” jelas Anakotta.

Melihat korban yang tidak ber­gerak, Wiliam Cs kemudian kabur. Setelah mendapat informasi, per­sonil Resmob Polda Maluku ber­sama anggota Bhabin­kamtibmas Kelurahan Karang Panjang serta anggota Polres Ambon men­datangi lokasi kejadian sekitar pukul 02.30 WIT.

Mereka mengamankan para saksi dan membawa korban ke Rumah Sakit Bha­yangkara, Tantui Ambon. Namun saat tiba di rumah sakit tim medis menyatakan lelaki 41 tahun itu, telah meninggal dunia. (SIWALIMA)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

- BALAGU.COM