Published On: Fri, Jul 11th, 2014

Jokowi Keok di Maluku?

Share This
Tags

d8dc8af7d28fc3c74346960c38f79466_LWasia Masuk DPT SBB

Tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Radjasa Provinsi Maluku mengaku optimis meraih suara sebanyak 53 persen sesuai yang ditargetkan. Sampai dengan kemarin, berdasarkan data fomulir C1 yang diperoleh dari Tempat Pemungutan Suara (TPS), pasangan nomor urut satu ini sudah berhasil meraup 50.1 persen suara.

Sebelumnya dalam hitungan cepat sejumlah lembaga survei, Prabowo Subianto-Hatta Radjasa menang di Maluku. Diperkirakan hasil ini akan sesuai target yang diumbar Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Said Assagaff.

“Jadi sementara posisi perolehan suara kita berada pada 50.1 persen. Data ini bersumber dari formulir C1 yang sementara sudah masuk ke tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta provinsi Maluku. Dan C1 untuk beberapa daerah belum masuk. Jadi kalau sampai 100 persen data C1 KWK sudah masuk, maka target 53 persen itu bisa tercapai. Atau kalaupun tidak, berarti berkurang pada 52 persen saja,”ujar anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta Provinsi Maluku, bidang publikasi, media masa dan keamanan, Husein Toisuta kepada Ambon Ekspres, Kamis (10/7).

Toisuta menyatakan, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, pasangan Prabowo-Hatta menang di kabupaten Buru, Kota Tual, Maluku Tengah. Buru Selatan dan Kota Ambon, mereka kalah dengan selisih yang sangat sedikit. Sementara data C1 dari Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Kepualauan Aru dan SBT belum masuk secara keseluruhan. Sehingga perolehan suara Prabowo-Hatta diprediksi bisa bertambah.

“Sementara Bursel yang tadinya tidak kita harapkan, namun lumayan mendapatkan suara yang banyak juga disana. Kalau di kota kemenangan kita meleset. Pasangan lainya menang, tapi selisihnya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Ketua OKK DPD Golkar Maluku ini mengakui, melesetnya target perolehan di beberapa kabupaten, termasuk kota Ambon akibat adanya pengaruh dari selebaran dan isu agama yang disebarkan oleh tim pemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla jelang hari pencoblosan.

“Kami akui, hal ini terjadi akibatnya adanya selebaran yang tersebar sebelum hari pencoblosan 9 Juli kemarin. Kemudian ada isu-isu agama juga dimainkan, sehingga mengurangi atensi dan semangat masyarakat untuk memilih pasangan Prabowo-Hatta. Saya kira, target ini bisa tercapai kecuali isu-isu bisa diredam,” katanya.

Tim pemenangan Prabowo-Hatta yang sudah tersebar di semua kabupaten/kota akan tetap mengawal proses penghitungan suara yang saat ini masih dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat Desa/Kelurahan sampai pada rekapitulasi KPU Provinsi 19 Juli mendatang.

“Kami akan tetap menyandingkan data saat ini dengan hasil rekapitulasi PPS, PPK dan kabupaten/kota dan terakhir di KPU Provinsi Maluku. Dari mekanisme yang diatur oleh aturan KPU ini, muda-mudahan tidak terjadi sabotase dan manipulasi data yang mengurangi suara pasangan calon. Karena data C1, kita sudah pegang,” tegas anggota DPRD Kota Ambon.
Masuk DPT SBB

Sementara itu, anggota KPU Provinsi Maluku, devisi Teknis La Alwy mengatakan, pemilih yang berada di Desa Wasia, Samasuru dan Sapaloli menggunakan hak suaranya pada wilayah pemerintahan kabupaten Seram Bagian Barat. Tiga desa di perbatasan Maluku Tengah dan SBB ini, memiliki jumlah pemilih sekitar 1.500.

Penduduk tiga Desa ini diinput dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) SBB oleh KPU setempat, berdasarkan dokumen kependudukan yang yang secara administratif adalah penduduk SBB sejak 2012.
“Jadi dalam Pilpres tahun 2014 ini, pemilih di daerah perbatasan Wasia, Sanahu dan Sapaloli itu masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) kabupaten Seram Bagian Barat. Dan karena mereka masuk DPT SBB, maka mereka melakukan pencoblosan pada daerah itu,”kaya Alwy.

Dia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang didapatkan dari KPU SBB, proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan aman dan lancar di daerah yang termasuk dalam wilayah kecamatan Elpapuith itu. Penggunaan hak sebagai warga SBB dalam pemilu sudah dilakukan sejak Pileg 2013 lalu.

“Sampai saatini tidak ada laporan terkait pelanggaran atau masalah dari KPU SBB maupun PPK Teluk Elpaputih. Dan kalau tidak ada laporan, itu artinya proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan tanpa ganggguan,” bebernya.

Mantan ketua KPU Malteng ini menambahkan, secara keseluruhan proses penghitungan suara di semua kabupaten/kota berjalan lancar. Bahkan, daerah yang dikhuatirkan akan mengalami masalah seperti MBD juga sudah melakukan penghitungan tanpa kendala berarti.

“Jadi secara umum proses pemungutan suara berjalan aman dan lancar disana. Karena daerah yang rawan dan berada di batas luar provinsi Maluku seperti MBD, belum ada laporan ada permasalahan. Dan setiap saat KPU MDB terus melaporkan perolehan hasil suara sementara. Itu artinya prosesnya berjalan cukup kondisif,” jelasnya.

Di singgung soal banyaknya hasil penghitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei dengan hasil yang beragam, dia menegaskan tidak akan berpengaruh terhadap real count yang sementara ini masih dilakukan di tingkat PPS. Tim pemenangan dan simpatisan pasangan calon serta masyarakat diminta agar tetap berpatokan pada hasil penghitungan KPU sesuai tingkatan.

Berdasarkan jadwal, penghitungan suara di tingkat PPS pada tanggal 10 Juli. Ditingkat PPK, 13-15 Juli, KPU kabupaten/kota 16-18 Juli dan provinsi baru akan dilkaksanakan pada 19 Juli. (ameks)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>